Read Time:2 Minute, 43 Second
Rumah warga Desa Air Napal setelah terendam banjir, (25/11/2025). Foto: Zawil.

Sumatra Barat – Ukhuwahnews | Pada November 2025, Banjir setinggi dua meter merendam rumah-rumah warga di Jorong Air Napal, Kecamatan Ranah Batahan Barat, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat. Di tengah derasnya arus air, Zawil Huda, mahasiswa semester 4, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, hanya bisa berdoa dari kejauhan agar rumah panggung milik keluarganya tidak hanyut.

Banjir terjadi saat Zawil berada di Palembang. Kabar rumah orang tuanya terendam membuatnya diliputi kecemasan. Rumah panggung yang sudah tua, ditambah posisi permukiman yang rawan banjir, membuat kekhawatiran itu semakin besar.

“Waktu itu air sangat deras. Saya takut rumah hanyut karena rumah panggung dan kondisinya sudah lama,” ujar Zawil.

Pada libur semesteran, Zawil akhirnya pulang kampung pada Kamis, 1 Januari 2026, bersama seorang teman sedaerah yang juga berstatus mahasiswa. Kepulangannya bukan sekadar melepas rindu, tetapi untuk melihat langsung kondisi keluarga dan kampung halamannya yang dilanda bencana.

Sesampainya di Air Napal, Zawil mendapati rumah keluarganya memang terendam air hingga dua meter. Orang tuanya sempat mengungsi selama empat hari demi keselamatan. Meski struktur rumah masih utuh, hampir seluruh isi rumah terdampak.

“Alhamdulillah keluarga sehat. Rumah tidak rusak parah, tapi semua fasilitas rumah terendam lumpur, mulai dari pakaian, bahan pokok, sampai hasil tani,” katanya melalui whatsapp pada Kamis, (22/1/2026).

Bagi Zawil, pemandangan pasca banjir di kampungnya menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Lumpur masih menempel di dinding rumah warga, perabotan berserakan, dan sisa-sisa banjir terlihat jelas di lingkungan sekitar.

“Di sekitar rumah saya banyak yang rusak parah. Ada rumah beton dan rumah panggung yang hanyut. Adapun yang rusak ringan belum semuanya terdata,” jelasnya.

Setelah banjir surut, kehidupan perlahan mulai berjalan kembali. Warga yang terdampak parah berusaha bangkit dengan membersihkan sisa lumpur dan memperbaiki apa yang masih bisa digunakan. Namun, rasa trauma masih dirasakan, termasuk keluarga Zawil.

Menurut Zawil, keluarganya berencana pindah ke lokasi yang lebih tinggi demi menghindari risiko banjir berulang. Beberapa warga lain juga memiliki rencana serupa.

“Kemungkinan rumah kami akan dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi. Banyak warga juga ingin pindah karena sudah trauma. Tinggal di daerah kami sekarang ada rasa takut, karena banjir mudah terjadi,” ujarnya.

Sebagai mahasiswa, Zawil juga merasakan dampak bencana ini secara langsung terhadap kondisi psikologis dan ekonominya. Namun, ia bersyukur mendapat perhatian dari kampus. Pihak kampus memberikan bantuan dana untuk biaya kepulangan mahasiswa terdampak, serta sebagian disalurkan kepada keluarga korban.

“Kami dari kampus diberi bantuan uang untuk pulang kampung, dan selebihnya diberikan kepada orang tua,” katanya.

Selain bantuan kepada mahasiswa, UIN Raden Fatah Palembang membuka posko penggalangan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Sumatra, dari hasil penggalangan UIN RF menyalurkan bantuan berupa sembako, alat tulis untuk anak-anak TPA, tikar, serta perlengkapan ibadah seperti Al-Qur’an, buku Yasin, sajadah, mukena, dan kain panjang yang disalurkan ke masjid.

Hingga kini, kondisi Jorong Air Napal masih menyisakan bekas-bekas kerusakan. Meski sebagian warga telah kembali beraktivitas, bayang-bayang banjir masih menghantui.

Zawil berharap pemerintah daerah lebih serius memperhatikan penyebab banjir yang kerap berulang di wilayahnya.

“Semoga pemerintah benar-benar mengkaji apa penyebab banjir ini. Kenapa bisa sampai separah ini, dan saya berharap besar kedepan banjir tidak terjadi lagi. Korbannya sudah terlalu banyak,” ujarnya.

Reporter: Marshanda

About Post Author

Nabilla Kartika Wiranti

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post KKN kelompok 224 UIN RF: Pelatihan Public Speaking untuk Aktivitas Akademis