
PALI – Ukhuwahnews |Di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, Desa Sedupi dikenal sebagai salah satu sentra pertanian yang masih bergantung pada pola tanam tradisional. Mayoritas warganya hidup dari sawah dan kebun karet, dan hingga kini aktivitas bertani tetap menjadi denyut utama ekonomi desa tersebut.
Pagi itu, Sabtu (15/11/2025), saya menyusuri tepian Desa Sedupi. Sinar matahari yang lembut menyentuh hamparan padi yang tertata rapi, menampilkan pemandangan hijau yang menenangkan. Tidak jauh berjalan, pandangan saya tertuju pada dua petani perempuan yang tengah bekerja di tengah sawah.
“Nak kemane itu?” teriak seseorang dari kejauhan saat saya melangkah memasuki persawahan tempat sebagian besar warga desa menggantungkan kebutuhan pangan keluarga.
Berjarak kurang lebih 300 meter dari pinggir jalan, akhirnya saya sampai di sawah Rohaya. Dengan rasa penasaran yang banyak, saya langsung menanyakan kapan panen padinya.
Baca Juga: Pempek di Tengah Riuh Negeri: Kisah dari Ulu Palembang
Rohaya menanam padi dua kali setahun. Tahun lalu, pada bulan Agustus, ia berhasil memanen 2,5 ton padi. Jika dihitung sepanjang tahun, hasil produksinya mencapai 5 ton.
“Kalau lah sudah tua, merasa rugi tidak bersawah. Enam bulan sekali panen, beras setidak nye tidak beli. Dapat ongkos juge,” ucapnya sambil tersenyum.
Namun tak semua musim berjalan mulus. Hama sering kali menghabisi tanaman sebelum waktunya. “Padi yang mati itu banyak di makan hama. cuman pacak pasrah, sudah panen di garap lagi lahanye.” lanjutnya.
Tak jauh dari sawah Rohaya, Darmila juga menghabiskan hari-harinya dengan ritme yang sama. Di usianya yang hampir 67 tahun, ia masih semangat berawat sawah milik kakaknya.
“Digagahke, kalau tidak diri kite. Dk Ade yang gawekenye. Tubuh nak makan bacak idk,”
katanya dengan suara mantap.
Baca Juga: Pasar Cinde Jadi Surga Batu Cincin dengan Harga Beragam
Dari sawah inilah bisa menghidupkan anak-anak. Setidaknya untuk beras tidak beli lagi.
“Kalu ade sawah, kan dak mahal beli beras,” ujarnya.
Ia masih ingat bagaimana sejak muda ia hidup dari tanah yang sama. Dan ia berharap generasi berikutnya tidak meninggalkan sawah.
“Kalu ade anak, gek ajarin bersawah. Kite ni petang pagi nanak nasi inilah hidup.” katanya.
Pada akhirnya, kisah Rohaya dan Darmila bukan sekadar cerita dua perempuan lansia yang berkubang di lumpur sawah. Mereka adalah wajah dari keteguhan perempuan yang tetap berdiri ketika hidup berkali-kali menundukkan nya.
Sejak suami tak lagi ada di sisi, mereka tak punya kemewahan untuk berhenti. Setiap langkah di pematang adalah bukti bahwa seorang ibu akan melakukan apa pun agar dapur tetap mengepul, agar anak-anak bisa melanjutkan hidup, agar diri mereka sendiri tetap bertahan.
Reporter: Marshanda
Editor: Rhessya Maris
About Post Author
Rhessya Maris
More Stories
UKMK MMKR Gelar SENDARA 2025: Rayakan Musik dan Seni Sumsel sebagai Identitas Budaya
UIN RF-Ukhuwahnews | Unik Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) Mahasiswa Musik Kampus Religi (MMKR) Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF)...
Wamen Pertanian Buka Kongres V Forkom BEM/DEMA PTAI di UIN RF
[caption id="attachment_4806" align="aligncenter" width="1600"] Pembukaan Acara Sekaligus Keynote Speaker oleh Wakil Mentri Pertanian Repulik Indonesia (RI), di Gedung Academic Center...
Kuliah Iftitah FDK Ajak Mahasiswa Pahami Radikalisme
[caption id="attachment_4540" align="aligncenter" width="1600"] Moh. Dofir selaku pemateri sedang menjelaskan mengenai strategi pencegahan terorisme dan radikalisme pada Mahasiswa Baru (MABA),...
Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Disambut Hangat di Desa Muara Penimbung Ulu
[caption id="attachment_3784" align="aligncenter" width="1024"] Dok/KKN UIN RF Desa Penimbung Ulu[/caption] Muara Penimbung Ulu-Ukhuwahnews | Kedatangan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata...
Mahasiswa KKN UIN RF Gerakkan Transformasi Digital di Desa Dusun Tengah
[caption id="attachment_3777" align="aligncenter" width="2560"] Dok/KKN UIN RF Desa Dusun Tengah[/caption] OKU Selatan - Ukhuwahnews | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)...
Sinopsis Sayap Sayap Patah 2: Tantangan Perjuangan Seorang Ayah untuk Anaknya
[caption id="attachment_3668" align="aligncenter" width="300"] Sumber/ Instagram[/caption] Penulis : Annisa Meidiani Film berjudul Sayap sayap patah 2 bergenre drama Indonesia adalah...

Average Rating