Read Time:37 Second
Sumber/Pinterest

Penulis: Hidayahni

Para puan lahir dalam dekap hangat ibu
Diselimuti kasihnya tubuh lugu itu
Lalu puan perlahan tumbuh
Di dunia yang biasa merenggut tubuh

Mulai dari tatapan mata kotor
Kemudian pikir bejat tak terkontrol
Merampas tubuh puan di jalan
Mencuri diam-diam di sudut ruang
Dicengkeram ke tengah ranjang kelam

Baca Juga: Sunyi yang Disepakati

Tubuh puan yang malang
Tak lagi dicintai pemiliknya
Malah rasa ingin membuang berkali-kali
Bahkan ada juga yang ingin mengakhiri

Hilang akal sudah para durjana itu
Atas merasa berhak pada hidup dan tubuh puan
Jeruji besi saja tak sepadan
Untuk ingatan kelam yang tak bisa hilang
Mungkin langsung tanam saja mereka di dalam tanah?

Editor: Manda Dwi Lestari

About Post Author

Hidayahni

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Persiapan Masjid Agung Palembang Jelang Bulan Suci Ramadhan 1447H