
Kentalnya unsur animisme tak bisa disangkal sangat kuat terutama di Nusantara, karena itu sekarang kita banyak mengenal beragam upacara atau ritual yang hanya dilaksanakan pada negara Indonesia saja.
Hal itu diakibatkan saat masa penyebaran agama, banyak pedakwah mengadaptasi ritual dari unsur animisme ke dalam dakwahnya agar mudah diterima bagi masyarakat.
Animisme sendiri ternyata punya beragam bentuk, namun sebagai kepercayaan Menurut Jurnal Masyarakat dan Budaya berjudul “Kepercayaan Animisme dan Dinamisme Dalam Masyarakat Muslim Nusa Tenggara Timur”, memuat bahwa segala wujud keyakinan terhadap roh, biasanya masyarakat melakukan ritual untuk menyembah roh agar tercegah dari musibah tak terduga.
Unsur animisme juga menyebar luas di daerah Sumatrera Selatan, salah satunya adalah kepercayaan pada arwah leluhur atau sering disebut puyang, karena dianggap sakral dan punya kekuatan magis yang dapat memberi perlindungan dari beragam bentuk marak bahaya.
Kepercayaan terhadap puyang cukup melekat, pada Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tepatnya di Desa Sedupi yang berada di Kecamatan Tanah Abang, berdasarkan cerita, terdapat sembilan puyang, namun kini hanya tiga saja masih diingat oleh masyarakat Desa Sedupi.
Dari adanya kepercayaan inilah, mulai banyak muncul berbagai upacara atau ritual penghormatan terhadap puyang, seperti masyarakat yang berkunjung sekaligus berdoa ke makam puyang untuk meminta restu maupun memohon keselamatan dalam menjalani hidup.
Salah satu tetua Desa Sedupi, Cik Namin mengungkapkan beragam ritual animisme terhadap makam puyang, yang sering dilakukan masyarakat pada jaman dahulu.
“Dulu ada pasangan yang mau nikah, minta restunya bukan ke orang tua malahan ke makam puyang, selain itu, ada juga ritual persaingan pria merebutkan wanita, lalu wanita diperebutkan itu dipajang di atas tiang bagai piala pemenang,” ungkap Cik Namin.
Cik Namin menceritakan, dengan mulai menyebarnya ajaran agama lalu tokoh pendakwah tersebut, akhirnya berusaha untuk menghilangkan kepercayaan animisme dianggap menyalahkan etika dan adab manusia.
“Kami sebagai orang paham agama, akhirnya menegur langsung masyarakat yang masih menerapkan ritual animisme, lalu memberi tahu bahwa perbuatan yang dilakukannya itu salah bahkan merugikan,” ceritanya.
Selain menegur secara langsung, ada juga berbagai tindakan dilakukan untuk menghilangkan dengan perlahan kebiasaan animisme oleh masyarakat Desa Sedupi.
“Ada pula kami mengadakan pengajian, membuka tempat belajar mengaji, dan berkegiatan tilawah, yang pasti seluruh kegiatan ini diharapkan bisa menggantikan hingga menghilangkan kebiasaan animisme yang telah lama berlangsung selama ini,” ujarnya.
Pada akhirnya, Cik Namin menjelaskan bahwa kebiasaan animisme ini dapat sepenuhnya menghilang dan digantikan dengan keyakinan pada ajaran agama.
“Dulu jaman saya masih kecil kebiasaan animisme ini masih sedikit dilakukan, tapi akhirnya dengan berjalannya waktu pelan-pelan akhirnya kepercayaan ini mulai hilang dan warga Desa Sedupi seluruhnya menyakini adanya ajaran agama,” pungkasnya.
Penulis: Ahmad Hafidz Qudrawi
Editor: Vivin Noor Azizah
About Post Author
Vivin Noor Azizah
More Stories
Kenal Hutan Kenal Masa Depan, Edukasi Lingkungan untuk Generasi Muda
[caption id="attachment_5872" align="alignleft" width="1280"] Foto bersama usai pembukaan Festival Kehutanan bertema 'Kenal Hutan, Kenal Masa Depan'di Kampus B Universitas Islam...
Mahasiswa UIN RF Dorong Siswa SMKN 1 Pemulutan Kuasai Fotografi dan Media Sosial
[caption id="attachment_5866" align="alignright" width="1280"] Sambutan dari dosen mata kuliah Public Relationship M. Mifta Farid di SMKN 1 pemulutan, Rabu (20/05/2026)....
Ghompok Gelar Pemutaran Film Dokumenter “Halaman Terakhir” dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026
Potret pengunjung yang menyaksikan film dokumenter Halaman Terakhir, Minggu (17/5/2026). Ukhuwahfoto/Jimas Muamar Palembang-Ukhuwahnews | Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional...
Aliansi Sumsel Resah Tuntut Pemerintah Prioritaskan Pendidikan
[caption id="attachment_5821" align="alignnone" width="1080"] Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Selatan (Sumsel) Alwis Gani Menandatangani Surat Tuntutan...
Palembang Info Dorong Ciptakan Solusi untuk Banjir di Kota Palembang
[caption id="attachment_5813" align="aligncenter" width="1280"] Penyampaian gagasan dan tanggapan oleh Akhmad Bastari (kiri) selaku Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda)...
Menari 10 Jam Non-Stop Bersama 1000 Penari di Museum SMB II Palembang
[caption id="attachment_5803" align="aligncenter" width="1080"] Potret penari melakukan Tari Dana Belincak di halaman depan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Rabu...

Average Rating