Read Time:2 Minute, 16 Second
Foto bersama akademisi, pemerintah,media, serta pelaku usaha pada forum Ekonomi Regional Sumatera 2026 di Auditorium Perpustakaan Kampus B UIN RF Palembang, Senin(20/04/2026).
Ukhuwahfoto/Kgs. M Haikal Muharam

UIN RF-Ukhuwahnews | Forum Ekonomi Regional Sumatra 2026 mengangkat subtema “Ekonomi Syariah sebagai Strategi Pembangunan Daerah dan Penguatan Ekonomi Riil” yang berlangsung di Auditorium Perpustakaan Kampus B UIN Raden Fatah Palembang, Senin (20/04/2026).

Pada panel diskusi kedua, Sekretaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Syari’ah Sumatra Selatan (Sumsel), Febriansyah menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan ekonomi syari’ah.

“Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Karena itu, kita tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga harus menjadi pelaku dalam industri halal,” kata Febriansyah.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan dalam pengembangan ekonomi syari’ah, di antaranya rendahnya literasi dan inklusi keuangan syari’ah, serta masih sedikitnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memiliki sertifikasi halal.

“Keterbatasan akses permodalan, inovasi dan digitalisasi pada sektor industri kreatif dan pariwisata halal dinilai masih perlu ditingkatkan untuk memperkuat daya saing pelaku usaha berbasis syari’ah,” ujarnya.

Baca Juga: Top 3 Dunia Pertahanan Indonesia, Kabar Sumatra Resmi Diluncurkan di Forum Ekonomi Regional Sumatra 2026

Selain itu, Febriansyah menjelaskan bahwa HIPMI Syari’ah Sumsel tengah mengembangkan revitalisasi kawasan Wakaf Marogan dengan konsep kampung wakaf, mencakup pengembangan wisata religi, pusat oleh-oleh halal, pembinaan UMKM, hingga pengelolaan bank sampah berbasis green economy.

Lalu, Pakar Ekonomi Syari’ah UIN Raden Fatah, Ulil Amri menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan media dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah.

“Perkembangan ekonomi syariah di Sumatera Selatan menunjukkan tren positif dengan hadirnya berbagai organisasi yang mendorong literasi ekonomi syariah,” tegasnya.

Ulil Amri dalam menyampaikan Materi wakaf pada forum ekonomi Regional Sumatra 2026 di Auditorium Perpustakaan Kampus B UIN Raden Fatah Palembang, Senin(20/04/2026). Ukhuwahfoto/Kgs. M Haikal Muharam

Ia juga menambahkan bahwa wakaf dapat menjadi instrumen penting dalam penguatan ekonomi syariah, hingga kini pengelolaan wakaf di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang telah mencapai sekitar Rp1 miliar dalam waktu singkat.

“Angka tersebut masih memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, melalui forum ini dapat memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan serta mendorong ekonomi syari’ah dalam pembangunan daerah dan penguatan ekonomi riil di Sumatra Selatan,” pungkasnya.

Kegiatan ini menghadirkan Founder dan CEO Kabar Grup Indonesia Upi Asmaradhana, Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Muhammad Adil, Rektor UIN Makassar Prof. Hamdan Juhannis, Asisten II Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc., Menteri Agama RI Prof. Nazaruddin Umar yang diwakili oleh Dirjen Bimas Islam Prof. Abu Rokhmad, dan pelaku usaha serta mahasiswa/i UIN Raden Fatah Palembang.

Reporter: Kgs. M Haikal Muharam
Editor: Manda Dwi Lestari

About Post Author

Manda Dwi Lestari

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Top 3 Dunia Pertahanan Indonesia, Kabar Sumatra Resmi Diluncurkan di Forum Ekonomi Regional Sumatra 2026