Read Time:2 Minute, 24 Second
Sumber/Youtube

Penulis : Annisa Meidiani

Film berjudul serigala langit mengambil genre drama ala indonesia. Film ini dirilis pada tahun 2021. Meskipun pada awalnya direncanakan rilis di bioskop pada 2020, tetapi batal akibat pandemi Covid-19 yang kemudian ditayangkan secara eksklusif di MAXstream pada 10 Agustus 2021.

Film Serigala langit disutradarai oleh Reka Wijaya dan didukung oleh Tentara Negara Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU). Dan dibintangi Deva Mahenra, Yoshi Sudarso, Bunga Jelitha, Anya Geraldine dan Dian Sidik.

Pengambilan gambar dilakukan di beberapa lokasi di Lanud Iswahyudi, Kohanudnas dan Lanud Adisutjipto. Film ini juga mempergunakan beberapa alutsista (alat utama sistim senjata) milik TNI AU seperti F-16, T-50 Golden Eagle, Sukhoi Su-30, Boeing 737, C-130 Hercules dan helikopter Airbus Helicopters H225M (dulunya bernama Eurocopter EC 725 Caracal, juga bernama Super Cougar).

Dalam film ini juga adalah kedua kalinya Donny Damara dan Dede Yusuf, berakting di film yang sama tentang penerbangan militer semenjak Perwira dan Ksatria. Film ini juga didukung oleh Paskhas beserta perlengkapannya yang merupakan dukungan TNI AU untuk film ini.

Film ini menceritakan tentang kehidupan seorang pilot pesawat tempur muda bernama Gadhing Baskara (diperankan Deva Mahendra) yang arogan, namun harus berjuang bangkit dari kegagalan dan mencari jati diri.

Baca juga: Resensi Film Believe “Saat Takdir, Mimpi, dan Keberanian Bertarung dalam Satu Medan”

Gadhing “Panther” Baskara (Deva Mahenra), seorang penerbang pesawat tempur TNI AU di Skadron 10 – Srigala Langit (Skadron fiktif). Selama ini ia selalu menjadi yang terbaik di Akademi Angkatan Udara dan Sekolah Penerbang TNI AU, sehingga membuatnya merasa bisa melakukan hal yang sama di Skadron Srigala Langit dan menjadikannya sombong. Di balik kesombongannya, ia sebenarnya menyimpan persoalan serius di dirinya, karena sudah lama tidak berkomunikasi dengan ayahnya.

Pada masa itu, skadron ini berada dibawah pimpinan Marsekal Pertama Erik “Red Bee” (Donny Damara), Komandan Pangkalan Angkatan Udara yang sedang dalam misi untuk mengawal dan sekaligus mengantarkan seorang wanita berkebangsaan asing bernama Helen (Christina Danilla).

Lalu berlanjut, pada Tami “Rajawali” (Bunga Jelitha) mendapatkan mandat untuk mengantarkan wanita itu dengan pesawat C-130 Hercules dengan mendapatkan pengawalan dari Skadron Serigala Langit.

Di skadron tersebut, Gadhing mengagumi Tami, seniornya yang menjadi penerbang C-130 Hercules, dan mempunyai teman untuk berbagi cerita yaitu Nadya (Anya Geraldine), seorang teman masa kecilnya. Nadya sekarang menjadi atlet paralayang bersama ayahnya, Panji (Dede Yusuf) yang mengelola sebuah klub paralayang.

Film ini juga menyelipkan nilai-nilai patriotisme dan perjuangan TNI AU, sekaligus menampilkan sisi personal para prajuritnya, termasuk hubungan Gadhing dengan keluarganya, teman masa kecilnya, dan rekan-rekan sesama penerbang. Kemudian film ini memiliki kelebihan salah satunya menekankan bahwa kegagalan tidak harus dihadapi sendiri dan pentingnya meminta bantuan orang lain.

Di samping aksi militer, film ini juga menggali kehidupan pribadi Gadhing, termasuk hubungannya yang renggang dengan ayahnya, serta persahabatannya yang dekat dengan Nadya (Anya Geraldine), teman masa kecilnya yang kini menjadi atlet paralayang.

Editor: Ahmad Hafiizh Kudrawi

About Post Author

Ahmad Hafiizh Kudrawi

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Langkah Awal untuk Bumi lebih Bersih dan Hijau
Next post Kolaborasi JPPR dan Kesbangpol Tingkatkan Kualitas dan Partisipasi Pemilih Palembang