
Palembang – Ukhuwahnews | Panitia pelaksanaan perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, mengutamakan fasilitas bagi umat Buddha yang berkunjung dan beribadah di Klenteng Pulau Kemaro, Selasa, (11/02/2025).
Cap Go Meh, merupakan perayaan puncak dan penutup tahun baru Imlek dalam budaya masyarakat Tionghoa. Tahun ini peryaan Cap Go Meh di Pulau Kmearo dilaksanakan pada 10 – 11 Januari 2025.
Untuk mengantisipasi datangnya umat yang ingin beribadah sekaligus wisatawan, panitia perayaan Cap Go Meh 2025 menyediakan fasilitas yang dapat membantu pengunjung dan umat Buddah mendatangi Pulau Kemaro.
Baca juga: OMIK UIN Raden Fatah Periode 2025 Resmi Dilantik
Salah seorang panitia perayaan Cap Go Meh di pulau Kemaro menyampaikan fasilitas yang disedikan mulai dari parkir gratis bagi pengunjung yang membawa kendaraan.
“Khusus untuk mobil atau motor pengunjung, panitia menyediakan tempat parkir di sekitar parkiran P.T I.SM. Bogasari Flour Mills dan lapangan parkir P.T Gajah Unggul Internasional,” ungkapnya.
Selain itu, ada angkutan air atau tongkang yang disediakan untuk menyebrang ke Pulau Kemaro secara gratis.
“Tongkang disediakan di dermaga Klenteng Hong Tiong Bio, lorong Lais 16 Ilir dan beroperasi dari 10 Januari hingga 11 januari jam 4 sore,” jelasnya.
Tidak hanya itu, ada juga jembatan terapung bagi pengunjung melalui jalur darat untuk menyebrang ke Pulau Kemaro dengan berjalan kaki dari parkiran yang disediakan.
“Jembatan terapung dipasang dari tanggal 7 Februari,” tambahnya.
Salah seorang Pengunjung, Ros mengatakan kunjungannya ke Pulau Kemaro ini untuk sebagai media rekreasi, meski memeiliki catatan yang perlu dikembangkan lagi.
“Mungkin yang perlu diperbaiki perlu ditambah lagi dari panitia untuk pengunjung, karena ini terlalu banyak mainan untuk anak-anak,” ungkapnya.
Selain tempat untuk beribadah, juga ada festival jajanan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKMK) serta pertunjukan Barongsai di depan Pagoda Pulau Kemaro yang dapat dikunjungi oleh pengunjung.
Reporter: Annisaa Syafriani
More Stories
Menelisik Cerita Animisme Runtuh di Desa Sedupi
[caption id="attachment_5105" align="aligncenter" width="1074"] Ukhuwah Desain/Ahmad Hafiz Qudrawi[/caption] Kentalnya unsur animisme tak bisa disangkal sangat kuat terutama di Nusantara, karena...
YIM Sumsel Dorong Literasi Jurnalis Untuk Perangi HIV, TB dan NAPZA di Palembang
[caption id="attachment_4997" align="aligncenter" width="1619"] Penyampaian materi oleh Nila erina pada acara Program Community Strengthening system-Human Right di Azza Hotel Kota...
FJPI Sumsel Gelar Workshop KBGO: Perempuan Masih Rentan Jadi Target Kekerasan Digital
[caption id="attachment_4914" align="aligncenter" width="2560"] Suasana Workshop Isu Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang menghadirkan Jasmine Floretta sebagai narasumber dari Media...
Kolaborasi JPPR dan Kesbangpol Tingkatkan Kualitas dan Partisipasi Pemilih Palembang
[caption id="attachment_4898" align="aligncenter" width="1280"] Kepala bidang (Kabid) Politik Dalam Negeri (Poldagri) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kota Palembang, Farid Wajidi...
Langkah Awal untuk Bumi lebih Bersih dan Hijau
[caption id="attachment_4886" align="aligncenter" width="2560"] Foto bersama murid SMP Widya Bhakti yang antusiasme dalam kegiatan bertema lingkungan di Lorong Yakin, RT...
Sedupi Menangis di Balik Tarian: Siapa yang Akan Menari Setelah Kami?
[caption id="attachment_4883" align="aligncenter" width="1600"] Tiga Maestro penari Tari Si Burung Putih dan kain songket khas Palembang. Minggu, (16/112025) Ukhuwahfoto/Jimas Muamar[/caption]...

Average Rating