Read Time:2 Minute, 8 Second
Dok/Mahasiswa KKN Kelompol 1, Kelurahan Cambai

Prabumulih – Ukhuwahnews | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 85 Kelompok 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang melakukan penyiraman bersama dengan ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Seroja, Hukma Nila (51), untuk mengetahui proses budidaya tanaman yang dikelola kelompok tersebut, pada Sabtu (18/7/2026).

‎Hukma mengungkapkan dirinya telah bergabung dengan KWT Seroja sejak 2013. Selama lebih dari satu dekade, ia bersama anggota lainnya aktif membudidayakan berbagai jenis sayuran untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menambah penghasilan keluarga.

‎”Sejak tahun 2013 saya bergabung di KWT Seroja,” kata Hukma saat ditemui di lahan pertanian KWT Seroja.

Baca Juga: LP2M UIN RF Berangkatkan 914 Mahasiswa KKN Reguler 2026

‎Hukma menjelaskan, tanaman yang saat ini dibudidayakan meliputi kangkung, cabai, kecung, terung, buncis, dan kacang panjang. Menurutnya, kangkung menjadi salah satu komoditas utama karena memiliki masa panen yang relatif singkat, sedangkan kacang panjang dipilih karena mampu menghasilkan buah yang lebat.

Dok/Mahasiswa KKN Kelompol 1, Kelurahan Cambai

‎Menanggapi penjelasan tersebut, Kelompok 1 kemudian menanyakan proses perawatan tanaman, khususnya penyiraman. Hukma mengatakan penyiraman dilakukan secara rutin agar pertumbuhan tanaman tetap optimal.

‎”Biasanya dua kali sehari, tetapi sekarang karena musim kemarau cukup satu kali sehari,” ujarnya.

‎Selain penyiraman, KWT Seroja juga menghadapi kendala berupa serangan hama yang menyerang tanaman saat mulai berbuah. Hukma mengatakan hama masih kerap muncul meskipun tanaman telah disemprot menggunakan pestisida.

‎”Kendala kami itu pas diolah buah-buah, gak banyak apa itu, hama. Padahal disemprot dengan obat pembasmi hama, ” ungkapnya.

‎Ia menilai penyiraman yang rutin berpengaruh terhadap kualitas tanaman. Menurutnya, tanaman yang memperoleh air secara cukup akan tumbuh lebih baik sehingga menghasilkan panen yang lebih berkualitas.

‎Di tempat yang sama, Kelompok 1 juga menanyakan manfaat keberadaan KWT Seroja bagi para anggotanya. Hukma mengatakan kelompok tersebut tidak hanya menjadi tempat bercocok tanam, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

‎”Kalau panen hasilnya dijual. Sebagian dibagikan kepada anggota dan sebagian lagi menjadi kas kelompok. Daripada hanya di rumah, lebih baik ikut kegiatan KWT,” pungkasnya.

‎Di akhir, Hukma berharap seluruh anggota tetap semangat mengembangkan KWT Seroja agar kelompok tersebut semakin maju dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.

‎”Semoga mereka semangat terus, biar ke depannya makin maju KWT Saroja ini, ” tutupnya.

‎Wawancara yang dilakukan mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang Angkatan 85 Kelompok 1 tersebut menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan praktik pertanian masyarakat sekaligus mengangkat peran KWT dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat lingkungan.

Penulis: Mahasiswa KKN Kelompok 1 Kelurahan Cambai

Editor: Manda Dwi Lestari

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Bayang Kelumpuran
Next post Aliansi Masyarakat Palembang Gelar Aksi Dukung Pemerintah dalam Larangan LGBTQ