Palembang-Ukhuwahnews | Di sudut tenang pinggiran Kota Palembang, tersembunyi sebuah kawasan yang menggambarkan semangat kolaborasi dan inovasi masyarakat, yakni Kampung Kreatif Sugi Waras yang Terletak di Jalan Amd, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, kampung ini menjadi contoh bagaimana warga bisa menyulap lahan tidur menjadi sumber kehidupan.
Berawal dari lahan kosong yang tidak digunakan, warga bersama para pemuda sekitar menggagas ide membangun kebun kolektif sejak tahun 2019. Momentum pandemi COVID-19, justru menjadi titik tolak yang memperkuat semangat mereka. Di tengah keterbatasan aktivitas, para pemuda dan masyarakat berinisiatif menciptakan ruang produktif yang mampu menghidupkan lingkungan sekitar.
Kini, Kampung Kreatif Sugi Waras dikenal sebagai kawasan pertanian herbal, dengan berbagai tanaman seperti bunga telang, jahe, dan kunyit putih tumbuh subur di sana. Tidak hanya itu, kolam ikan dari bekas galian batu bata pun dimanfaatkan sebagai bagian dari sistem budidaya terpadu.
Seiring berjalannya waktu, warga terus memperluas jenis tanaman yang dibudidayakan. Saat ini, mereka tengah fokus menanam cabai dan bawang yang ditanam secara berkelompok. Tanaman hortikultura ini dipilih karena memiliki nilai ekonomis tinggi serta kebutuhan pasar yang stabil.
Kegiatan berkebun cabai dan bawang dilakukan bersama-sama, mulai dari pengolahan lahan hingga perawatan harian, menjadikan kebun sebagai ruang interaksi sosial sekaligus sumber penghasilan.
Ada pun hal yang membuat kampung ini semakin istimewa, adalah hadirnya kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengolah hasil kebun menjadi produk bernilai jual, seperti teh telang, minuman rempah, dan camilan sehat. Produk-produk ini menjadi ikon lokal dan memperkuat ekonomi warga.
Ketua RT Sugi Waras, Muniruddin, menyebutkan bahwa semangat kebersamaan dan antusiasme anak muda adalah kunci keberhasilan kampung kreatif ini.
“Kami tidak menunggu bantuan datang, tapi kami bergerak dengan apa yang ada. Ternyata hasilnya luar biasa,” ujarnya.
Kampung Kreatif Sugi Waras bukan sekadar kebun atau tempat usaha. Ia adalah simbol ketahanan masyarakat, wadah kreativitas, dan bukti nyata bahwa perubahan bisa lahir dari akar rumput. Dari pinggiran kota, mereka tumbuh perlahan namun pasti menjadi inspirasi bagi banyak desa lainnya.







About Post Author
Ahmad Hafiizh Kudrawi
More Stories
UKMK Teater Gelar Petra 2025: Perayaan Hari Lahir Sekaligus Rangkaian Pelantikan Anggota Baru
Palembang-Ukhuwahnews | Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) Seni dan Budaya Teater Arafah UIN Raden Fatah Palembang, memperingati hari lahir UKMK...
Satu Hari yang Penuh Kreasi: Festival Seni Budaya PGMI UIN Raden Fatah
UIN RF-Ukhuwahnews | Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN...
Leluhur Desa Sedupi: Menyusuri Sejarah Puyang dan Pusaka yang Dihormati
Sedupi - Ukhuwahnews | Di tengah sunyi Desa Sedupi, jejak masa lalu masih berdenyut melalui cerita-cerita yang diwariskan secara lisan....
Santri Se Sumsel Tampilkan Pertunjukan Islami di Acara Penutupan Pesantren Expo
UIN RF - Ukhuwahnews | Memperingati Hari Santri, UIN Raden Fatah Palembang adakan acara Pesantren Expo bersama Forum Pondok Pesantren...
Kampung Nipah Palembang: Sentra Pengrajin kulit Rokok Daun Nipah dengan Tradisi yang Terjaga
Palembang–Ukhuwahnews| Di balik kegunaannya yang sederhana sebagai bahan pembuat ketupat dan atap rumah, daun nipah di Kota Palembang menyimpan cerita...
Kopi Mibar : Ruang Kedai Ramah Lingkungan Sekaligus Ruang Diskusi
Palembang-Ukhuwahnews| Kedai kopi Mibar menawarkan nuansa nongki, membuka ruang diskusi bagi para pengunjung, bebas wadah tanpa kemasan guna tetap menjaga...

Average Rating