
Artikel-Ukhuwahnews | Indonesia digemparkan oleh kasus tragis seorang anak perempuan berusia empat tahun asal Sukabumi, Jawa Barat, yang meninggal dunia akibat infeksi cacing parah.
Kasus ini menjadi viral di media sosial setelah diketahui bahwa dari tubuh korban dikeluarkan hampir satu kilogram cacing hidup, dan bahkan ditemukan penyebaran hingga ke otaknya.
Korban, bernama Raya (nama samaran), sempat dirawat di rumah sakit setelah menunjukkan gejala muntah-muntah, lemas, dan kejang.
Hasil pemeriksaan medis mengungkapkan adanya infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides) yang telah menyebar ke berbagai organ penting, termasuk paru-paru, saluran pencernaan, hingga otak. Sayangnya, nyawa bocah tersebut tidak tertolong.
Menurut penelusuran dari Kementerian Kesehatan, lingkungan tempat tinggal korban memiliki sanitasi yang sangat buruk.
Kondisi keluarga yang kurang mampu dan tidak terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) membuat mereka tidak mendapatkan layanan kesehatan preventif seperti pemberian obat cacing rutin yang semestinya diberikan dua kali setahun pada anak-anak usia sekolah dan balita.
“Ini bukan hanya masalah medis, tetapi juga masalah sosial dan sistemik. Anak ini tidak terjangkau oleh program-program dasar kesehatan karena tidak tercatat dalam sistem,” ujar Menteri Sosial, Tri Rismaharini.
Kementerian Kesehatan tengah melakukan investigasi menyeluruh terhadap proses penanganan medis yang diterima Raya.
Salah satu sorotan adalah dugaan kelalaian rumah sakit dalam memberikan penanganan cepat karena terbentur masalah administrasi.
Mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menyebut bahwa kasus ini menjadi alarm serius tentang pentingnya pengobatan cacingan massal serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Cacing gelang bisa menyebar lewat tanah yang terkontaminasi tinja. Anak-anak yang bermain tanpa alas kaki atau mencuci tangan dengan tidak bersih sangat rentan. Edukasi masyarakat dan intervensi sanitasi adalah kunci,” katanya.
Langkah Pencegahan
Pemerintah menyatakan akan memperkuat peran posyandu, pemeriksaan kesehatan anak secara rutin, serta pendataan sosial ekonomi secara menyeluruh untuk mencegah kasus serupa.
Berikut langkah-langkah yang disarankan untuk mencegah infeksi cacing pada anak:
- Pemberian obat cacing secara rutin minimal dua kali setahun.
- Meningkatkan sanitasi lingkungan, termasuk penggunaan jamban sehat.
- Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air.
- Tidak membiarkan anak bermain tanpa alas kaki.
- Pastikan makanan dimasak dengan matang dan bersih.
Kasus Raya menjadi pengingat pahit bahwa penyakit yang bisa dicegah dengan cara sederhana dapat berujung pada tragedi bila sistem tidak berjalan.
Pemerintah dan masyarakat kini dihadapkan pada tugas besar memperkuat sistem kesehatan dasar, meningkatkan edukasi masyarakat, dan memastikan tak ada lagi anak Indonesia, yang menjadi korban penyakit akibat kemiskinan dan kelalaian struktural.
Penulis: Rani Dwi Oktafidiya
Editor: Ahmad Hafiizh Kudrawi
About Post Author
Ahmad Hafiizh Kudrawi
More Stories
Mahasiswa KKN Gelar Seminar Digitalisasi UMKM Menjadi Langkah Strategis Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Cambai
[caption id="attachment_6059" align="aligncenter" width="2560"] Dok/Mahasiswa KKN Kelompol 1, Kelurahan Cambai[/caption] Prabumulih – Ukhuwahnews | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan...
Mahasiswa KKN UIN RF Kenalkan Pestisida Alami kepada Masyarakat Prabumulih
[caption id="attachment_6052" align="aligncenter" width="1280"] Doc/Mahasiswa KKN Kelompok 24, Kelurahan Sukaraja[/caption] Prabumulih – Ukhuwahnews | Daun pepaya yang selama ini lebih...
Bentengi Remaja dari Pernikahan Dini, Mahasiswa KKN UIN RF Edukasi Siswa SMP Tunas Bakti
[caption id="attachment_6043" align="aligncenter" width="483"] Doc/Mahasiswa KKN Kelompok 24, Kelurahan Sukaraja[/caption] Prabumulih – Ukhuwahnews | Upaya mencegah pernikahan dini di kalangan...
Mahasiswa PPL UIN RF Fakultas Ushuluddin Siap Sukseskan Musda XI MUI Sumsel 2026
[caption id="attachment_6004" align="aligncenter" width="1201"] Doc/PPL UIN RF Fakultas Ushuluddin[/caption] Palembang — Ukhuwahnews | Sejumlah mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari...
Pernikahan Dini: Ketika Masa Depan Anak Dipertaruhkan oleh Tekanan Sosial
[caption id="attachment_5975" align="aligncenter" width="1448"] Ukhuwahdesain/Tanya Zalzalbilla[/caption] Penulis: Jimas Muamar (Redaktur Berita periode 2026) Artikel – Ukhuwahnews | Pernikahan dini adalah...
Tinggal di Asrama: Antara Adaptasi, Culture Shock, dan Keterbatasan Fasilitas
[caption id="attachment_5940" align="alignnone" width="1600"] Ukhuwahdesain/Tanya Zalzalbilla[/caption] Penulis: Nia Purnamasari Palembang - Ukhuwahnews |Tinggal di asrama bisa menjadi pilihan yang baik,...

Average Rating