Potret pengunjung yang menyaksikan film dokumenter Halaman Terakhir, Minggu (17/5/2026). Ukhuwahfoto/Jimas Muamar
Palembang-Ukhuwahnews | Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional (Harbuknas) 2026, Komunitas Ghompok bersama sejumlah komunitas pegiat literasi di Kota Palembang menggelar pemutaran film dokumenter berjudul “Halaman Terakhir” di Cafe Ningrat.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi mengenai budaya membaca, perjalanan buku, serta dinamika literasi di tengah perubahan zaman. Agenda tersebut juga menjadi penutup dari rangkaian kegiatan literasi yang sebelumnya telah dilaksanakan di Rumah Susun Palembang.
Executive Producer sekaligus anggota Ghompok, Ahmad Rizki Prabu mengatakan bahwa film dokumenter ini merupakan karya kedua Ghompok setelah film “Tunggu Tubang”. Ia menjelaskan, gagasan film tersebut terinspirasi dari sejumlah tokoh yang menjaga literasi hingga hari ini.
“Salah satu inspirasi kami adalah Pak Anwar yang merupakan pemilik perpustakaan mandiri di Kota Palembang dan tetap konsisten membuka perpustakaannya sejak tahun 1981,” katanya, Minggu (17/05/2026).
Prabu menambahkan bahwa Anwar merupakan salah satu tokoh penting dalam gerakan literasi di Kota Palembang. Selama hampir 45 tahun, ia mengabdikan rumahnya sebagai perpustakaan mandiri yang kerap dikunjungi mahasiswa lokal maupun internasional.
“Menurut kami, sosok Pak Anwar adalah representasi nyata pegiat literasi yang memang perlu diketahui oleh banyak orang,” ujarnya.
Selain menghadirkan potret hubungan manusia dengan buku dan toko buku, film dokumenter “Halaman Terakhir” juga merepresentasikan ruang-ruang literasi yang perlahan menghadapi tantangan perkembangan era digital.
Melalui pendekatan visual dan narasi yang dekat dengan keseharian, film ini mengajak penonton melihat kembali makna buku, bukan hanya sebagai benda, tetapi juga sebagai medium pengetahuan, ingatan, dan perlawanan.
Pemutaran film ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ruang diskusi lintas komunitas, khususnya bagi pegiat literasi, mahasiswa, jurnalis, pekerja kreatif, serta masyarakat yang memiliki perhatian terhadap perkembangan budaya membaca.
Selain pemutaran film, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi bersama Ghompok dan pegiat literasi untuk membahas kondisi literasi saat ini, tantangan keberlangsungan ruang baca, hingga pentingnya menjaga budaya membaca di tengah derasnya arus informasi digital.
Prabu mengatakan, Hari Buku Nasional seharusnya tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali membicarakan akses pengetahuan dan masa depan literasi, khususnya di Palembang.
“Film ini lahir dari kegelisahan kami tentang bagaimana buku perlahan kehilangan ruangnya dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin mengajak publik melihat bahwa membaca masih penting dan ruang-ruang literasi perlu terus dijaga,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mempertemukan berbagai komunitas dan individu yang memiliki perhatian terhadap literasi serta mendorong lahirnya ruang diskusi yang lebih hidup di Kota Palembang. Salah satunya adalah Palembang Bookparty yang hadir sebagai komunitas pegiat literasi.
Anggota Palembang Bookparty, Vivid mengatakan bahwa ruang-ruang baru penting untuk menjaga semangat literasi tetap hidup di tengah akses buku yang belum sepenuhnya inklusif. Hal itu dilakukan komunitasnya melalui lapak buku jalanan yang dapat diakses semua orang.
“Seharusnya buku tidak mahal dan bisa dijangkau semua orang agar semua orang dapat membaca. Kota ini butuh napas baru. Kami menyediakan buku-buku tanpa penyortiran seperti di perpustakaan, sehingga siapa pun yang lewat bisa langsung membaca,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa peran berbagai gerakan literasi menjadi sorotan dalam kegiatan ini. Salah satunya datang dari pegiat literasi Kota Palembang yang turut menghadirkan perspektif mengenai pentingnya ruang baca alternatif di tengah masyarakat.
Reporter: Jimas Muamar
Editor: Manda Dwi Lestari
About Post Author
Jimas Muamar
More Stories
Aliansi Masyarakat Palembang Gelar Aksi Dukung Pemerintah dalam Larangan LGBTQ
[caption id="attachment_6018" align="aligncenter" width="1600"] Aliansi Bang Japar dalam Aksi Dukung Perpres menolak LGBTQ yang berlangsung di Bundaran Tugu Cempako Telok,...
Dinas Kebudayaan Apresiasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN RF atas Zapin Dance Floor Competition 4th
[caption id="attachment_5947" align="aligncenter" width="838"] Dokumen Wahyu Saputra Pratama (Mahasiswa Ilmu Komunikasi)[/caption] Palembang - Ukhuwahnews | Dinas Kebudayaan Kota Palembang...
KKN Rekognisi 2026 Kenalkan Dasar Narasi Visual kepada Siswa MA Miftahul Ulum Telang Karya
[caption id="attachment_5930" align="aligncenter" width="2560"] Dokumen KKN Rekognisi 2026[/caption] Palembang - Ukhuwahnews | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Universitas Islam...
Mahasiswa Jurnalistik Gelar Pameran Foto “MELEK”, Kenalkan Makna di Balik Jurnalisme Foto
[caption id="attachment_5910" align="alignnone" width="1080"] Potret foto bersama dosen dan mahasiswa yang hadir dalam pameran fotografi "Melek" di Blok Semanggi, Palembang,...
Implementasi Ilmu Komunikasi: Hari Terakhir FesMarkom Belajar dan Bermain Bersama Anak Disabilitas
[caption id="attachment_5903" align="aligncenter" width="1280"] Potret Volunteer foto bersama di acara belajar bahasa isyarat bersama anak disabilitas di Kampus B UIN...
Kenal Hutan Kenal Masa Depan, Edukasi Lingkungan untuk Generasi Muda
[caption id="attachment_5872" align="alignleft" width="1280"] Foto bersama usai pembukaan Festival Kehutanan bertema 'Kenal Hutan, Kenal Masa Depan'di Kampus B Universitas Islam...

Average Rating