
Artikel – Ukhuwahnews | Perkembangan teknologi digital telah mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk perubahan budaya yang selama ini dianggap sakral, seperti pernikahan adat Melayu. Hampir di berbagai daerah Melayu, pernikahan yang dahulu dijalankan melalui serangkaian ritual panjang kini mengalami penyesuaian signifikan.
Hal ini sejalan dengan temuan Penelitian Fajar, Firdiansyah, dan Amin Menyatakan bahwa digitalisasi berperan penting dalam pelestarian seloko dalam pernikahan adat Melayu. Kerena itu tradisi ini tetap relevan dan dapat diakses oleh generasi muda dikutip dari Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara.
Baca juga: Masakan Melayu di Era Digital: Antara Tradisi dan Perubahan Zaman
Selain Itu, dikutip dari Jurnal Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Penelitian Multidisiplin Terpadu, menegaskan dalam masyarakat melayu tradisi seperti berinai dan tepung tawar menjadi bagian penting pernikahan yang bukan hanya simbol seremonial, tetapi juga sarana mempererat hubungan kekerabatan dan sosial-budaya. Serta memberikan doa dan Restun bagi pengantin sementara menghadapi perubahan modernisasi.
Namun, perkembangan teknologi digital kini dimanfaatkan dalam pernikahan, seperti untuk undangan online, siaran langsung akad, dan dokumentasi sehingga keluarga dari jarak jauh tetap bisa ikut berpartisiasi, menurut Jurnal Komunikasi Agastyassa dan Salamah, mengatakan menggunakan teori cultural hybridization, hal ini menunjukkan bahwa tradisi lokal tetap dipertahankan, tatapi cara pelaksanaannya mengikuti perkembangan media dan teknologi modern.
Transformasi ini mencerminkan bagaimana budaya dapat beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai tradisional.
Busana pengantin Melayu mencerminkan hibridisasi budaya melalui perpaduan budaya tradisional, seperti songket dan tanjak, dengan desain modern dan riasan kontemporer. Dekorasi pelaminan yang memadukan motif adat dengan estetika minimalis menandai negosiasi identitas budaya generasi muda dalam menghadapi modernitas dan digitalisasi.
Nasaie Zainuddin Mengukapkan Fenomena ini sejalan dengan prinsip cultural hybridity, di mana tradisi diadaptasi dan direartikulasikan, agar tetap relevan secara sosial dan estetis. Sekaligus merespons dinamika estetika kontemporer di kutip dari jurnal International Journal of Art & Design (IJAD).
Menurut Burke & Stets (2009) dalam bukunya Identity Theory, menuliskan perubahan ini menuai kritik, penyederhanaan ritual berpotensi mengurangi kedalaman makna filosofisnya. Namun, adaptasi dipandang sebagai strategi penting untuk melestarikan tradisi agar tidak terlupakan.
Dengan demikian dalam masyarakat Melayu yang menjunjung nilai-nilai Islam, fenomena ini dari sudut pandang teori identitas mencerminkan terbentuknya identitas kolektif baru masyarakat yang tetap dan beradat, mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.
About Post Author
Ahmad Hafiizh Kudrawi
More Stories
Wajah Baru Perlindungan Hukum Keluarga dalam KUHP Nasional
Sumber: pixabay Penulis: Mohamad Shabir Al Fikri Artikel - Ukhuwahnews|Sejak pemberlakuan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang...
Kemudahan AI, Ancaman bagi Kualitas Lulusan Perguruan Tinggi
[caption id="attachment_5725" align="aligncenter" width="2560"] UkhuwahDesain/Tanya Zalzalbilla[/caption] Artikel–Ukhuwahnews| Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di perguruan tinggi berkembang pesat. Teknologi ini memudahkan mahasiswa...
Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Resmi Diberlakukan
[caption id="attachment_5719" align="aligncenter" width="2560"] UkhuwahDesain/Tanya Zalzalbilla[/caption] Artikel–Ukhuwahnews| Kementerian Komunikasi dan Digital meluncurkan kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di...
Honda Beat Kerap Jadi Sasaran Empuk Curanmor, Ini Faktor Penyebab hingga Upaya Pencegahannya
[caption id="attachment_5461" align="aligncenter" width="1600"] UkhuwahDesain/Muhammad Alvan Tio Wahyudi[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Sepeda motor Honda Beat kerap menjadi sasaran empuk...
Standar MBG tahun 2026 Diperketat Upaya Menekan Risiko Keracunan
[caption id="attachment_5325" align="aligncenter" width="720"] Sumber/Pinterest[/caption] Artikel – Ukhuwahnews |Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam mengejar kuantitas tanpa memperhatikan mutu...
Budaya Begadang Mahasiswa: Prestasi dan Kesehatan Jadi Taruhan
[caption id="attachment_5292" align="aligncenter" width="2560"] Sumber: Freepik/@Jcomp[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Kebiasaan begadang kian melekat dalam kehidupan mahasiswa. Tugas kuliah yang...

Average Rating