
Artikel – Ukhuwahnews | Busana Melayu merupakan elemen krusial dari identitas budaya yang mencerminkan nilai-nilai adat dan ajaran Islam. Dalam masyarakat Melayu, pakaian tidak hanya berfungsi sebagai penutup tubuh, tetapi juga berperan sebagai simbol kemuliaan dan martabat sosial.
Menurut Koentjaraningrat (2009), pakaian tradisional adalah unsur budaya yang menyimpan nilai, norma, dan identitas kolektif. Prinsip adat “bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah”, menegaskan bahwa busana Melayu harus harmonis dengan ajaran Islam.
Kemajuan teknologi digital dan media sosial membawa pergeseran dalam cara masyarakat Melayu berpakaian, budaya populer global yang disebarluaskan melalui ruang digital mengubah selera berpakaian lokal, termasuk dalam busana adat Melayu.
Busana tradisional Melayu seperti baju kurung dan teluk belanga, dianggap telah sesuai dengan prinsip Islam karena desainnya yang longgar dan sederhana. Namun, Abdullah (2011) berpendapat bahwa modernisasi seringkali menjadikan busana Melayu, lebih menonjolkan aspek estetika dibandingkan etika berpakaian.
Dari perspektif budaya Melayu, busana memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan kesopanan dan keteraturan sosial, Menurut Koentjaraningrat (2009), motif, warna, dan model busana Melayu berfungsi sebagai penanda identitas serta status sosial pemiliknya.
Cultural hybridization (hibridisasi budaya) adalah konsep yang menjelaskan proses pencampuran, antara budaya lokal dengan budaya luar yang menghasilkan bentuk budaya baru. Proses ini tidak bersifat searah, melainkan terjadi melalui interaksi, negosiasi, dan penyesuaian antarbudaya.
Hibridisasi budaya muncul ketika masyarakat lokal tidak sepenuhnya menolak budaya global, tetapi juga tidak menerimanya secara utuh. Unsur budaya asing dikelola, diseleksi, dan dipadukan dengan nilai lokal sehingga menghasilkan praktik budaya yang baru dan unik.
Perubahan busana Melayu di era digital tidak dapat dihindari. Akan tetapi, perubahan tersebut perlu diarahkan untuk tetap mencerminkan nilai kesantunan, kesederhanaan, dan etika berpakaian Islami.
Akhirnya, perubahan busana Melayu di zaman kontemporer merupakan hasil dari globalisasi dan digitalisasi. Melalui pendekatan hibridisasi budaya yang berlandaskan Islam dan adat Melayu, busana Melayu dapat terus berkembang tanpa kehilangan identitas-nya.
Penulis: Vivin Noor Azizah
Editor: Ahmad Hafiizh Kudrawi
About Post Author
Ahmad Hafiizh Kudrawi
More Stories
Pernikahan Adat Melayu di Era Digital: Pelestarian Nilai Tradisional melalui Media Modern
[caption id="attachment_5112" align="aligncenter" width="2560"] Sepasang patung menggunakan pakaian pengantin tradisional khas adat melayu, Kamis(18/12/2025). Ukhuwahfoto/Andika[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Perkembangan...
Masakan Melayu di Era Digital: Antara Tradisi dan Perubahan Zaman
[caption id="attachment_5109" align="aligncenter" width="612"] Sumber/Pixabay[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Masakan tidak pernah berdiri sendiri dalam kebudayaan Melayu. Ia hadir sebagai...
Di Bawah Atap Arsitektur Melayu: Jejak Adat yang Bergeser di Era Digital
[caption id="attachment_5058" align="aligncenter" width="2560"] Sumber/Freepik[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Era digital telah membawa transformasi mendalam pada berbagai aspek kehidupan manusia,...
Tanah Rusak, Sawit Merajalela: Alarm Bahaya dari Perkebunan yang Tak Terkendali
[caption id="attachment_5052" align="aligncenter" width="640"] Dok/Kumparan[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Perubahan penggunaan lahan dari hutan atau lahan alami menjadi perkebunan kelapa...
Memahami Empat Mazhab Besar dalam Islam: Hakikat, Metode Ijtihad, dan Penyebarannya
[caption id="attachment_5003" align="aligncenter" width="1280"] Sumber/Freepik[/caption] Dalam Islam, mazhab adalah metode atau aliran pemikiran dalam memahami hukum Islam (fiqih) berdasarkan Al-Qur’an...
Gastro-Kolonialisme : Penjajahan Melalui Pangan
[caption id="attachment_4837" align="aligncenter" width="1024"] Ukhuwahfoto/Moh. Shabir Al Fikri[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Ketika mendengar kata kolonialisme, apa yang langsung terlintas...

Average Rating