Read Time:2 Minute, 17 Second
Sumber/Pinterest

Tips dan Trik – Ukhuwahnews | Mahasiswa rantau sering kali mengalami culture shock yang muncul dalam bentuk perasaan terisolasi dan rindu rumah apabila merasa tidak bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya. Lalu, apa yang dimaksud dengan culture shock dan mengapa fenomena ini kerap dialami oleh mahasiswa rantau?

Dikutip dari detik.com, culture shock (gegar budaya) adalah ketidaksiapan seseorang dalam menerima kebudayaan atau lingkungan baru yang bersifat asing. Perbedaan lingkungan, cara hidup, kondisi cuaca, dan norma sosial yang umumnya menjadi penyebab seorang mahasiswa mengalami culture shock.

Mahasiswa rantau adalah seseorang yang tinggal jauh dari orang tua untuk mengemban pendidikan di tempat atau kota lain. Culture shock biasanya terjadi saat mahasiswa rantau, pertama kali tinggal di tempat baru yang mengharuskan mereka untuk menyesuaikan diri dengan budaya, cara hidup, dan kebiasaan yang tidak sama dengan tempat tinggal asalnya.

Mereka yang tidak bisa menyesuaikan dan beradaptasi dengan rasa kesepian dan ketidaknyamanan di lingkungan barunya akan mengalami stres, depresi, kecemasan, dan masalah emosional lainnya. Sehingga kemungkinan terburuk dapat membuat mereka terjerumus dalam pergaulan yang tidak baik atau pergaulan bebas.

Biasanya culture shock ini terbagi menjadi beberapa tahapan. Pertama, mereka akan merasa terpukau dengan keunikan tempat dan senang dengan pengalaman baru. Namun, setelah beberapa waktu mereka mulai merasa kehilangan komunikasi dengan keluarga dan temannya. Mereka juga merasa tidak nyaman dengan lingkungan dan kebiasaan baru yang tidak sama dengan daerah asal.

Baca Juga: Tips dan Trik Menggunakan AI Chat GPT Tingkatkan Kepenulisan

Adapun cara mengatasi persoalannya dilansir dari detik.com, berikut tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi culture shock:

1. Mencoba menyadari bahwa penyesuaian di lingkungan/budaya baru membutuhkan waktu.

2. Fokus pada hal-hal yang positif, seperti bergabung dengan organisasi atau komunikasi yang sesuai dengan minat dan bakat.

3. Terima kalau kamu rindu tempat lama atau kampung halamanmu.

4. Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain, dengan cara fokus untuk memperbaiki dan mengembangkan kemampuan diri sendiri.

5. Temukan cara untuk menghilangkan stres, membangun kebiasaan berolahraga dan membaca buku.

6. Selalu berpikiran terbuka.

7. Mencoba untuk mengenal berbagai hal dan berinteraksi dengan orang-orang baru.

Selain itu, mahasiswa rantau perlu membiasakan dan beradaptasi dengan lingkungan, budaya baru, dan membangun jejaring sosial, serta mereka perlu membangun rutinitas yang dapat berkomunikasi agar selalu terhubung dengan keluarga.

Mereka juga harus menemukan cara mengatasi rasa kesepian dan rasa tertekan. Dengan begitu mahasiswa rantau tidak hanya mendapatkan pengalaman dan relasi yang baik tetapi juga dapat terus mengembangkan diri mereka.

Di samping itu, perlu juga disadari bahwa dalam menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan lingkungan yang baru pada setiap orang berbeda-beda. Oleh karenanya, penting mengetahui tips yang sudah dijelaskan dan belajar untuk beradaptasi, sehingga mampu melewati pengalaman culture shock tersebut dengan baik.

Penulis: Nia Purnamasari

Editor: Manda Dwi Lestari

About Post Author

Nia Purnamasari

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Mahasiswa KKN Desa Talang Pangeran Ilir: Bantu UMKM Kemplang Mang Anto
Next post Honda Beat Kerap Jadi Sasaran Empuk Curanmor, Ini Faktor Penyebab hingga Upaya Pencegahannya