
Palembang – Ukhuwahnews | Aliansi Sumatra Selatan (Sumsel) Resah menyelenggarakan Demo di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai bentuk keresahan terhadap Pemerintah terkait Program Presiden Republik Indonesia yang memeperioritaskan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dibandingkan dengan Pendidikan, Senin (04/05/2026).
Demo ini diikuti oleh beberapa universitas di Palembang antara lain :
1. Universitas Sriwijaya (Unsri)
2. Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri)
3.Universitas Indo Grobal Mandiri (UIGM) 4. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA)
5. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kamenkes)
Selain prihal keresahan mahasiswa terhadap MBG dan minimnya pendidikan di Indonesia, Aliansi Mahasiswa Sumsel juga menuntut beberapa point yang di sampaikan, antara lain :
1. Segera sahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampas Aset
2. Naikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimun Kota/Kabupaten ( UMK)
3. Menuntut Pemerintah untuk memperketat pengawasan dan penegakan regulasi terhadap sektor perkebunan dan tambang
4. Menuntut Pemerintah menambah kuota pekerja tetap dan kontrak
5. Menuntut jaminan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
6. Menuntut transparansi dan keterlibatan publik dalam pembuatan kebijakan ketenagakerjaan
7. Menuntut terciptanya lapangan pekerjaan formal yang berkualitas
8. Mengembalikan Pendidikan dan Kesehatan sebagai prioritas utama negara
9. Evaluasi total Makanan Bergizi Gratis (MBG)
10. Boikot segala bentuk penindasan di lingkungan pendidikan
11. Menuntut Pemerintah Sumsel untuk mengatasi harga kebutuhan pokok, transparansi pendidikan, pemerataan tenaga medis, pemindakan ilegal, perbaikan infrastruktur serta perlindungan sosial
12. Evaluasi total seluruh pemeliharaan drainase sebagai upaya penanggulangan banjir di 17 Kabupaten/Kota du Sumatra Selatan
Baca Juga: Palembang Info Dorong Ciptakan Solusi untuk Banjir di Kota Palembang
Selain itu, tuntutan lain juga turut di sampaikan oleh Mahasiswa Pendidikan Sejarah Unsri Sultan Al Azi Fikri menuturkan keresahannya perihal program MBG.
“MBG itu sangat kontradiktif, terdapat dampak positif dan negatif di dalamnya, karena program ini menghabiskan banyak sekali dana yang harusnya di alokasikan sebagai pendidikan justru untuk MGB,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Mahasisw Program Studi Hukum Unsri mengatakan bahwa masih banyak status guru honorer di daerah terpencil.
“Masih banyak guru honorer yang mendapatkan gaji yang miris, bahkan mereka harus berkerja dua kali sebagai petani,” katanya.
Pernyataan tersebut dibantah secara mentah oleh Ketua Komisi V DPRD Alwis Gani.
“Sekarang tidak ada guru honorer, yang ada hanya guru paruh waktu, dan guru penuh waktu tergantung dengan golongannya,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah selalu melakukan pengawasan secara menyeluruh kepada status sekolah hingga guru honorer.
“Kami setiap minggu melakukan audiensi bersama para guru di sekolah – sekolah yang ada di Palembang untuk membahas status guru hororer yang pendidikan,” jelasnya.
Reporter: Astridda Rochma
Editor: Jimas Muamar
About Post Author
Astridda Rochmah
More Stories
Aliansi Masyarakat Palembang Gelar Aksi Dukung Pemerintah dalam Larangan LGBTQ
[caption id="attachment_6018" align="aligncenter" width="1600"] Aliansi Bang Japar dalam Aksi Dukung Perpres menolak LGBTQ yang berlangsung di Bundaran Tugu Cempako Telok,...
Dinas Kebudayaan Apresiasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN RF atas Zapin Dance Floor Competition 4th
[caption id="attachment_5947" align="aligncenter" width="838"] Dokumen Wahyu Saputra Pratama (Mahasiswa Ilmu Komunikasi)[/caption] Palembang - Ukhuwahnews | Dinas Kebudayaan Kota Palembang...
KKN Rekognisi 2026 Kenalkan Dasar Narasi Visual kepada Siswa MA Miftahul Ulum Telang Karya
[caption id="attachment_5930" align="aligncenter" width="2560"] Dokumen KKN Rekognisi 2026[/caption] Palembang - Ukhuwahnews | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Universitas Islam...
Mahasiswa Jurnalistik Gelar Pameran Foto “MELEK”, Kenalkan Makna di Balik Jurnalisme Foto
[caption id="attachment_5910" align="alignnone" width="1080"] Potret foto bersama dosen dan mahasiswa yang hadir dalam pameran fotografi "Melek" di Blok Semanggi, Palembang,...
Implementasi Ilmu Komunikasi: Hari Terakhir FesMarkom Belajar dan Bermain Bersama Anak Disabilitas
[caption id="attachment_5903" align="aligncenter" width="1280"] Potret Volunteer foto bersama di acara belajar bahasa isyarat bersama anak disabilitas di Kampus B UIN...
Kenal Hutan Kenal Masa Depan, Edukasi Lingkungan untuk Generasi Muda
[caption id="attachment_5872" align="alignleft" width="1280"] Foto bersama usai pembukaan Festival Kehutanan bertema 'Kenal Hutan, Kenal Masa Depan'di Kampus B Universitas Islam...

Average Rating