
Di menara gading yang mengaku demokratis,
Aklamasi dijatuhkan keras seperti palu
Sekali bunyi, nalar terhentikan.
Tak ada ruang tanya
Tak ada tempat bagi yang menolak
Mengangguk
Diam dirayakan, beda pendapat dicurigai
Demokrasi dipajang di dinding, sebatas kertas bisu tanpa suara
Menara gading mengajarkan sunyi lebih aman dari jujur.
Kritik dicap tidak kondusif
Lalu disingkirkan atas nama stabilitas
Diskusi digugurkan
Tak perlu beradu pikiran, asal keputusan cepat disepakati.
Aklamasi lahir dari keserempakan yang dipaksa
Ini bukan akhir diskusi, ini tanda bahwa diskusi tak pernah dimulai.
Editor: Manda Dwi Lestari
About Post Author
Kiranty Dwi Novitasari
More Stories
Malang Tubuh Puan
[caption id="attachment_5558" align="aligncenter" width="733"] Sumber/Pinterest[/caption] Penulis: Hidayahni Para puan lahir dalam dekap hangat ibu Diselimuti kasihnya tubuh lugu itu Lalu...
Mencacah Takdir
[caption id="attachment_5306" align="aligncenter" width="734"] Sumber/Pinterest[/caption] Penulis: Bunga Vhiane Queenara Pagi tak lagi membawa kabar mengenai cahaya Hanya aroma tanah yang...
Perempuan Bingung
[caption id="attachment_5141" align="aligncenter" width="640"] Sumber/Pinterest[/caption] Penulis: Hidayahni (Anggota Magang LPM Ukhuwah) Sedari awal mata membuka Dadaku rasa gusar Takut jalanku...
Ironi Semut
[caption id="attachment_4403" align="aligncenter" width="1280"] Ukhuwahfoto/Manda Dwi Lestari[/caption] Penulis: Manda Dwi Lestari Langit tampak biru, tapi janji mereka masih abu Adanya...
Angka Ghaib
[caption id="attachment_4399" align="aligncenter" width="2560"] Sumber: Freepik[/caption] Penulis: Manda Dwi Lestari Gedung tinggi, tak setinggi pemikiran para petinggi Wujud gaji untuk...
Simpul Jiwa
[caption id="attachment_4279" align="aligncenter" width="1280"] Ukhuwahfoto/Manda Dwi Lestari[/caption] Penulis: Manda Dwi Lestari Hitam, putih, hijau, dan merah. Negeri yang penuh warna...

Average Rating