Read Time:2 Minute, 9 Second
Penyampaian gagasan dan tanggapan oleh Akhmad Bastari (kiri) selaku Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang di Cafe Agam Pisan Jilid 2, Palembang, Minggu (03/05/2026). Ukhuwahfoto/Manda Dwi Lestari

Palembang – Ukhuwahnews | Persoalan terkait tata ruang, lingkungan hidup, dan tata cara menjaga Kota Palembang, Palembang Info menggelar Diskusi Publik dengan maksud “Berpikir Bersama untuk Solusi Banjir Kota Palembang”, di Cafe Agam Pisan Jilid 2 area Bekangdam Sriwijaya Sekanak.

Selaku Founder Palembang Info, Ridwan Edo mengatakan atas dasar saran dari berbagai pihak, akademis, aktivis lingkungan yang sehingga terciptanya Diskusi Publik kali ini.

“Berbagai masukan dari teman-teman, daripada kita mengkritik terus-terusan, diviralkan, tanpa adanya solusi lebih baik kita duduk bersama, diskusikan untuk mencari solusi terbaik,” kata Ridwan pada Minggu (03/05/2026).

Ridwan juga menegaskan pertemuan ini perlu digarisbawahi bahwa apapun yang didiskusikan tidak untuk menghakimi pemerintah atau mencaci satu pihak saja.

“Bukan ingin menyudutkan beliau tapi membantu beliau, tidak menuntut kemungkinan kami juga akan memberikan solusi sehingga menghasilkan gagasan yang konkret untuk Kota Palembang,” tegas Ridwan.

Baca Juga: Menari 10 Jam Non-Stop Bersama 1000 Penari di Museum SMB II Palembang

Di ruang yang sama, Walikota Palembang yang diwakilkan langsung oleh Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Akhmad Bastari menjelaskan sebab terjadinya banjir.

“Alam kita tidak mampu menerima air hujan lagi, rumah sudah tidak banyak lagi, sungai-sungai sudah kecil, padahal dulu Palembang ada 714 sungai, sekarang sisa 114 sungai, lalu ke mana 600 nya,” jelas Bastari.

Bastari juga mengungkapkan selain dari curah hujan yang ekstrim yang menyebabkan banjir, kita juga harus mengubah cara perilaku masyarakatnya.

“Beberapa masyarakat sekarang malah ambil kamera ketika ada sampah dengan tujuan diviralkan agar pemerintah melihat, bukan malah mengambil lalu membuang ke tempatnya langsung,” ungkap Bastari.

Lebih lanjut Bastari menjabarkan tiga jurus yang harus kita lakukan:

1. Infrastruktur, pembangunan harus dengan pemeliharaan. Ketika tidak siap mending tidak perlu melakukan pembangunan.

2. Pengaturan dan kesadaran, sebagaimana menjaga daerah resapan, mengolah tata ruang, dan mengubah kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan.

2. Merubah sumber daya manusia, tegas terhadap perilaku yang melakukan penutupan air dan mengimplementasikan tata ruang.

Lalu, adapun kontak yang bisa dihubungi untuk melakukan pengaduan secara gratis terhadap masalah bencana di Kota Palembang:

1. +62 811-7422-001 (pengaduan untuk pengangkatan barang besar seperti bekas lemari, sofa, springbed, dll).

2. +62 831-8923-6388 atau +62 822-8173-0703 (pengaduan jika ada pohon yang tumbang).

3. +62 812 -7373- 7094 (pengaduan untuk derek mobil yang mogok).

4. 112 (Dinas Pemadam Kebakaran).

Reporter: Manda Dwi Lestari

Editor: Nabilla Kartika Wiranti

 

About Post Author

Manda Dwi Lestari

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Program Studi Dianggap Tidak Relevan: Apakah Pendidikan Dituntut untuk Sebatas Memenuhi Kebutuhan Industri?
Next post Aliansi Sumsel Resah Tuntut Pemerintah Prioritaskan Pendidikan