Kain Jumputan merupakan kain tradisional khas Kota Palembang, Kain ini menggunakan metode jumput dalam proses pembuatannya. Para Pengrajin Kota Palembang kerap jadikan jumputan sebagai ladang bisnis, namun bukan sekedar menjual para pengerajin juga berharap ini bisa melestarikan budaya Kota Palembang.
Seni dari kainnya terletak pada warna serta motifnya, pengrajin mengaku masih menggunakan metode manual untuk mempertahankan nilai tradisional kain jumputan.
Lebih lanjut, kain jumputan diproduksi dengan proses yang lama sebab ada beberapa tahapan dalam pengerjaannya. Satu kain dapat di kerjakan selama tujuh sampai sepuluh hari dikarenakan proses yang manual dan motif yang hanya diukir menggunakan pensil.
Setelah melalu proses membuat motif, kain harus diikat dan dijahit ditempat yang telah di beri warna, dilanjutkan dengan proses pencelupan dan pengeringan. Kain yang telah dijemur harus dilepaskan ikatannya baru bisa dicuci dan dipasarkan kepada masyarakat.
Baca juga: Perkembangan Kain Jumputan Palembang Mulai dari IKM hingga tembus Mancanegara





About Post Author
Marshanda
More Stories
UKMK Teater Gelar Petra 2025: Perayaan Hari Lahir Sekaligus Rangkaian Pelantikan Anggota Baru
Palembang-Ukhuwahnews | Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) Seni dan Budaya Teater Arafah UIN Raden Fatah Palembang, memperingati hari lahir UKMK...
UKMK MMKR Gelar SENDARA 2025: Rayakan Musik dan Seni Sumsel sebagai Identitas Budaya
UIN RF-Ukhuwahnews | Unik Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) Mahasiswa Musik Kampus Religi (MMKR) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF)...
Satu Hari yang Penuh Kreasi: Festival Seni Budaya PGMI UIN Raden Fatah
UIN RF-Ukhuwahnews | Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN...
Leluhur Desa Sedupi: Menyusuri Sejarah Puyang dan Pusaka yang Dihormati
Sedupi - Ukhuwahnews | Di tengah sunyi Desa Sedupi, jejak masa lalu masih berdenyut melalui cerita-cerita yang diwariskan secara lisan....
Perempuan-Perempuan Tangguh di Ujung Sawah Sedupi
[caption id="attachment_4858" align="aligncenter" width="1024"] Rohaya (68), menampakan padi di sawah miliknya. Sabtu, (15/11/2025). Ukhuwahfoto/Marshanda[/caption] PALI - Ukhuwahnews |Di Kabupaten Penukal...
Santri Se Sumsel Tampilkan Pertunjukan Islami di Acara Penutupan Pesantren Expo
UIN RF - Ukhuwahnews | Memperingati Hari Santri, UIN Raden Fatah Palembang adakan acara Pesantren Expo bersama Forum Pondok Pesantren...

Average Rating