Read Time:2 Minute, 13 Second

Sedupi – Ukhuwahnews | Di tengah sunyi Desa Sedupi, jejak masa lalu masih berdenyut melalui cerita-cerita yang diwariskan secara lisan. Baslem, keturunan Puyang yang menjaga sejarah keluarga besarnya, menjadi penghubung antara generasi kini dengan tiga leluhur utama: Puyang Mas Putu, Puyang Syailillah, dan Puyang Sabilillah.

Ia menjelaskan bahwa sebenarnya terdapat sembilan nama Puyang dalam silsilah keluarga, namun hanya tiga nama itulah yang paling kuat bertahan dalam ingatan masyarakat hingga kini. Kisah para Puyang juga terikat dengan makam sakral di kawasan Ilir dekat sungai, sebuah tempat yang dilindungi bangunan sederhana dan hanya dibuka ketika ada warga atau tamu yang meminta izin untuk berziarah di Desa Sedupi, Kecamatan Tanah Abang, PALI.

Selain cerita leluhur, Baslem juga menjaga dua pusaka tua yang diwariskan turun-temurun dan tidak pernah dicabut dari sarungnya demi menjaga kehormatan serta nilai sakralnya. Ia bahkan mengisahkan pengalaman ketika pusaka itu pernah disalahgunakan hingga menimbulkan akibat buruk bagi pelakunya. Di rumahnya tersimpan pula buku silsilah yang mencatat perubahan nama dusun dari Sedupai menjadi Sedupi serta garis keturunan dari Puyang Cili hingga generasi saat ini. Bagi keluarga besar Sedupi, pusaka, cerita, dan makam para Puyang bukan sekadar peninggalan, melainkan identitas hidup yang terus mereka jaga, Sabtu(15/11/2025).

Baslem (kanan), keturunan Puyang di Desa Sedupi, berbincang bersama warga saat menceritakan sejarah leluhur dan pusaka yang diwariskan turun-temurun di keluarganya di desa sedupi, sabtu(15/11/2025). Ukhuwahfoto/Kgs M Haikal Muharam.
Buku silsilah keturunan Puyang Sedupi menampilkan garis keluarga yang diwariskan turun-temurun. Dokumen ini menjadi rujukan penting bagi warga untuk mengenali asal-usul dan sejarah leluhur mereka di desa sedupi,sabtu(15/11/2025). Ukhuwahfoto/Kgs M Haikal Muharam.
Baslem keturunan puyang sedupi memperlihatkan salah satu pusaka peninggalan leluhur yang masih disimpan turun-temurun. Pusaka tersebut dijaga dengan ketat sebagai bagian dari warisan budaya dan sejarah tiga Puyang yang dihormati masyarakat setempat di desa sedupi,Sabtu(15/11/2025). Ukhuwahfoto/Kgs M Haikal Muharam.
Seorang warga Desa Sedupi memperhatikan struktur makam Puyang yang berada di area Ilir. Makam tersebut menjadi simbol kuat warisan leluhur yang masih dihormati dan dirawat oleh masyarakat setempat di desa sedupi,Senin (17/11/2025). Ukhuwahfoto/Kgs M Haikal Muharam.
Baslem warga Desa Sedupi, berdiri mengamati makam Puyang yang membentang panjang di ilir sungai desa sedupi. Makam sederhana ini menjadi bukti kehormatan masyarakat terhadap warisan leluhur yang dijaga dan dirawat di tengah arus modernisasi, Senin (17/11/2025).Ukhuwahfoto/Kgs.M Haikal Muharam.

About Post Author

Vivin Noor Azizah

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Kolaborasi JPPR dan Kesbangpol Tingkatkan Kualitas dan Partisipasi Pemilih Palembang
Next post FJPI Sumsel Gelar Workshop KBGO: Perempuan Masih Rentan Jadi Target Kekerasan Digital