Read Time:1 Minute, 39 Second
Potret penari melakukan Tari Dana Belincak di halaman depan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Rabu (29/04/2026). Ukhuwahfoto/Maharani

Palembang – Ukhuwahnews | Penampilan para penari dalam 10 Jam Menari Non-Stop bersama 1000 penari massal Dana Belincak pada Peringatan Hari Tari Sedunia di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Rabu (29/04/2026).

Leader Event Organizer (EO), Fayyadh Riziq Ramadhan menjelaskan makna dan tujuan acara ini yang digelar dengan tema “Dari Tepian Sungai ke Panggung Dunia.”

“Tema ini bermaksud menemukan kebudayaan Palembang yang dulunya telah hilang, sebagaimana tujuannya menggerakan semangat generasi muda untuk membangun bakat yang terpendam dari diri mereka agar lebih bagus kedepannya,” kata Fayyadh.

‎Selain itu, ia menyampaikan pesan untuk seluruh masyarakat Indonesia khususnya warga Kota Palembang agar terus melestarikan kebudayaan yang ada.

‎”Gunakanlah kebudayaan dan tradisi yang menjadi warisan kebudayaan khususnya kebudayaan Palembang, agar senantiasa menjaganya jangan sampai hilang, apalagi diasingkan oleh masyarakat Palembang itu sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: Peringati Hari Bumi 2026, Koalisi Mahasiswa dan Sipil Palembang Bersatu dalam Aksi Lingkungan

‎Ia juga mengungkapkan banyak pihak-pihak terkait yang terlibat dalam rangka mendorong kebudayaan pada Peringatan Hari Tari Sedunia tahun 2026 ini.

“Semua pihak berpartisipasi tentunya bahkan yang terlibat itu banyak dari EO maupun sanggar-sanggar lainnya dan tidak lupa dorongan dari Dinas Kebudayaan juga ikut serta dalam membantu kegiatan ini,” ungkapnya.

‎Di tempat yang sama, selaku Ketua Komunitas Founder Sau Dance Project Indonesia, Sonia Anisah Utami menceritakan proses persiapan penampilan tari.

‎”Kurang lebih satu bulan mereka para penari latihan, penampilan tari tadi yang judulnya tari rantak silek harimau, inspirasinya dari  jurus-jurus silek harimau dari Minang Kabau,” ucap Sonia.

Adapun harapan ‎Sonia untuk kegiatan kedepan lainnya nanti untuk lebih ditingkatkan lagi penampilan tari dari sanggar-sanggarnya.

‎”Akan lebih baik lagi mungkin tidak hanya 10 jam Non-Stop, seperti di Surakarta bisa sampai 24 Jam, jadi ini untuk lebih diuprage lagi, tentunya dengan penampilan dari sanggar-sanggarnya yang meriah,” pungkasnya.

Reporter: Maharani
Editor: Manda Dwi Lestari

About Post Author

Maharani

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Semarak Hari Tari Sedunia 2026 di Museum SMB II Palembang