Read Time:1 Minute, 51 Second
Sumber: Freepik/@Jcomp

Artikel – Ukhuwahnews | Kebiasaan begadang kian melekat dalam kehidupan mahasiswa. Tugas kuliah yang menumpuk, deadline mendadak, hingga kebiasaan menatap layar ponsel berjam-jam membuat waktu tidur sering kali dikorbankan. Tidur lewat tengah malam menjelang subuh dianggap hal lumrah di dunia perkuliahan.

Dalam keseharian banyak mahasiswa memilih mengerjakan tugas pada malam hari karena suasana dinilai lebih tenang dan minim gangguan, adapun aktivitas sosial mahasiswa seperti kegiatan organisasi, hingga waktu bersantai bersama teman sering tanpa disadari perlahan menggeser jam istirahat dan berdampak pada kondisi fisik maupun mental.

Dalam jangka pendek, kestabilan emosi mahasiswa terpengaruh menjadi lebih mudah tersinggung, sampai kesulitan mengelola tekanan. Dampaknya terasa pada hubungan sosial di lingkungan kampus, baik dengan dosen, teman ataupun rekan organisasi.

Banyak mahasiswa menyepelekan durasi tidur yang perlahan membentuk siklus merugikan, tubuh lebih cepat lelah dan timbul rasa kantuk di kelas. Selain itu, fungsi otak menurun hingga menyebabkan sulit fokus saat jam kuliah. Melemahnya daya ingatan mahasiswa berpengaruh terhadap pemahaman materi dan capaian akademik. ‎

Baca juga: Pernikahan Adat Melayu di Era Digital: Pelestarian Nilai Tradisional melalui Media Modern

‎Tubuh yang lelah di siang hari membuat produktivitas menurun, mudah stres, lalu pekerjaan tertunda dan malam harinya kembali digunakan untuk menyelesaikan tugas. Ritme biologis akan rusak, fatalnya adalah penyakit jantung karena organ ini bekerja lebih berat yang menyebabkan tekanan darah tinggi. Metabolisme dan keseimbangan hormon terganggu, diabetes serta berat badan meningkat.

Jika berlangsung lama, kondisi tersebut dapat meningkatkan ancaman gangguan kesehatan yang lebih serius. Padahal tidur yang cukup dapat membantu tubuh mengoptimalkan daya tahan tubuh. Jangka waktu tidur yang baik untuk orang dewasa adalah 7-9 jam setiap malam, idealnya sekitar pukul 22.00–23.00 waktu yang tepat untuk pemulihan tubuh menyeimbangkan hormon.

‎‎Sejumlah kampus kini mulai mendorong mahasiswa untuk lebih peduli pada manajemen waktu belajar, mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur, serta membiasakan jam istirahat yang konsisten. ‎Mahasiswa diharapkan semakin sadar di tengah tuntutan akademik yang padat, guna menghasilkan generasi yang sehat dan cerdas di tahun mendatang.

Upaya pencegahan kebiasaan begadang menjadi langkah sederhana namun berdampak besar. Dengan tubuh yang sehat dan istirahat yang cukup, mahasiswa akan lebih fokus, produktif, dan mampu meraih prestasi tanpa harus mengorbankan kesehatan fisik maupun mental.

Penulis: Jimas Muamar

Editor: Nabilla Kartika Wiranti

About Post Author

Jimas Muamar

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Mahasiswa KKN Kelompok 141 Dorong Ekonomi Perempuan Lewat Pelatihan Digital Marketing
Next post WALHI Sumsel Buka Lapak Kuliah Jalanan Bahas Bencana Ekstrem