Read Time:2 Minute, 38 Second
Ukhuwahdesain/Tanya Zalzalbilla

Penulis: Nia Purnamasari (Staf Pengembangan SDM periode 2026) 

Resep – Ukhuwahnews| Ketika membahas kuliner Sumatera Selatan pasti yang selalau terlintas dipikiran kita pasti lezatnya  pempek dengan kuah cukanya yang pekat. Tapi ada makanan berasal dari Sumatra Selatan yang juga memiliki rasa unik, yaitu bekasam. Makanan ini memiliki cita rasa yang asam dan aroma yang khas, banyak masyarakat yang tidak tahu soal makanan satu ini karena jarang terdengar. Namun bagi pecinta makanan, pasti tahu bekasam yang khas dengan rasa dan teksturnya.

Olahan yang berbahan utama ikan air tawar ini merupakan bagian hidangan fermentasi khas dari Sumatera Selatan yang telah diwariskan turun-temurun sebagai bentuk kearifan lokal dalam mengawetkan ikan secara alami. Bekasam bukan sekadar lauk, melainkan simbol ketekunan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam dan menjaga tradisi.

Pada awalnya bekasam berasal dari wilayah Sumatera bagian selatan, terutama Palembang, Ogan Komering Ilir, dan Musi Banyuasin, kemudian menyebar ke Bengkulu dan Kalimantan Selatan. Dalam tradisi masyarakat setempat, bekasam muncul sebagai cara alami mengawetkan ikan air tawar saat hasil tangkapan melimpah di musim hujan.

Sedangkan asal usul  kata ‘bekasam’ sendiri berasal dari kata ‘asam’ yang menggambarkan cita rasanya hasil dari proses fermentasi alami. Teknik ini sudah dikenal sejak masa Kerajaan Sriwijaya dan menjadi bagian penting dalam budaya kuliner masyarakat pesisir Sungai Musi dikutip dari garapmedia.com.

Setelah mengetahui banyak tentang makanan khas tersebut tidak lengkap kalau, kita tidak tahu bagaimana proses pembuatannya. Oleh karena itu berikut ini cara membuat bekasam yang benar:

Baca Juga: Pindang Pegagan, Warisan Kuliner Khas Ogan Ilir yang Kaya Cita Rasa dan Sarat Nilai Tradisi

Bahan-bahan:
– 500 gram ikan air tawar segar (ikan sepat, mujair, atau nila)
– 4 sendok makan garam kasar
– 5 sendok makan nasi putih matang (atau nasi dingin sisa semalam)
– 1 sendok makan gula pasir (opsional, untuk mempercepat fermentasi)
– Wadah kedap udara (stoples kaca atau toples plastik bersih)
Langkah- Langkah Pembuatan fermentasi  bekasam:
– Pertama tama Bersihkan ikan dari sisik dan isi perut, kemudian bilas hingga bersih. Tiriskan.
– Baluri ikan dengan garam secara merata  dan diamkan selama 1–2 hari di tempat tertutup agar garam meresap.
– Setelah itu, campurkan ikan dengan nasi putih dan sedikit gula (bila ingin rasa lebih seimbang).
– Lalu Masukkan ke dalam wadah kedap udara, tutup rapat, dan simpan di tempat teduh selama 7–14 hari.
– Setelah proses fermentasi selesai, bekasam siap diolah sesuai selera  bisa digoreng, atau ditumis  dengan bawang dan cabai merah untuk rasa yang lebih nikmat.

Tips membuat fermentasi  bekasam:
– Gunakan ikan segar dan nasi tanpa minyak agar fermentasi berhasil.
– Bekasam yang matang biasanya memiliki aroma asam khas dan warna ikan sedikit kecokelatan.

Selain kaya rasa, bekasam juga menyimpan nilai sosial dan budaya. Proses membuatnya yang memakan waktu panjang mencerminkan filosofi kesabaran dan kebersamaan masyarakat. Biasanya, bekasam dibuat secara gotong royong oleh ibu-ibu di desa, lalu dibagikan kepada tetangga sebagai bentuk solidaritas.

Dari fermentasi sederhana lahir rasa kompleks yang menggugah selera. Dalam setiap suapan bekasam, tersimpan kisah panjang tradisi dan kearifan lokal masyarakat Nusantara. Oleh karena itu kita mesti melestarikan makanan khas daerah kita agar warisan ini tidak pudar oleh waktu dan mengetahuinya sudah termasuk langkah bijak sebagai upaya melestarikan kuliner warisan budaya.

Editor: Manda Dwi Lestari

About Post Author

Nia Purnamasari

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Bentengi Remaja dari Pernikahan Dini, Mahasiswa KKN UIN RF Edukasi Siswa SMP Tunas Bakti
Next post Mahasiswa KKN UIN RF Kenalkan Pestisida Alami kepada Masyarakat Prabumulih