Read Time:1 Minute, 52 Second
Dokumen Wahyu Saputra Pratama (Mahasiswa Ilmu Komunikasi)


Palembang -‎ Ukhuwahnews | Dinas Kebudayaan Kota Palembang memberikan apresiasi kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri  Raden Fatah (UIN RF) Palembang atas keberhasilan menyelenggarakan Zapin Dance Floor Competition 4th Edisi: Kreasi Lenggang Zapin Palembang yang berskala nasional, pada Rabu (18/6/2026).

‎Kompetisi yang telah memasuki tahun keempat ini dinilai sebagai upaya konkret generasi muda dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya lokal Palembang ke tingkat nasional.

‎Pada tahun ini, panitia menghadirkan dua kategori perlombaan, yakni offline dan online. Kategori offline digelar langsung di Palembang, sedangkan kategori online dibuka untuk peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

‎Ketua Pelaksana Kegiatan, Wahyu Saputra Pratama, mengatakan bahwa format tersebut dipilih agar lebih banyak pemuda dapat ikut berpartisipasi dalam melestarikan tari tradisional Palembang.

‎”Dengan menghadirkan kategori offline dan online, kami ingin memastikan seluruh pemuda di Indonesia bisa ikut ambil bagian dalam melestarikan Kreasi Lenggang Zapin Palembang,” ujarnya.

‎Panitia mencatat peserta online berasal dari berbagai daerah, termasuk Kepulauan Riau dan Maluku Utara. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa seni tari khas Palembang mampu menjangkau masyarakat lintas pulau melalui pemanfaatan teknologi digital.

‎Perwakilan Dinas Kebudayaan Kota Palembang menilai inovasi format hibrida yang dilakukan mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN RF menjadi langkah positif dalam pengembangan kebudayaan daerah.

‎”Kami sangat mengapresiasi konsistensi mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN RF. Mengangkat tema Kreasi Lenggang Zapin Palembang ke tingkat nasional, baik melalui jalur offline maupun online, bukan hal yang mudah,” ujar perwakilan Dinas Kebudayaan dalam sambutannya.

‎Sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UIN RF menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada Dinas Kebudayaan Kota Palembang. Penyerahan dilakukan di kawasan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan dihadiri pejabat dinas, dosen pendamping, serta Bujang Gadis Palembang.

‎Diakhir Wahyu berharap kompetisi ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mendorong lebih banyak pihak untuk terus mengembangkan tari Zapin kreasi.

‎”Dukungan dari Dinas Kebudayaan menjadi semangat bagi kami untuk terus konsisten menjaga akar budaya lokal,” katanya.

‎Melalui keterlibatan peserta dari berbagai daerah, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkenalkan wisata sejarah dan budaya Kota Palembang kepada masyarakat luas serta memperkuat sinergi antara kampus dan pemerintah dalam pelestarian budaya daerah.

Penulis: Wahyu Saputra Pratama (Mahasiswa Ilmu Komunikasi)

Editor: Jimas Muamar

About Post Author

Jimas Muamar

Jimas Muamar merupakan mahasiswa Program Studi Jurnalistik di UIN Raden Fatah Palembang. Ia aktif dalam Lembaga Pers Mahasiswa Ukhuwah sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan menulis, peliputan, dan analisis media. Dengan minat yang kuat pada dunia jurnalistik, Jimas berkomitmen menghasilkan karya yang informatif, kritis, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Menonton “Ban Berjalan” di Ruang Sidang: Potret Kejar Tayang Keadilan Pidana
Next post Foto Zine Showcase Turut Meriahkan Festival Bulan Juni