Palembang-Ukhuwahnews | Gugatan terhadap tiga perusahaan penyebab kabut asap yang diajukan oleh Inisiasi Sumatera Selatan Penggugat Asap (ISSPA) pada 29 Agustus 2024 kini memasuki tahap pengajuan intervensi di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (12/12/2024).
Gugatan ini sebelumnya telah melalui dua kali mediasi yang gagal karena para tergugat tidak hadir dalam persidangan. Tiga perusahaan yang menjadi tergugat adalah PT Bumi Mekar Hijau, PT Bumi Andalas Permai, dan PT Sebangun Bumi Andalas Wood Industries.
Kuasa hukum penggugat, Ipan Wibowo menyatakan bahwa pihaknya meminta tergugat melakukan pemulihan area yang rusak sekaligus memberikan ganti rugi.
“Dalam mediasi, kami meminta pihak tergugat memulihkan wilayah-wilayah yang telah rusak akibat aktivitas mereka dan memberikan ganti rugi, baik secara materiil maupun immateriil, kepada para penggugat,” ujar Ipan saat diwawancarai.
Ia juga menyayangkan ketidakpedulian para tergugat terhadap tuntutan yang disampaikan.
“Tergugat sama sekali tidak memberikan tanggapan. Padahal, perkara ini tidak hanya soal ganti rugi, tetapi juga upaya pemulihan lingkungan,” tambahnya.
Adapun tuntutan yang diajukan meliputi ganti rugi materiil dengan nominal berbeda untuk masing-masing dari 12 penggugat, serta ganti rugi immateriil sebesar Rp10 miliar.
Baca juga: Yudisium XXV FISIP UIN RF: 38 Lulusan Didorong Terus Berprestasi dan Melanjutkan Pendidikan
Kemudian, Kepala Greenpeace Indonesia, Kiki Taufik mengungkapkan alasan organisasinya bergabung dalam perkara ini.
“Kami melihat bahwa data dan kegiatan yang pernah dilakukan Greenpeace menjadi acuan dalam gugatan ini. Kami merasa perlu membantu masyarakat dan para penggugat mendapatkan haknya,” kata Kiki.
Ia menambahkan, keterlibatan Greenpeace bertujuan memperkuat suara penggugat.
“Kami berharap partisipasi kami membantu menyuarakan kegelisahan masyarakat, sehingga keadilan dapat segera terwujud dan menunjukkan bahwa para tergugat memang bersalah,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu penggugat, Hairul Sobri menegaskan bahwa tidak perlu ada jalan damai dalam kasus ini.
“Saya pikir tidak perlu ada damai dalam persidangan ini, karena perusahaan-perusahaan tersebut sudah berulang kali melakukan pelanggaran di wilayah-wilayah yang terbakar,” tegasnya.
Hairul juga menekankan pentingnya kebijakan yang nyata untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Kita membutuhkan kebijakan nyata untuk melindungi wilayah yang terbakar agar tidak lagi terjadi, serta mengurangi paparan bencana asap yang terus kita rasakan setiap tahun,” tambahnya.
Terakhir, ia berharap kasus ini dapat menjadi titik awal perubahan dalam penanganan perkara lingkungan di Indonesia.
“Semoga kasus ini menjadi terobosan baru dalam memperbaiki proses peradilan kasus lingkungan, sehingga keadilan dapat ditegakkan,” tutupnya.
Reporter: Reporter: M. Raihan dan Desi Sari Cahyani
Editor: Imelda Melanie Agustin
About Post Author
Marshanda
More Stories
Mahasiswa Jurnalistik Gelar Pameran Foto “MELEK”, Kenalkan Makna di Balik Jurnalisme Foto
[caption id="attachment_5910" align="alignnone" width="1080"] Potret foto bersama dosen dan mahasiswa yang hadir dalam pameran fotografi "Melek" di Blok Semanggi, Palembang,...
Implementasi Ilmu Komunikasi: Hari Terakhir FesMarkom Belajar dan Bermain Bersama Anak Disabilitas
[caption id="attachment_5903" align="aligncenter" width="1280"] Potret Volunteer foto bersama di acara belajar bahasa isyarat bersama anak disabilitas di Kampus B UIN...
Perdana di Kampus, FDK UIN RF Luncurkan Program Bank Sampah Berseri
[caption id="attachment_5895" align="aligncenter" width="1385"] Pemberian sertifikat oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi kepada Dinas Lingkungan Hidup kota Palembang di acara Launching...
Festival Komunikasi Marketing 2026, Menjadi Wadah Inspiratif Mahasiswa Dalam Kontribusi Perekonomian Daerah
[caption id="attachment_5891" align="aligncenter" width="1280"] Deretan Stand makanan, minuman, dan layanan jasa, Unit Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada Festival Komunikasi Marketing...
Wisuda ke-96 UIN RF: Angkat Tiga Pilar Bangun Mentalitas Bangsa
[caption id="attachment_5750" align="aligncenter" width="1080"] Suasana prosesi wisuda ke-96 UIN Raden Fatah Palembang di Gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kampus B...
KKN Rekognisi Kelompok 345: Ajak Anak Usia Dini Berpikir Kritis
[caption id="attachment_5509" align="aligncenter" width="1280"] Dok/Mahasiswa KKN Rekognisi Kelompok 345 UIN Raden Fatah Palembang[/caption] Banyuasin I - Ukhuwahnews | Mahasiswa Kuliah...


Average Rating