Read Time:2 Minute, 23 Second

Penulis: Jimas Muamar (Pengurus LPM Ukhuwah) 

Palembang – Ukhuwahnews | Lampion merah bergantungan, memancarkan cahaya hangat di tengah gelap malam di Pulau Kemaro. Dentuman tambur barongsai berpadu dengan sorak-sorai pengunjung, sementara aroma dupa dari Klenteng Hok Tjing Rio menguar, menghadirkan suasana sakral sekaligus meriah dalam perayaan Cap Go Meh.

Pagoda di kawasan Pulau Kemaro dihiasi lampion merah saat perayaan Cap Go Meh, Sabtu (28/02/2026). Ukhuwahfoto/Jimas Muamar

‎Malam itu, Pulau Kemaro tampak lebih hidup dari biasanya. Ribuan masyarakat hadir menyaksikan H-1 puncak rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Anak-anak didampingi oleh orang tua, remaja mengabadikan momen dengan ponsel, sementara orang dewasa larut dalam doa dan hiburan budaya yang ditampilkan.

Seorang anak menyerahkan angpau kepada barongsai saat perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, Sabtu (28/02/2026). Momen tersebut menjadi bagian dari tradisi yang dipercaya membawa keberuntungan dan menambah semarak suasana perayaan. Ukhuwahfoto/Jimas Muamar

‎Di tengah kemeriahan tersebut, aparat keamanan terlihat bersiaga di berbagai titik strategis. Seragam TNI dan Polri berdiri menyatu di tengah keramaian, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.

‎Juru bicara, Aparat Keamanan Pos Depan, M. Andriansyah menjelaskan bahwa pengamanan telah dipersiapkan sejak awal kegiatan.

‎“Yang jelas, kami dari jajaran Polda Sumsel sudah menyiapkan personel untuk pengamanan sejak kemarin, dimulai dari awal perayaan ini sampai nanti acara benar-benar selesai,” ujarnya, pada Minggu (28/02/2026).

‎Pengamanan dilakukan secara terpadu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemerintah daerah. Personel TNI dan Polri turut hadir untuk mengantisipasi potensi gangguan yang mungkin terjadi akibat tingginya jumlah pengunjung.

‎“Potensi kerawanan di tempat ramai seperti ini tentu ada, misalnya pencopetan, anak hilang, atau barang-barang yang tertinggal di area Pulau Kemaro,” jelasnya.

‎Meski begitu, situasi selama perayaan berlangsung tetap kondusif. Beberapa kejadian kecil seperti anak terpisah dari orang tua maupun barang tertinggal dapat segera ditangani petugas.

Pengunjung berjejer menyaksikan atraksi Barongsai, semarak suasana berlangsung aman dan tertib pada Sabtu (28/02/2026). Ukhuwahfoto/Jimas Muamar

‎“Alhamdulillah, sementara ini tidak ada kejadian berbahaya. Kalau pun ada kejadian kecil, bisa langsung kami selesaikan,” tambahnya.

‎Di sisi lain, antusias pengunjung tidak surut meski malam semakin larut. Rina (27), yang datang bersama keluarganya, mengaku selalu menantikan perayaan Cap Go Meh setiap tahun.

‎“Kalau malam seperti ini suasananya lebih terasa, lampionnya cantik sekali. Saya memang selalu berusaha datang,” tuturnya dengan wajah yang gembira.

‎Pengunjung lainnya, Andi (32), yang baru pertama kali hadir, mengaku terkesan dengan kemeriahan dan ketertiban acara.

‎“Ramai sekali, tapi tetap tertib. Pengamanannya juga terlihat jelas,” ungkapnya.

‎Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro malam itu bukan sekadar pesta budaya. Ia menjadi ruang perjumpaan, tempat keberagaman dirayakan dalam harmoni. Di bawah cahaya lampion dan langit gelap Palembang, masyarakat membuktikan bahwa perbedaan dapat menyatu dalam kebersamaan.

‎Editor: Nabilla Kartika Wiranti

About Post Author

Jimas Muamar

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Cap Go Meh: Momen Pedagang Meraup Rezeki
Next post Klenteng Hok Tjing Rio: Tempat Sembahyang Etnis Tionghoa Setiap Cap Go Meh