
Artikel-Ukhuwahnews | Perkembangan teknologi yang pesat sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari termasuk dalam bidang finansial, kehadiran aplikasi dompet digital atau lebih dikenal e-wallet memberi berbagai layanan keuangan yang berfungsi untuk menyimpan uang dalam bentuk saldo digital.
Dompet digital juga dapat digunakan untuk melakukan transaksi jual-beli baik itu online maupun offline, sehingga memudahkan proses transaksi tanpa perlu membawa uang cash karena cukup memerlukan handphone yang tersedia dana digital.
Tak henti sampai situ, biasanya dompet digital sering memberikan banyak promo menarik seperti diskon besar-besaran, cashback pembelian dan promo akhir bulan/tahun, semua penawaran ini mampu menggoda pengguna untuk lebih sering melakukan aktivitas finansial dalam dompet digital tersebut.
Dengan segala kemudahan yang disediakan dompet digital pasti akan membawa perubahan dalam perilaku masyarakat beraktivtias dengan keuangan.
Akan tetapi, apakah dompet digital lebih mempermudah kita untuk mengelola uang secara teratur atau malah mengiring ke perilaku konsumtif seperti belanja impulsif.
Baca juga: Tak Kunjung Turun, Masyarakat Keluhkan Harga Bahan Pokok Pascalebaran
1. Keberkahan dompet digital dalam literasi keuangan
Memang aplikasi dompet digital menyimpan seribu manfaat yang sangat membantu dalam aktivitas terkait finansial, selain membuat proses transaksi jauh lebih simpel, dompet digital juga memiliki satu fitur yang mencatat setiap pengeluaran dengan detail dan akurat, tentunya ini mempermudah kita untuk mengevaluasi keseluruhan finansial dalam jangka waktu tertentu.
Manfaat lainnya terdapat dalam faktor keamanan, kebanyakan aplikasi dompet digital saat ini sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga keamanannya akan terjamin. Tersedia juga metode pengamanan bervariasi, mulai dari verifikasi identitas, sidik jari, pin password, sampai scan wajah, membuat pengguna layanan ini sangat terjaga dari risiko peretasan.
Bertransaksi secara digital juga mengurangi risiko kehilangan uang akibat pencurian, mendapat uang palsu dan terjadi salah hitung uang saat pembayaran pun tidak akan terjadi sehingga setiap transaksi menjadi lebih aman.
2. Efek samping yang timbul dari dompet digital
Melakukan transaksi melalui dompet digital dimana proses jual-beli tanpa perlu mengeluarkan uang cash memberi kemudahan dan kenyamanan. Belum lagi tampilan aplikasi yang tersedia dapat mudah digunakan secara praktis, namun segala kemudahan itu tentu bisa mengelabui, tanpa kita sadari sudah berapa jumlah barang yang dibeli secara impulsif, sampai kita pun tidak dapat lagi membedakan antara kebutuhan atau keinginan.
Promo yang berisi diskon dan cashback besar-besaran pun tidak luput memancing hasrat belanja pengguna dompet digital. Dengan notifikasi terus berbunyi sampai pesan-pesan penawaran tiada henti dilontarkan, membuat tangan pengguna layanan tersebut gatal untuk menekan tombol checkout ke barang yang diincarnya selama ini.
Namun, bukankah percuma saja, mau itu diskon atau cashback sebesar apapun, apabila kita membeli barang-barang tersebut, dengan jumlah serta harga yang tidak sesuai kemampuan finansial kita berarti sama saja namanya “rugi”, apalagi biasanya barang-barang diskon itu adalah stok barang lama atau bekas yang belum terjual, tentu kualitasnya tidak dapat terjamin, kalau barangnya baru dibeli satu-dua hari langsung rusak, udah tahu sendirikan kemungkinan situasinya disebut apa.
3. Paylater Menambah Godaan Perilaku Konsumtif
Tak hanya tawaran promo yang menggoda, ada juga beberapa dompet digital yang menyediakan layanan paylater sekaligus dalam aplikasinya. Fitur ini pasti akan menarik perhatian para pengguna dompet digital untuk menggunakan layanan tersebut, apalagi ada kemudahan akses serta potongan diskon besar-besaran yang diberikan ketika pengguna memakai layanan paylater untuk berbelanja.
