Read Time:1 Minute, 57 Second
Suasana jalan pagi masyarakat Kota Palembang di atas Jembatan Ampera dalam mengikuti program uji coba CFD pada Minggu (12/04/2026). Ukhuwahfoto/Manda Dwi Lestari

Palembang – Ukhuwahnews | Program uji coba Car Free Day (CFD) oleh Pemerintah Kota Palembang menimbulkan dampak kemacetan pada arus jalan alternatif sebagai pengganti jalan yang telah ditutup sekitar Cinde ke Flyover.

Salah satu Dinas Perhubungan Kota Palembang, Yanto mengatakan bahwa persiapan program sudah dilakukan jauh hari sebelum tahap pelaksanaan.

“Tiga minggu yang lalu dipersiapkan, sosialisasinya juga sudah melalui media-media online, hingga saat pelaksanaan pagi tadi keadaan arus lalu lintas berjalan cukup lancar,” kata Yanto pada Minggu (12/04/2026).

Baca Juga: Lebaran, Tradisi, dan Bayang-Bayang Ketimpangan Gender di Indonesia

Yanto juga mengungkapkan Pemerintah Kota telah menyebarkan keamanan di berbagai titik sehingga terciptanya kelancaran yang dimaksud.

“Penyebaran keamanan dari daerah Hulu ke Hilir sudah terlaksana, jadi titik lokasi Sudirman, Simpang Linda Kosmetik, hingga sejalur Sudirman ditutup,” ungkap Yanto.

Lebih lanjut, Yanto juga menyampaikan setelah adanya sosialisasi yang dilakukan masih banyak warga yang belum mengetahui arus jalan yang ditutup.

“Kepada masyarakat yang masih kebingungan agar lebih mengetahuilah arah mana yang harus dilewati pada saat CFD dilaksanakan lauching nanti,” ucap Yanto.

Masyarakat Kota Palembang di Sekitar Sudirman menunggu pembukaan kembali jalan setelah berlangsungnya program uji coba CFD pada Minggu (12/04/2026). Ukhuwahfoto/Manda Dwi Lestari

Di tempat lain, salah satu Ojek Online (Ojol), Irwan menegaskan dampak kemacetan yang terjadi akibat penutupan jalan untuk program uji coba CFD.

“Dari arah Jembatan Musi IV sampai ke daerah 13 Hulu tadi lumayan macet, kebetulan dapat orderan di situ jadi ikut merasakan dampaknya,” ungkap Irwan.

Lalu, Irwan menanggapi terkait pelaksanaan program uji coba CFD demi terwujudnya Kota Palembang yang hijau lestari.

“Untuk kemacetan sebenarnya sudah terbiasa, demi memajukan kota tidak masalah dilanjutkan, masyarakat mungkin belum terbiasa saja, apalagi masih banyak yang belum pada tahu informasi,” kata Irwan.

Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes), Budi Santoso menyampaikan bahwa program ini baru tahap uji coba, dampak yang dirasakan masyarakat akan dijadikan perbaikan menuju lauching minggu depan nanti.

“Ini kan baru uji coba, selanjutnya bakal diadakan evaluasi, disosialisasikan kembali bersama instansi terkait apabila ada hal-hal yang kurang berkenan, nanti kita carikan solusinya yang baik untuk semua sisi masyarakat,” pungkasnya.

Reporter : Manda Dwi Lestari

Editor: Jimas Muamar

About Post Author

Manda Dwi Lestari

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Lebaran, Tradisi, dan Bayang-Bayang Ketimpangan Gender di Indonesia