
Palembang – Ukhuwahnews| Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatra Selatan menggelar aksi demonstrasi di depan Polda Sumatera Selatan, Kamis (12/03/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas mahasiswa sekaligus menuntut penegakan keadilan dan perlindungan hak korban dalam sejumlah kasus yang diduga melibatkan oknum kepolisian.
Menteri Luar Negeri BEM Universitas PGRI Palembang, Yoga Dedek Pratama mengatakan aksi tersebut dilatarbelakangi oleh tiga kasus yang terjadi dalam satu bulan terakhir.
“Pertama, pemukulan terhadap Ari Untu oleh oknum Brimob. Kedua, pembubaran massa aksi saat kasus penembakan tidak sengaja terhadap Bernat (18) oleh pihak kepolisian. Ketiga, dugaan penjebakan terhadap seorang ABK yang baru bekerja tiga hari dan dituduh membawa tiga kilogram narkoba. Sementara itu, anggota kepolisian di NTB yang menerima suap Rp2,5 miliar hanya dipindahkan ke Mabes Polri tanpa pemecatan maupun hukuman,” ujar Yoga.
Yoga juga mengungkapkan bahwa mahasiswa sebelumnya telah mengajukan surat pemberitahuan aksi kepada pihak Polda Sumsel, namun sempat mendapat hambatan.
Baca juga: 11 Aliansi BEM Sumsel Demo di Polda, Ajukan 9 Tuntutan Reformasi Polri
“Aksi ini sebenarnya direncanakan pada hari Senin, tetapi kami dihalangi saat memasukkan surat. Padahal, kami sudah mengirimkan surat pemberitahuan pada hari Jumat dan Sabtu,” ungkapnya.
Selain menyampaikan tuntutan, mahasiswa juga berencana melakukan penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas kepada korban dan keluarganya.
“Kami akan melakukan penggalangan dana untuk membantu keluarga korban yang berduka serta menyuarakan hak-hak saudara kami,” jelasnya ketika diwawancari saat massa aksi bubar.
Yoga menambahkan bahwa proses menuju aksi ini telah melewati tahapan sejak jauh hari.
“Sejak dua minggu sebelumnya melalui tiga kali konsolidasi dan melibatkan mahasiswa dari sepuluh kampus yang tergabung dalam Aliansi BEM Sumsel.

Terakhir, ia juga menilai pihak kepolisian kurang menghargai aksi mahasiswa dan terkesan hanya melakukan pencitraan di hadapan publik dengan membawa unsur agama, mengenakan atribut seperti sorban putih, kerudung putih, dan kopiah.
“Kami saja melarang mahasiswa yang tidak berpuasa untuk jangan makan dan minum serta tidak boleh merokok selama aksi, sebagai bentuk menghargai pada bulan Ramadan. Kami tidak menyudutkan pihak kepolisian, namun mereka justru terkesan hanya melakukan pencitraan di depan publik,” tutupnya.
Reporter: Nia Purnamasari
Editor: Jimas Muamar
About Post Author
Nia Purnamasari
More Stories
11 Aliansi BEM Sumsel Demo di Polda, Ajukan 9 Tuntutan Reformasi Polri
[caption id="attachment_5651" align="aligncenter" width="1280"] Demonstran membentangkan spanduk dan berkumpul di depan gedung Polda (Polisi Daerah) Sumatra Selatan, Kamis, (12/3/2026). Ukhuwahfoto/Kiranty.[/caption]...
Cap Go Meh: Momen Pedagang Meraup Rezeki
[caption id="attachment_5612" align="alignleft" width="1920"] Potret Efendi seorang pedang penjual mainan di Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, pada Sabtu...
Malam Terakhir Menuju Puncak Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro
[caption id="attachment_5608" align="alignnone" width="1500"] Panitia penjaga sumbangan dan kertas doa perayaan Cap Go Meh di kelenteng Hok Jing Rio Pulau...
Komunitas Barongsai Tiang En Meriahkan Cap Go Meh 2577 Kongzili di Pulau Kemaro
[caption id="attachment_5597" align="aligncenter" width="1920"] Atraksi Barongsai memeriahkan perayaan Cap Go Meh di kawasan Pulau Kemaro, Palembang, Sabtu (01/02/2025). Ukhuwahfoto/Muhammad Alvan...
Di Tengah Ragam Menu Berbuka, Bubur Suro Tetap Jadi Warisan yang Dijaga
[caption id="attachment_5568" align="alignnone" width="821"] Juru masak M. Rizal sedang mengemas Bubur Suro yang berlokasi di Jalan Ki Gede Ing Suro,...
Persiapan Masjid Agung Palembang Jelang Bulan Suci Ramadhan 1447H
[caption id="attachment_5548" align="alignnone" width="1600"] Tampak depan Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikromo, Palembang, Rabu (18/02/2026).Ukhuwahfoto/Tanya Zalzalbilla[/caption] Palembang - Ukhuwahnews |...

Average Rating