Namun, hal ini hanya manis di awal, seperti yang diketahui layanan paylater mempunyai suku angka bunga yang bisa mencapai angka 2,95 persen, tentunya pengguna terpaksa mengembalikan uangnya berkali-kali lipat dari jumlah yang dipinjamnya.
Situasi ini dapat terjadi diakibatkan keinginan tidak terkendali untuk punya barang impian, adanya promo yang menarik sampai ke tekanan tren media sosial yang mendorong orang berlomba-lomba menunjukkan harta yang dimilikinya.
4. Kesenjangan antara Literasi dan Konsumtif
Sebenarnya apakah dompet digital mendukung literasi keuangan lebih baik atau malah menjebak dalam perilaku konsumtif. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024, menunjukkan indeks literasi keuangan penduduk indonesia sebesar 65,43 persen.
Akan tetapi, Populix merilis survei yang melibatkan sebanyak 1086 responden, salah satu motivasi responden melakukan pembelian adalah adanya promo bulanan yang mengakibatkan perilaku impulsif buying masyarakat indonesia dengan belanja secara online, padahal mengingat survei ini dilakukan pada tahun 2023 yakni ditengah masa resesi ekonomi.
Melalui dua survei ini dapat terlihat walaupun mayoritas penduduk telah mendapatkan literasi keuangan yang baik, namun hal ini tidak mampu mencegah dari perilaku belanja impulsif yang disebabkan dari beragamnya tawaran produk serta promo menarik di marketplace, belum lagi biasanya toko online ini telah terhubung langsung dengan aplikasi dompet digital, penawaran menarik serta kemudahan akses transaksi tentu akan sangat memancing hasrat pengguna untuk berbelanja terutama di platform digital.
Mengambil inti dari tulisan ini, sebenarnya dompet digital dapat menjadi alat bantu dalam proses pengelolaan uang yang baik dan teratur hingga mendukung untuk mencapai suatu tujuan finansial, namun, apabila memang individu tersebut punya kebiasaan buruk atau tidak mampu mengatur uang dengan baik, maka bisa saja dompet digital yang akan mengendalikan dirinya, sekali lagi ditekankan dompet digital dapat membantu atau menjebak, itu semua tergantung kendali pikiran serta ujung jari dari masing-masing penggunanya.
Penulis: Ahmad Hafizh Qudrawi
Editor: Vivin Noor Azizah
About Post Author
Vivin Noor Azizah
More Stories
Pernikahan Adat Melayu di Era Digital: Pelestarian Nilai Tradisional melalui Media Modern
[caption id="attachment_5112" align="aligncenter" width="2560"] Sepasang patung menggunakan pakaian pengantin tradisional khas adat melayu, Kamis(18/12/2025). Ukhuwahfoto/Andika[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Perkembangan...
Masakan Melayu di Era Digital: Antara Tradisi dan Perubahan Zaman
[caption id="attachment_5109" align="aligncenter" width="612"] Sumber/Pixabay[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Masakan tidak pernah berdiri sendiri dalam kebudayaan Melayu. Ia hadir sebagai...
Busana Melayu di Era Digital Alami Perubahan, Antara Nilai Islam dan Tantangan Globalisasi
[caption id="attachment_5091" align="aligncenter" width="1080"] Ukhuwahdesain/Vivin Noor Azizah[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Busana Melayu merupakan elemen krusial dari identitas budaya yang...
Di Bawah Atap Arsitektur Melayu: Jejak Adat yang Bergeser di Era Digital
[caption id="attachment_5058" align="aligncenter" width="2560"] Sumber/Freepik[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Era digital telah membawa transformasi mendalam pada berbagai aspek kehidupan manusia,...
Tanah Rusak, Sawit Merajalela: Alarm Bahaya dari Perkebunan yang Tak Terkendali
[caption id="attachment_5052" align="aligncenter" width="640"] Dok/Kumparan[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Perubahan penggunaan lahan dari hutan atau lahan alami menjadi perkebunan kelapa...
Memahami Empat Mazhab Besar dalam Islam: Hakikat, Metode Ijtihad, dan Penyebarannya
[caption id="attachment_5003" align="aligncenter" width="1280"] Sumber/Freepik[/caption] Dalam Islam, mazhab adalah metode atau aliran pemikiran dalam memahami hukum Islam (fiqih) berdasarkan Al-Qur’an...

Average Rating