
Palembang-Ukhuwahnews| Kedai Roemah Tumbuh Kembang menggelar Mikro Plastik Pameran dengan menyajikan empat karya seni rupa, mulai dari tanggal 20-28 November 2025 di Jalan Mahameru Plaju Palembang.
Mahesa Putra selaku salah satu narator, menjelaskan alasan dibuatnya pameran ini atas dasar keresahan seniman yang merasa kurang puas berkarya di ruang lingkup formal, Kamis (20/11/2025).
”Resah karena di ruang kampus tidak bisa mengekspresikan diri dengan bebas, maka dari itu saya membuat ruang sendiri,” jelasnya.
Baca juga: Air Tercemar di Tanah yang Asri, Sedupi Darurat Air Bersih
Lebih lanjut, Mahesa menyebutkan tujuan dari digelarnya Pameran Mikro Plastik ialah sebagai pengingat sosial akan isu lingkungan, terkhusus sampah plastik.
”Kami membuat pameran ini untuk menyadarkan tentang betapa dekatnya kita selama ini dengan plastik, namun kita terlalu abai dengan sampah yang ada di sekitar,” sebut Mahesa.
Ia juga mengungkapkan dari patung yang dibuat merupakan bentuk implementasi bahwa berkarya tidak ada batasan dalam bereskpresi, serta berpikir secara liar.
“Banyak sudut pandang yang dicurahkan di sini, dari berbagai bidang yang digeluti oleh perupa dan narator,” ungkapnya.
Pada Mikro Plastik Pameran terdapat empat karya patung yang terbuat dari kerangka besi dibalut jaring kawat, kemudian diisi sampah plastik, yakni:
1. Belido hari ini karya Febriansyah, dengan narator Marsya Dwi Rismanda
2. Homo Plasticus karya Tama, dengan narator Mahesa Putra
3. Bocah hebat karya Liando, dengan narator Kms. Yudha
4. Manusia Setengah Dewa karya Muhamad Farhan, dengan narator Nabilla Kartika
Di tempat yang sama seniman Manusia Setengah Dewa, Muhammad Farhan turut menjelaskan alasan di balik pemberian nama patungnya ialah bentuk merespon pola perilaku manusia, terkait kesadaran terhadap sampah.
”Kondisinya sekarang banyak manusia yang berlagak seperti dewa, tidak memikirkan dampak dari apa yang mereka perbuat dapat membuat banyak kerusakan,” jelas Farhan saat bicara di teras Roemah Tumbuh Kembang.
Lebih lanjut, Farhan menyebutkan bahwa karya ini di buat untuk refleksi diri, serta pengingat secara menyeluruh.
”Saya menyinggung karena banyak orang yang belum sadar akan limpahan sampah, lalu minimnya cara pengolahan,” tutupnya.
Sejak sore hari, pengunjung mulai berdatangan. Narator berinteraksi sambil mempresentasikan karya patung dan narasi yang telah disiapkan.
Penulis: Kiranty Dwi Novitasari, Fajar Dwi Saputra (Calon Anggota LPM Ukhuwah)
Editor: Vivin Noor Azizah
About Post Author
Vivin Noor Azizah
More Stories
Menelisik Cerita Animisme Runtuh di Desa Sedupi
[caption id="attachment_5105" align="aligncenter" width="1074"] Ukhuwah Desain/Ahmad Hafiz Qudrawi[/caption] Kentalnya unsur animisme tak bisa disangkal sangat kuat terutama di Nusantara, karena...
YIM Sumsel Dorong Literasi Jurnalis Untuk Perangi HIV, TB dan NAPZA di Palembang
[caption id="attachment_4997" align="aligncenter" width="1619"] Penyampaian materi oleh Nila erina pada acara Program Community Strengthening system-Human Right di Azza Hotel Kota...
FJPI Sumsel Gelar Workshop KBGO: Perempuan Masih Rentan Jadi Target Kekerasan Digital
[caption id="attachment_4914" align="aligncenter" width="2560"] Suasana Workshop Isu Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang menghadirkan Jasmine Floretta sebagai narasumber dari Media...
Kolaborasi JPPR dan Kesbangpol Tingkatkan Kualitas dan Partisipasi Pemilih Palembang
[caption id="attachment_4898" align="aligncenter" width="1280"] Kepala bidang (Kabid) Politik Dalam Negeri (Poldagri) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kota Palembang, Farid Wajidi...
Langkah Awal untuk Bumi lebih Bersih dan Hijau
[caption id="attachment_4886" align="aligncenter" width="2560"] Foto bersama murid SMP Widya Bhakti yang antusiasme dalam kegiatan bertema lingkungan di Lorong Yakin, RT...
Sedupi Menangis di Balik Tarian: Siapa yang Akan Menari Setelah Kami?
[caption id="attachment_4883" align="aligncenter" width="1600"] Tiga Maestro penari Tari Si Burung Putih dan kain songket khas Palembang. Minggu, (16/112025) Ukhuwahfoto/Jimas Muamar[/caption]...

Average Rating