Sumber/Lit City Blues
Penulis: Jimas Muamar (Redaktur Berita periode 2026)
Resensi-Ukhuwahnews| Tidak semua serial kriminal mampu bertahan dalam ingatan penonton setelah episode terakhirnya tayang, namun ‘Peaky Blinders’ berhasil melakukan hal tersebut. Serial produksi Inggris yang diciptakan oleh Steven Knight ini bukan sekadar menyuguhkan kisah gangster dengan senjata dan pertumpahan darah. Di balik topi khas para anggotanya, ‘Peaky Blinders’ menghadirkan cerita tentang ambisi, trauma, kekuasaan, serta perjuangan kelas sosial yang dikemas secara elegan dan penuh makna.
Berlatar di Birmingham, Inggris, pada tahun 1919 pasca berakhirnya Perang Dunia I, serial ini mengajak penonton menyelami kehidupan keluarga Shelby yang berusaha membangun kekuatan ekonomi dan politik di tengah kondisi masyarakat yang masih porak-poranda akibat perang. Kota Birmingham digambarkan sebagai kawasan industri yang dipenuhi asap pabrik, kemiskinan, dan ketimpangan sosial. Dari ruang sosial seperti inilah lahir kelompok-kelompok kriminal yang berusaha bertahan hidup sekaligus mencari jalan menuju kekuasaan.
Tokoh sentral dalam serial ini adalah Thomas Michael Shelby yang diperankan oleh aktor Irlandia, Cillian Murphy. Penampilannya yang tenang, tatapan tajam, dan kemampuan membaca situasi menjadikan Thomas Shelby salah satu karakter paling ikonik dalam sejarah serial televisi modern. Namun di balik kecerdasannya, Thomas adalah sosok yang rapuh. Trauma akibat perang terus menghantuinya dalam bentuk mimpi buruk, kecemasan, dan tekanan mental yang perlahan menggerogoti kehidupannya.
Keberhasilan Cillian Murphy membawakan karakter Thomas Shelby menjadi salah satu alasan utama mengapa serial ini begitu dicintai. Ia mampu memperlihatkan dua sisi yang bertolak belakang dalam satu karakter, seorang pemimpin yang ditakuti sekaligus manusia biasa yang sedang berjuang melawan luka batinnya sendiri. Karakter ini menunjukkan bahwa kekuatan seseorang tidak selalu mampu menghapus penderitaan yang disembunyikan di balik wajah tenang.
Selain Thomas, terdapat Arthur Shelby yang diperankan oleh Paul Anderson. Arthur merupakan kakak tertua keluarga Shelby yang memiliki sifat keras, temperamental, dan sering bertindak berdasarkan emosi. Meskipun terlihat brutal, Arthur sebenarnya merupakan karakter yang paling banyak mengalami pergulatan batin. Ia sering dihantui rasa bersalah atas tindakan kekerasan yang dilakukannya dan berusaha mencari ketenangan hidup yang sulit ia temukan.
Tokoh penting lainnya adalah Polly Gray yang diperankan oleh mendiang Helen McCrory. Polly merupakan sosok ibu sekaligus penasihat utama keluarga Shelby. Karakternya menghadirkan keseimbangan di tengah kerasnya dunia kriminal yang dijalani keluarganya. Dengan kecerdasan, keberanian, dan ketegasan yang dimilikinya, Polly menjadi figur perempuan yang kuat dan berpengaruh dalam jalannya cerita.
Serial ini juga menghadirkan karakter Alfie Solomons yang diperankan oleh Tom Hardy. Alfie merupakan gangster Yahudi yang eksentrik, cerdas, sekaligus sulit ditebak. Kehadirannya sering kali menjadi pusat perhatian karena dialog-dialognya yang tajam dan penuh makna. Banyak penggemar menganggap Alfie sebagai salah satu karakter pendukung terbaik yang pernah muncul dalam serial televisi modern.
Dari sisi cerita, ‘Peaky Blinders’ menawarkan konflik yang jauh lebih kompleks dibandingkan serial kriminal pada umumnya. Persaingan antar geng hanyalah lapisan terluar dari cerita yang sesungguhnya. Di balik itu, penonton diajak melihat bagaimana politik, ekonomi, ideologi, hingga pengaruh media digunakan sebagai alat untuk membangun dan mempertahankan kekuasaan. Setiap musim menghadirkan ancaman baru yang membuat keluarga Shelby harus terus beradaptasi agar tidak tersingkir.
