
Penulis: Vitria Isabella
Kota ini tak tidur,
ia menggeliat dalam gaduh
asap pekat dan aroma busuk merajam udara
mencekik kota tanpa permisi, tanpa belas.
Lalu lalang mengalir liar,
di hamparan aspal yang menyerap letih
tempat tubuh-tubuh rebah dalam dingin.
Baca juga: Blue Hour
Manusia saling menggonggong tanpa ujung,
seperti mesin rusak yang dipaksa nyala.
Kata-kata terbuang
beberapa hati membara,
beberapa tangan mengepal.
Segalanya hanya fatamorgana
lahir dari perut busuk kota
dari sisa-sisa yang tak sempat jadi
namun enggan mati, terus menggugat makna.
Editor: Ahmad Hafiizh Kudrawi
About Post Author
Ahmad Hafiizh Kudrawi
More Stories
Sunyi yang Disepakati
[caption id="attachment_5491" align="aligncenter" width="960"] Sumber/Freepik[/caption] Di menara gading yang mengaku demokratis, Aklamasi dijatuhkan keras seperti palu Sekali bunyi, nalar terhentikan....
Mencacah Takdir
[caption id="attachment_5306" align="aligncenter" width="734"] Sumber/Pinterest[/caption] Penulis: Bunga Vhiane Queenara Pagi tak lagi membawa kabar mengenai cahaya Hanya aroma tanah yang...
Perempuan Bingung
[caption id="attachment_5141" align="aligncenter" width="640"] Sumber/Pinterest[/caption] Penulis: Hidayahni (Anggota Magang LPM Ukhuwah) Sedari awal mata membuka Dadaku rasa gusar Takut jalanku...
Ironi Semut
[caption id="attachment_4403" align="aligncenter" width="1280"] Ukhuwahfoto/Manda Dwi Lestari[/caption] Penulis: Manda Dwi Lestari Langit tampak biru, tapi janji mereka masih abu Adanya...
Angka Ghaib
[caption id="attachment_4399" align="aligncenter" width="2560"] Sumber: Freepik[/caption] Penulis: Manda Dwi Lestari Gedung tinggi, tak setinggi pemikiran para petinggi Wujud gaji untuk...
Simpul Jiwa
[caption id="attachment_4279" align="aligncenter" width="1280"] Ukhuwahfoto/Manda Dwi Lestari[/caption] Penulis: Manda Dwi Lestari Hitam, putih, hijau, dan merah. Negeri yang penuh warna...

Average Rating