Read Time:2 Minute, 18 Second
UkhuwahDesain/Muhammad Alvan Tio Wahyudi

Artikel – Ukhuwahnews | Sepeda motor Honda Beat kerap menjadi sasaran empuk pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di berbagai daerah di Indonesia. Skuter matik (Skutik) produksi PT Astra Honda Motor (AHM) ini tercatat sebagai salah satu motor yang paling sering dilaporkan hilang, baik di kawasan permukiman, pusat perbelanjaan, hingga area parkir umum.

Selain itu, maraknya kasus pencurian Honda Beat bukan tanpa alasan. Sejumlah faktor teknis, ekonomi, hingga kebiasaan pemilik kendaraan dinilai menjadi penyebab utama motor ini mudah dibidik pelaku kejahatan.

Dikutip dari Kompas.id, pencuri sepeda motor umumnya mengincar kendaraan kelas bawah atau Entry Level karena memiliki banyak peminat di pasar gelap dan fitur keamanannya relatif lebih mudah dibobol.

Sementara itu, Honda Beat merupakan salah satu motor terlaris di Indonesia dengan populasi yang sangat besar. Banyaknya unit yang beredar membuat motor ini mudah ditemukan di berbagai lokasi.

‎Baca juga: Jauh dari Rumah? Ini Cara Mahasiswa Rantau Beradaptasi Dengan Lingkungan Baru

‎Kondisi tersebut, memberikan peluang lebih besar bagi pelaku curanmor untuk beraksi tanpa menimbulkan kecurigaan, karena keberadaan Honda Beat dianggap hal yang lumrah di mana pun berada.

‎Selain faktor populasi, nilai ekonomi Honda Beat juga menjadi daya tarik tersendiri. Suku cadang motor ini tergolong mudah dijual dan memiliki tingkat kompatibilitas tinggi antar generasi.

Komponen seperti bodi, mesin, velg, hingga ECU banyak dicari di pasaran, baik untuk kebutuhan perbaikan maupun modifikasi. Akibatnya, motor hasil curian kerap langsung dipreteli dan dijual terpisah, sehingga menyulitkan proses penelusuran oleh aparat kepolisian.

Dari sisi teknis, sistem keamanan standar Honda Beat dinilai masih memiliki celah. Pada beberapa kasus pencurian, pelaku hanya membutuhkan waktu singkat untuk merusak kunci kontak, terutama pada motor yang tidak dilengkapi pengaman tambahan seperti kunci ganda atau alarm.

‎Hal ini, semakin diperparah dengan rendahnya kesadaran sebagian pemilik kendaraan dalam menjaga keamanan motornya.

Kebiasaan buruk, memarkir motor sembarangan tidak mengunci setang, meninggalkan motor di lokasi minim pengawasan, sehingga lalai meski hanya sebentar, kerap menjadi peluang emas bagi pelaku kejahatan.

Bahkan, sejumlah kasus menunjukkan pencurian terjadi di siang hari saat aktivitas masyarakat sedang ramai.

Pihak kepolisian juga sering mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi pengguna motor jenis skutik populer seperti Honda Beat.

Dilain sisi, penggunaan kunci ganda, pengunci cakram, alarm, serta memarkir kendaraan di tempat aman dan terpantau CCTV menjadi langkah pencegahan yang disarankan.

Terlepas dari itu, pemanfaatan teknologi seperti pemasangan pelacak GPS tersembunyi dinilai efektif untuk membantu pelacakan apabila motor dicuri.

Di samping itu, edukasi kepada masyarakat juga menjadi hal penting agar pemilik kendaraan tidak menganggap remeh aspek keamanan, meskipun kendaraan hanya ditinggalkan dalam waktu singkat.

Dengan meningkatnya kesadaran pemilik, dukungan teknologi pengamanan, serta pengawasan lingkungan yang lebih ketat, diharapkan angka pencurian sepeda motor, khususnya Honda Beat, dapat ditekan dan tidak lagi menjadi sasaran empuk pelaku curanmor.

Penulis: Muhammad Alvan Tio Wahyudi
Editor: Jimas Muamar

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Jauh dari Rumah? Ini Cara Mahasiswa Rantau Beradaptasi Dengan Lingkungan Baru
Next post Sisa Denyut Pasar Sekanak Palembang