Read Time:1 Minute, 41 Second
Potret Makam Sultan Mahmud Badaruddin Joyo Wikromo, Imam Sayid Idrus Al. Idrus dan dua istrinya di Kompleks Makan Kawan Tekureb, Palembang, Selasa (28/10/2025) Ukhuwahfoto/Jimas Muamar

Palembang-Ukhuwahnews | Kompleks pemakaman bersejarah Kawah Tekureb, merupakan tempat peristirahatan keluarga Sultan Mahmud Badaruddin Joyo Wikromo, di daerah Lemabang, Kota Palembang, Selasa (28/10/2025).

‎Pada tahun 1724, Sultan Mahmud Badaruddin Joyo Wikromo (Sultan Mahmud Badaruddin I) pada umur dua tahun naik tahta menjadi Sultan Palembang. Beliau menggantikan Kakeknya Sultan Agung Komaruddin Sri Teruno.

‎”Semasa hidupnya Sultan Mahmud Badaruddin I, dikenal sebagai Waliyullah dan juga penyebar agama islam, hingga pengaruhnya sampai ke Cina (Tiongkok), Malaysia (Kelantan), Jawa (Demak), untuk memperluas pengaruh agama isIam di berbagai wilayah tersebut,” ujar juru kunci ichsan.

‎”Semasa kepemimpinan Sultan Mahmud Badaruddin I, dikenal sebagai era pembangunan salah satunya Makam Kawah Tekureb yang dibangun pada tahun 1728 yang bersamaan dengan Masjid Agung,” lanjutnya saat di wawancarai.

‎Komplek Pemakaman Kawah Tekureb, dibangun khusus untuk makam Utama Sultan Mahmud Badaruddin I dan keluarga beliau hingga orang terpenting disisih Sultan.

‎”Di pemakaman tersebut ada beberapa nama yang dikenal pada massa itu Imam Sayid Idrus Al. Idrus (guru besar), Ratu Sepuh (istri pertama), Ratu Gadung (istri kedua), Mas Ayu Ratu (istri ketiga), (Nyai Mas Naima (istri keempat),” tuturnya.

‎”Bangunan Kawah Tekurep disebut tersirat dalam kitab suci Al-Qur’an, dengan enam makam melambangkan rukun iman dan dua pintu melambangkan dua kalimat syahadat,” kata ichsan.

‎Makam para wali dan tokoh penting (makam waliyullah), selalu diletakkan di dataran tertinggi sebagai simbol ketinggian ilmu, sementara makam keluarga atau kerabat lainnya berada di dataran yang lebih rendah.

‎”Harapan terbesar saya sebagai juru kunci adalah agar pemerintah dan seluruh masyarakat Kota Palembang dapat memberikan perhatian penuh untuk menjaga, memelihara, dan merawat makam para wali Allah,” pungkas Ichsan.

‎Sebab, Makam Kawah Tekureb adalah cikal bakal sejarah Kesultanan Palembang Darussalam. Jika bukan kita yang menjaganya, siapa lagi yang akan merawat warisan yang seharusnya tersebar ke samapai mancanegara, “tutup Ichsan.

Reporter: Jimas Muamar

Editor: Ahmad Hafiizh Kudrawi

About Post Author

Ahmad Hafiizh Kudrawi

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Perempuan-Perempuan Tangguh di Ujung Sawah Sedupi
Next post Pameran Mikro Plastik Soroti Kedekatan Manusia dengan Sampah Plastik