Read Time:1 Minute, 41 Second
Sumber/Cookpad.com

Resep – Ukhuwanews | Kita sering mendengar istilah ‘mabuk kepayang’ yang ternyata diambil dari nama buah kepayang. Jika dimakan daging bijinya, akan membuat orang mabuk atau pusing.

Adapun nama buah kepayang bisa menjadi ‘pede kepayang’ dikarenakan proses pengolahan khusus (fermentasi) untuk menghilangkan racun, sehingga menghasilkan hidangan khas yang berbeda dari buah kepayang mentah.

Pede kepayang adalah makanan tradisional khas yang berasal dari daerah Sumatra Selatan, terutama populer di Kabupaten Empat Lawang dan Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU). Kuliner ini wujud kreativitas masyarakat dalam mengolah buah kepayang, yang biasa dikenal kluwek atau pucuk. Buah beracun yang menjadi makanan fermentasi, lezat dan beraroma khas.

Buah kepayang memiliki daging lunak bewarna putih dan terdapat banyak biji di dalamnya. Nah, daging biji inilah yang memabukkan karena mengandung asam sianida dengan tingkat yang cukup tinggi.

Baca Juga: Kue 8 Jam Kudapan Lezat Khas Palembang

Menghilangkan racun biji kepayang harus diperam terlebih dahulu, yaitu memasukkan biji kepayang ke dalam stoples yang berisi air garam, lalu ditutup hingga rapat. Proses ini membuat daging biji kepayang berubah warna jadi hitam dan kadar racun tersisa hingga kurang dari 1%.

Jika pede atau buah kepayang sudah bewarna hitam pekat, ini merupakan tanda bahwa buah tersebut telah matang dan siap diolah menjadi bahan kuliner atau bumbu masakan.

Berikut resep masakan pede kepayang yang lezat:

Bahan Utama
1. Pede kepayang (buah kepayang yang sudah di fermentasi)
Bahan Iris:
2. Bawang merah 5 siung
3. Bawang putih 5 siung
4. Cabai rawit atau keriting 5 buah (sesuai selera pedas)
Tambahan:
5. Minyak goreng untuk menumis dan penyedap rasa lainnya.

Cara Memasak:
1. Panaskan minyak goreng, jika sudah terasa panas masukkan bumbu irisan tadi, bawang merah, putih, dan cabai.
2. Masukkan pede kepayang ke dalam wajan, tidak lupa untuk tambahkan bumbu penyedap rasa lainnya, diaduk terus hingga merata.
3. Tambahkan sedikit air sekitar 50 mL agar tidak terlalu kering dan bumbu meresap.
4. Pede kepayang yang lezat siap disajikan dan disantap dengan nasi yang panas.

Penulis: Lupi Wahyuni

Editor: Manda Dwi Lestari

About Post Author

Lupi Wahyuni

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Standar MBG tahun 2026 Diperketat Upaya Menekan Risiko Keracunan
Next post Masa Kampanye Aklamasi Pasangan Calon 02 PEMIRA UIN RF 2026