Penulis: Jimas Muamar (Pengurus LPM Ukhuwah)
Palembang – Ukhuwahnews | Lampion merah bergantungan, memancarkan cahaya hangat di tengah gelap malam di Pulau Kemaro. Dentuman tambur barongsai berpadu dengan sorak-sorai pengunjung, sementara aroma dupa dari Klenteng Hok Tjing Rio menguar, menghadirkan suasana sakral sekaligus meriah dalam perayaan Cap Go Meh.

Malam itu, Pulau Kemaro tampak lebih hidup dari biasanya. Ribuan masyarakat hadir menyaksikan H-1 puncak rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Anak-anak didampingi oleh orang tua, remaja mengabadikan momen dengan ponsel, sementara orang dewasa larut dalam doa dan hiburan budaya yang ditampilkan.

Di tengah kemeriahan tersebut, aparat keamanan terlihat bersiaga di berbagai titik strategis. Seragam TNI dan Polri berdiri menyatu di tengah keramaian, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.
Juru bicara, Aparat Keamanan Pos Depan, M. Andriansyah menjelaskan bahwa pengamanan telah dipersiapkan sejak awal kegiatan.
“Yang jelas, kami dari jajaran Polda Sumsel sudah menyiapkan personel untuk pengamanan sejak kemarin, dimulai dari awal perayaan ini sampai nanti acara benar-benar selesai,” ujarnya, pada Minggu (28/02/2026).
Pengamanan dilakukan secara terpadu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemerintah daerah. Personel TNI dan Polri turut hadir untuk mengantisipasi potensi gangguan yang mungkin terjadi akibat tingginya jumlah pengunjung.
“Potensi kerawanan di tempat ramai seperti ini tentu ada, misalnya pencopetan, anak hilang, atau barang-barang yang tertinggal di area Pulau Kemaro,” jelasnya.
Meski begitu, situasi selama perayaan berlangsung tetap kondusif. Beberapa kejadian kecil seperti anak terpisah dari orang tua maupun barang tertinggal dapat segera ditangani petugas.

“Alhamdulillah, sementara ini tidak ada kejadian berbahaya. Kalau pun ada kejadian kecil, bisa langsung kami selesaikan,” tambahnya.
Di sisi lain, antusias pengunjung tidak surut meski malam semakin larut. Rina (27), yang datang bersama keluarganya, mengaku selalu menantikan perayaan Cap Go Meh setiap tahun.
“Kalau malam seperti ini suasananya lebih terasa, lampionnya cantik sekali. Saya memang selalu berusaha datang,” tuturnya dengan wajah yang gembira.
Pengunjung lainnya, Andi (32), yang baru pertama kali hadir, mengaku terkesan dengan kemeriahan dan ketertiban acara.
“Ramai sekali, tapi tetap tertib. Pengamanannya juga terlihat jelas,” ungkapnya.
Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro malam itu bukan sekadar pesta budaya. Ia menjadi ruang perjumpaan, tempat keberagaman dirayakan dalam harmoni. Di bawah cahaya lampion dan langit gelap Palembang, masyarakat membuktikan bahwa perbedaan dapat menyatu dalam kebersamaan.
Editor: Nabilla Kartika Wiranti
About Post Author
Jimas Muamar
More Stories
Tradisi Bubur Suro, Warnai Ramadhan di Masjid Al-Mahmudiyah Suro
[caption id="attachment_5584" align="aligncenter" width="1280"] Para jemaah sedang menunggu waktu buka puasa di Masjid Al-Mahmudiyah Suro. Ukhuwahfoto/Jimas Muamar[/caption] Penulis: Jimas Muamar...
Dari Kebun Nanas, Ketahanan Ekonomi Desa Tanjung Medang Terjaga
[caption id="attachment_5177" align="aligncenter" width="1280"] Pemandangan kebun nanas yang baru saja ditanam dan diberi pupuk, di Desa Tanjung Medang, Sabtu (17/01/2026)....
30 Tahun Menyandarkan Hidup pada Perahu Ketek
[caption id="attachment_5170" align="aligncenter" width="1280"] Seorang pengemudi perahu ketek sedang duduk menunggu penumpang di pinggir Sungai Musi, Sabtu (17/01/2025). Ukhuwahfoto/Kiranty Dwi...
Dari Balik Layar Gebyar PIAUD 2025 : Kisah Guru TK yang Mengantar Mimpi Kecil Murid-Muridnya
[caption id="attachment_4986" align="aligncenter" width="1280"] Potret Aulia Hanum menjadi peserta lomba mewarnai Gebyar PIAUD 2025 di gedung Academic Center UIN Raden...
Dari Jaring ke Cangkul: Perjalanan Hidup Nelayan yang Beralih Menjadi Petani
[caption id="attachment_4965" align="aligncenter" width="2560"] Dretan rumah beratap merah berjajar di tepi aliran sungai, Dikelilingi sawah hijau di Kabupaten Penukal Abab...
Kisah Dua Perempuan Perjuangkan, Warisan Tari Setambul Due
[caption id="attachment_4954" align="aligncenter" width="2560"] Sumber/Freepik[/caption] Penulis: Dea Aprilia (Pengurus LPM Ukhuwah) PALI-Ukhuwahnews | Tepat di tengah hari, aku mendatangi kediaman...

Average Rating