
Penulis: Manda Dwi Lestari
Di wilayah yang letaknya di kelilingi oleh air sungai,
Ada cahaya akal yang telah lama terbangun,
Selalu ditanam asa yang tak sempat jua dituai,
Bahkan, pohon-pohonnya lebih tinggi dari apa yang dibangun.
Kini, langit memberikan kesan kemurkaannya,
Pada waktunya tiba, pertunjukan segera ingin dimulai.
Baca Juga: Sunyi yang Disepakati
Kaki-kaki kecil melangkah maju menuju arah tujuan,
Namun, dipaksa mundur oleh bayang kelumpuran,
Waktu terus berputar, apa yang dirasa tak pernah ditukar.
Mereka sibuk menyiapkan panggung kemewahan,
Tanpa pernah mengadakan pertunjukan yang membahagiakan.
Lantas, bagaimana bertemu dengan cahaya akal? Jika yang datang malah kehilangan akal.
Editor: Jimas Muamar
About Post Author
Manda Dwi Lestari
More Stories
Sunyi yang Disepakati
[caption id="attachment_5491" align="aligncenter" width="960"] Sumber/Freepik[/caption] Di menara gading yang mengaku demokratis, Aklamasi dijatuhkan keras seperti palu Sekali bunyi, nalar terhentikan....
Mencacah Takdir
[caption id="attachment_5306" align="aligncenter" width="734"] Sumber/Pinterest[/caption] Penulis: Bunga Vhiane Queenara Pagi tak lagi membawa kabar mengenai cahaya Hanya aroma tanah yang...
Perempuan Bingung
[caption id="attachment_5141" align="aligncenter" width="640"] Sumber/Pinterest[/caption] Penulis: Hidayahni (Anggota Magang LPM Ukhuwah) Sedari awal mata membuka Dadaku rasa gusar Takut jalanku...
Ironi Semut
[caption id="attachment_4403" align="aligncenter" width="1280"] Ukhuwahfoto/Manda Dwi Lestari[/caption] Penulis: Manda Dwi Lestari Langit tampak biru, tapi janji mereka masih abu Adanya...
Angka Ghaib
[caption id="attachment_4399" align="aligncenter" width="2560"] Sumber: Freepik[/caption] Penulis: Manda Dwi Lestari Gedung tinggi, tak setinggi pemikiran para petinggi Wujud gaji untuk...
Simpul Jiwa
[caption id="attachment_4279" align="aligncenter" width="1280"] Ukhuwahfoto/Manda Dwi Lestari[/caption] Penulis: Manda Dwi Lestari Hitam, putih, hijau, dan merah. Negeri yang penuh warna...

Average Rating