
Palembang – ukhuwahnews | Tepat di kecamatan Seberang Ulu 1, Palembang, terdapat sebuah lorong yang dari pangkal hingga ujung dihuni oleh para pengrajin layangan, bahkan menjadikannya sebagai sumber mata pencaharian, pada jumat (05/09/2025).
Terletak di lorong sepupu atau lebih akrab disebut dengan nama Kampung Layangan, tampak di sepanjang lorong ini para warga dari berbagai genre dan usia sedang merakit ratusan layangan di setiap rumahnya.
Baca juga: Palembang Tampilkan Keindahan Songket Lewat Festival Swarna Nusantara
Salah satu pengrajin layangan generasi ketiga Neneng, menyampaikan ada berbagai jenis layangan dengan variasi harga masing-masing.
“Kalo untuk layangan ada tiga jenis, yang mahal itu dibuat dengan kertas sambungan, biasanya jenis layangan murah dijual se-bal dipatok harga 65 ribu rupiah,” katanya.
Neneng mengaku menjual ratusan layangan setiap harinya, biasanya pembeli dari berbagai daerah datang sendiri ke rumah, ia juga menyampaikan sering kali layangan yang dibuat kembali dijajarkan lagi oleh tangan kedua.
“Saya jualan sendiri, biasanya juga ada rombongan per kelompok gitu membuat layangan untuk nantinya disetor ke agen penjualan jadi keuntungannya akan dibagi rata,” kata Neneng.
Pengrajin layangan generasi ketiga itu mengungkapkan bahwa jumlah keuntungannya tidak menentu, namun tetap cukup untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari.
“Keuntungan tidak pasti, karena sering ada pembeli yang menawar layangan satu bungkusan harganya 65 ribu jadi 55 ribu, tapi alhamdulliah cukup setidaknya untuk biaya keperluan anak sekolah,” ungkapnya.
Tak jauh dari rumah Neneng, terdapat rombongan ibu-ibu sedang meraut bambu, salah satunya adalah Evi menyebutkan dapat membuat 200-300 layangan per hari, kadang bisa lebih, jika pesanan mengalami peningkatan saat musim layangan.
“Musim layangan biasanya ada di bulan juni dan desember, lebih tepatnya pada saat libur sekolah karena banyak anak-anak yang libur sekolah ingin bermain layangan, kamj juga sering menerima pesanan layangan untuk acara perlombaan,” sebut Evi.
Lebih lanjut, Evi mengatakan sudah menjual layangan ke berbagai daerah sumatera selatan bahkan ada yang sudah dijual ke luar pulau.
“Kami juga biasanya menyetor layangan yang sudah dibuat ke agen penjualan untuk dijual secara online ke berbagai daerah mulai dari muara enim, prabumulih, bahkan pulau jawa dan kalimantan,” sampainya.
Reporter: Ahmad Hafiizh Kudrawi
Editor: Vivin Noor Azizah
About Post Author
Vivin Noor Azizah
More Stories
Mahasiswa Jurnalistik Gelar Pameran Foto “MELEK”, Kenalkan Makna di Balik Jurnalisme Foto
[caption id="attachment_5910" align="alignnone" width="1080"] Potret foto bersama dosen dan mahasiswa yang hadir dalam pameran fotografi "Melek" di Blok Semanggi, Palembang,...
Implementasi Ilmu Komunikasi: Hari Terakhir FesMarkom Belajar dan Bermain Bersama Anak Disabilitas
[caption id="attachment_5903" align="aligncenter" width="1280"] Potret Volunteer foto bersama di acara belajar bahasa isyarat bersama anak disabilitas di Kampus B UIN...
Kenal Hutan Kenal Masa Depan, Edukasi Lingkungan untuk Generasi Muda
[caption id="attachment_5872" align="alignleft" width="1280"] Foto bersama usai pembukaan Festival Kehutanan bertema 'Kenal Hutan, Kenal Masa Depan'di Kampus B Universitas Islam...
Mahasiswa UIN RF Dorong Siswa SMKN 1 Pemulutan Kuasai Fotografi dan Media Sosial
[caption id="attachment_5866" align="alignright" width="1280"] Sambutan dari dosen mata kuliah Public Relationship M. Mifta Farid di SMKN 1 pemulutan, Rabu (20/05/2026)....
Ghompok Gelar Pemutaran Film Dokumenter “Halaman Terakhir” dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026
Potret pengunjung yang menyaksikan film dokumenter Halaman Terakhir, Minggu (17/5/2026). Ukhuwahfoto/Jimas Muamar Palembang-Ukhuwahnews | Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional...
Aliansi Sumsel Resah Tuntut Pemerintah Prioritaskan Pendidikan
[caption id="attachment_5821" align="alignnone" width="1080"] Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Selatan (Sumsel) Alwis Gani Menandatangani Surat Tuntutan...

Average Rating