Read Time:39 Second
Sumber/Pinterest

Penulis: Bunga Vhiane Queenara 

Pagi tak lagi membawa kabar mengenai cahaya
Hanya aroma tanah yang basah dan serpihan doa yang sisa
Aku mematung, mengeja detak jam yang kian jemu
Ku tahu, waktu diam-diam membunuhku.

​Dunia terus berputar
Bising, meracau, dan menutup mata atas segala cela
Sedang aku, sibuk menjahit luka yang abadi
Tanpa air mata yang memberontak, hanya sunyi yang kian terasa
​Di sudut mata yang mulai kering, sebuah tanya mulai bergeming
Adakah tangan yang sudi singgah di duniaku yang kelam?

Baca Juga: Perempuan Bingung

Ku habiskan malam dengan mencacah takdir di hadapan Sang Pencipta
Mengadu nasib yang retak dan hati yang tak lagi tertata
Tuhan, di sisa hancurku ini, benarkah Engkau masih sudi berdiam?

Editor: Manda Dwi Lestari

About Post Author

Bunga Vhiane Queenara

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post WALHI Sumsel Buka Lapak Kuliah Jalanan Bahas Bencana Ekstrem