Read Time:30 Second
Sumber/Freepik

Di menara gading yang mengaku demokratis,

Aklamasi dijatuhkan keras seperti palu

Sekali bunyi, nalar terhentikan.

Tak ada ruang tanya

Tak ada tempat bagi yang menolak

Mengangguk

Diam dirayakan, beda pendapat dicurigai

Demokrasi dipajang di dinding, sebatas kertas bisu tanpa suara 

Menara gading mengajarkan sunyi lebih aman dari jujur.

Kritik dicap tidak kondusif

Lalu disingkirkan atas nama stabilitas

Diskusi digugurkan

Tak perlu beradu pikiran, asal keputusan cepat disepakati.

Aklamasi lahir dari keserempakan yang dipaksa

Ini bukan akhir diskusi, ini tanda bahwa diskusi tak pernah dimulai.

Editor: Manda Dwi Lestari

About Post Author

Kiranty Dwi Novitasari

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post 44 Hari Bersama Masyarakat, Mahasiswa KKN ke-84 UIN RF Akhiri Masa Pengabdian
Next post Mahasiswa KKN UIN RF: Mengadakan Festival Bakat Anak Muslim di Masjid Istiqomah di Desa Talang Pangeran Ilir