
Artikel – Ukhuwahnews | Di tengah perkembangan digital semakin pesat saat ini, apakah membaca buku sudah menjadi metode belajar yang tertinggal zaman?
Belum lagi perkembangan media pembelajaran berubah dalam berbagai bentuk platform digital seperti E-book, foto, video dan aplikasi interaktif.
Namun, bukankah membaca buku telah banyak mengubah nasib? Dengan membaca buku seseorang akan memiliki pengetahuan luas, pemikiran kritis, daya imajinasi yang tinggi. Hal ini berpengaruh langsung terhadap tingkat intelektual manusia.
Menurut Prof. Ani Setiowati, seorang pakar pendidikan dari Universitas Indonesia, buku belajar menjadi sarana paling efektif untuk memperkenalkan konsep atau keilmuan baru kepada anak-anak.
Baca juga: Generasi Z Abaikan Tidur Teratur
Selain itu, membaca buku belajar juga dapat memicu peningkatan kreativitas dan imajinasi anak-anak sehingga membantu proses mengembangkan ide-ide baru.
Meskipun, berkembangnya media pembelajaran digital memberikan segudang informasi yang bisa diakses dengan mudah, akan tetapi, buku masih menawarkan beberapa hal tak dapat digantikan.
Seperti proses pembuatan kompleks melalui penelitian atau survei langsung, ilmu mendalam, terstruktur, dan biasanya buku ditulis oleh para ahli kompeten dalam bidangnya. Maka dari itu, mari kita memahami lebih jauh mengapa membaca buku masih tetap relevan walaupun di era digital.
1. Menawarkan Ilmu Mendalam Serta Terstruktur
Dalam sebuah buku, biasanya memuat keilmuan yang cukup mendalam, melalui riset, penelitian dan survei langsung untuk menguji teori-teori ilmu tersebut.
Belum lagi materi yang disajikan lebih sistematis mulai dari fondasi dasar hingga keilmuan mendalam sehingga membuat pembaca dapat lebih mudah memahami suatu keilmuan.
2. Membuat Daya Ingat Lebih Tahan Lama
Membaca buku merupakan sebuah aktivitas yang merangsang bagian otak untuk bekerja lebih aktif. Dengan rutin membaca buku dapat membantu seseorang berpikir kritis, analitis, serta terstruktur, akibatnya berbagai sumber informasi tersebut akan lebih lama tersimpan dalam daya ingatan seseorang.
3. Terhindar dari Gangguan atau Distraksi
Ketika mempelajari suatu informasi dari sumber digital. Kadang, ada banyak distraksi yang mengganggu fokus dalam belajar seperti notifikasi media sosial, telpon atau layanan aplikasi hiburan yang menggoda untuk dibuka.
Maka dari itu, buku bisa menjadi sumber belajar pilihan karena hanya terdapat kertas yang memuat tulisan hitam sehingga minim dari gangguan yang dapat memecah daya fokus belajar.
4. Sumber telah Teruji dan Kompeten
Kebanyakan jenis buku-buku keilmuan tertentu, biasanya ditulis langsung oleh para ahli dalam bidang keilmuannya masing-masing.
Alhasil, sumber pengetahuan dari buku itu sudah terverifikasi karena ditulis langsung oleh orang-orang yang telah mempelajari dan punya pengalaman dalam keilmuan tersebut.
5. Membuka Pintu Imajinasi Seluas-Luasnya
Kelebihan yang satu ini lebih menyoroti fungsi buku fiksi terutama novel, karena saat membaca karya fiksi, kamu seakan dibawa masuk ke dalam dunia lain yang membuat pikiran membayangkan sejuta kemungkinan meskipun hal itu diluar nalar atau logika. Semua hal ini akan memicu otak berimajinasi secara liar dan melahirkan ide-ide kreatif atau inovasi terbaru.
Walaupun, perkembangan digital terasa semakin pesat sehingga memudahkan dalam membuat media pembelajaran.
Akan tetapi, membaca buku masih menjadi metode pembelajaran yang efektif karena buku menyediakan landasan ilmu yang kuat serta menawarkan daya fokus lebih baik dibandingkan media digital.
Apalagi tanpa membaca buku, mungkin tidak akan ada kemajuan perkembangan teknologi digital yang kita nikmati saat ini.
Maka dari itu, membaca buku sudah seharusnya menjadi bagian dari kebiasaan hidup dalam meningkatkan sumber keilmuan atau pengetahuan yang kita miliki selama ini.
Penulis: Muhammad Hafiizh Kudrawi
Editor: Annisaa Syafriani
About Post Author
Annisaa Syafriani
More Stories
Pernikahan Adat Melayu di Era Digital: Pelestarian Nilai Tradisional melalui Media Modern
[caption id="attachment_5112" align="aligncenter" width="2560"] Sepasang patung menggunakan pakaian pengantin tradisional khas adat melayu, Kamis(18/12/2025). Ukhuwahfoto/Andika[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Perkembangan...
Masakan Melayu di Era Digital: Antara Tradisi dan Perubahan Zaman
[caption id="attachment_5109" align="aligncenter" width="612"] Sumber/Pixabay[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Masakan tidak pernah berdiri sendiri dalam kebudayaan Melayu. Ia hadir sebagai...
Busana Melayu di Era Digital Alami Perubahan, Antara Nilai Islam dan Tantangan Globalisasi
[caption id="attachment_5091" align="aligncenter" width="1080"] Ukhuwahdesain/Vivin Noor Azizah[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Busana Melayu merupakan elemen krusial dari identitas budaya yang...
Di Bawah Atap Arsitektur Melayu: Jejak Adat yang Bergeser di Era Digital
[caption id="attachment_5058" align="aligncenter" width="2560"] Sumber/Freepik[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Era digital telah membawa transformasi mendalam pada berbagai aspek kehidupan manusia,...
Tanah Rusak, Sawit Merajalela: Alarm Bahaya dari Perkebunan yang Tak Terkendali
[caption id="attachment_5052" align="aligncenter" width="640"] Dok/Kumparan[/caption] Artikel - Ukhuwahnews | Perubahan penggunaan lahan dari hutan atau lahan alami menjadi perkebunan kelapa...
Memahami Empat Mazhab Besar dalam Islam: Hakikat, Metode Ijtihad, dan Penyebarannya
[caption id="attachment_5003" align="aligncenter" width="1280"] Sumber/Freepik[/caption] Dalam Islam, mazhab adalah metode atau aliran pemikiran dalam memahami hukum Islam (fiqih) berdasarkan Al-Qur’an...

Average Rating