
Penulis: Hidayahni
Para puan lahir dalam dekap hangat ibu
Diselimuti kasihnya tubuh lugu itu
Lalu puan perlahan tumbuh
Di dunia yang biasa merenggut tubuh
Mulai dari tatapan mata kotor
Kemudian pikir bejat tak terkontrol
Merampas tubuh puan di jalan
Mencuri diam-diam di sudut ruang
Dicengkeram ke tengah ranjang kelam
Baca Juga: Sunyi yang Disepakati
Tubuh puan yang malang
Tak lagi dicintai pemiliknya
Malah rasa ingin membuang berkali-kali
Bahkan ada juga yang ingin mengakhiri
Hilang akal sudah para durjana itu
Atas merasa berhak pada hidup dan tubuh puan
Jeruji besi saja tak sepadan
Untuk ingatan kelam yang tak bisa hilang
Mungkin langsung tanam saja mereka di dalam tanah?
Editor: Manda Dwi Lestari
About Post Author
Hidayahni
More Stories
Sunyi yang Disepakati
[caption id="attachment_5491" align="aligncenter" width="960"] Sumber/Freepik[/caption] Di menara gading yang mengaku demokratis, Aklamasi dijatuhkan keras seperti palu Sekali bunyi, nalar terhentikan....
Mencacah Takdir
[caption id="attachment_5306" align="aligncenter" width="734"] Sumber/Pinterest[/caption] Penulis: Bunga Vhiane Queenara Pagi tak lagi membawa kabar mengenai cahaya Hanya aroma tanah yang...
Perempuan Bingung
[caption id="attachment_5141" align="aligncenter" width="640"] Sumber/Pinterest[/caption] Penulis: Hidayahni (Anggota Magang LPM Ukhuwah) Sedari awal mata membuka Dadaku rasa gusar Takut jalanku...
Ironi Semut
[caption id="attachment_4403" align="aligncenter" width="1280"] Ukhuwahfoto/Manda Dwi Lestari[/caption] Penulis: Manda Dwi Lestari Langit tampak biru, tapi janji mereka masih abu Adanya...
Angka Ghaib
[caption id="attachment_4399" align="aligncenter" width="2560"] Sumber: Freepik[/caption] Penulis: Manda Dwi Lestari Gedung tinggi, tak setinggi pemikiran para petinggi Wujud gaji untuk...
Simpul Jiwa
[caption id="attachment_4279" align="aligncenter" width="1280"] Ukhuwahfoto/Manda Dwi Lestari[/caption] Penulis: Manda Dwi Lestari Hitam, putih, hijau, dan merah. Negeri yang penuh warna...

Average Rating