Palembang – Ukhuwahnews | Pengrajin tempe di Kecamatan Plaju Ulu, Palembang masih mempertahankan proses produksi tempe secara tradisional meski sudah mengenal teknologi. Senin, (03/06/2025).
Meski teknologi semakin berkembang, para pengrajin memilih mempertahankan sistem campuran, mesin untuk efisiensi, cara manual untuk menjaga kualitas dan melibatkan tenaga kerja lokal. Bagi mereka penggunaan mesin secara penuh dikhawatirkan akan mengurangi lapangan kerja bagi warga sekitar.
Beberapa tahap seperti pencucian kedelai kini sudah menggunakan mesin, namun tahap penting seperti pencampuran ragi, pengemasan, hingga fermentasi tetap dilakukan manual. Cara ini terbukti menjaga kualitas dan rasa tempe agar tetap enak dan tidak mudah hancur.
Proses pembuatan tempe sendiri memakan waktu sekitar empat hari, dimulai dari perebusan kedelai, perendaman, penggilingan, hingga pembungkusan. Ukuran tempe yang dijual pun bervariasi, dengan harga antara Rp2.000 hingga Rp8.000. Berikut ini beberapa fotret produksi pada tempe.
Baca Juga: Potret Acara Seni TEMARU: Ruang Aman untuk Pulih

About Post Author
Annisaa Syafriani
More Stories
Semarak Hari Tari Sedunia 2026 di Museum SMB II Palembang
Palembang-Ukhuwahnews|Dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia yang jatuh setiap 29 April, Pemerintah Kota Palembang bersama Komunitas Seni menggelar pertunjukan tari...
Klenteng Hok Tjing Rio: Tempat Sembahyang Etnis Tionghoa Setiap Cap Go Meh
Palembang - Ukhuwahnews | Menjelang H-1 puncak perayaan Cap Go Meh, ratusan umat Tionghoa memadati Klenteng Hok Tjing Rio untuk...
UKMK Teater Gelar Petra 2025: Perayaan Hari Lahir Sekaligus Rangkaian Pelantikan Anggota Baru
Palembang-Ukhuwahnews | Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) Seni dan Budaya Teater Arafah UIN Raden Fatah Palembang, memperingati hari lahir UKMK...
Satu Hari yang Penuh Kreasi: Festival Seni Budaya PGMI UIN Raden Fatah
UIN RF-Ukhuwahnews | Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN...
Leluhur Desa Sedupi: Menyusuri Sejarah Puyang dan Pusaka yang Dihormati
Sedupi - Ukhuwahnews | Di tengah sunyi Desa Sedupi, jejak masa lalu masih berdenyut melalui cerita-cerita yang diwariskan secara lisan....
Santri Se Sumsel Tampilkan Pertunjukan Islami di Acara Penutupan Pesantren Expo
UIN RF - Ukhuwahnews | Memperingati Hari Santri, UIN Raden Fatah Palembang adakan acara Pesantren Expo bersama Forum Pondok Pesantren...



Average Rating