Keunggulan lain serial ini terletak pada kemampuannya menggambarkan realitas sosial masyarakat Inggris pasca perang. Kemiskinan, pengangguran, diskriminasi, dan ketidakstabilan politik menjadi isu yang terus muncul sepanjang cerita. Melalui penggambaran tersebut, penonton dapat memahami bahwa kejahatan sering kali lahir bukan semata-mata karena pilihan individu, tetapi juga karena kondisi sosial yang mendorong seseorang untuk bertahan hidup dengan cara apa pun.
Secara visual, ‘Peaky Blinders’ tampil memukau. Sinematografi yang didominasi warna gelap, kabut industri, serta lanskap perkotaan yang suram berhasil menciptakan atmosfer yang kuat. Setiap adegan terasa seperti lukisan bergerak yang dirancang dengan sangat detail. Penggunaan slow motion dalam beberapa adegan juga menjadi ciri khas yang memperkuat kesan dramatis dan elegan.
Tidak hanya visual, aspek kostum turut menjadi identitas penting di dalam serial ini. Jas tiga potong, mantel panjang, sepatu kulit, dan topi datar khas Birmingham menjadikan para karakter tampil berwibawa sekaligus ikonik. Gaya berpakaian Thomas Shelby bahkan menjadi inspirasi tren fesyen di berbagai negara dan masih banyak ditiru hingga saat ini.
Keunikan lain yang membuat ‘Peaky Blinders’ berbeda dari serial sejarah lainnya adalah penggunaan musik rock modern sebagai latar cerita. Lagu-lagu dari berbagai band rock digunakan untuk mengiringi adegan yang berlatar awal abad ke-20. Meskipun terkesan bertentangan dengan setting waktu, justru perpaduan tersebut berhasil menciptakan nuansa yang segar dan emosional sehingga memperkuat karakter serial ini.
Jika dilihat dari perspektif Jurnalistik dan Komunikasi, Peaky Blinders menunjukkan bahwa informasi merupakan salah satu bentuk kekuasaan yang paling efektif. Thomas Shelby tidak selalu menang melalui kekerasan. Ia justru lebih sering memanfaatkan jaringan, negosiasi, informasi rahasia, dan kemampuan komunikasi untuk mengendalikan lawan-lawannya. Dalam konteks ini, serial tersebut memberikan gambaran bahwa kekuasaan sering kali dibangun melalui strategi komunikasi yang matang.
Meski memiliki banyak kelebihan, serial ini bukan tanpa kekurangan. Beberapa alur politik pada musim-musim akhir terasa cukup rumit sehingga membutuhkan perhatian penuh dari penonton. Selain itu, adegan kekerasan, perjudian, serta aktivitas kriminal yang ditampilkan membuat serial ini lebih cocok untuk kalangan dewasa.
Pada akhirnya, ‘Peaky Blinders’ bukan sekadar kisah tentang gangster yang ingin menguasai kota. Serial ini merupakan refleksi tentang manusia yang terus berusaha mencapai kesuksesan sambil berjuang melawan trauma, kehilangan, dan kesepian. Melalui karakter Thomas Shelby, penonton diajak memahami bahwa semakin tinggi seseorang mencapai puncak kekuasaan, semakin besar pula harga yang harus dibayar.
Dengan kualitas akting yang luar biasa, sinematografi yang memanjakan mata, cerita yang kaya makna, serta karakter-karakter yang kuat, Peaky Blinders layak disebut sebagai salah satu serial televisi terbaik abad ke-21. Ia tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton merenungkan makna ambisi, keluarga, kekuasaan, dan luka masa lalu yang terkadang tidak pernah benar-benar sembuh.
Editor: Nabilla Kartika Wiranti
About Post Author
Jimas Muamar
More Stories
Sinopsis Film Serigala Langit : Kisah Pilot Gadhing Baskara yang Harus Berjuang Bangkit dari Kegagalan dan Mencari Jati Diri.
[caption id="attachment_4893" align="aligncenter" width="720"] Sumber/Youtube[/caption] Penulis : Annisa Meidiani Film berjudul serigala langit mengambil genre drama ala indonesia. Film ini...
“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: Potret Alternatif Hidup dari Kacamata Seorang Anak
[caption id="attachment_4528" align="aligncenter" width="1600"] Layar bioskop film 'andai ibu tidak menikah dengan ayah', Minggu (07/09/2025) Ukhuwahfoto/Ranidwioktafidiya[/caption] Penulis: Rani Dwi Oktafidiya...
Resensi Film Believe “Saat Takdir, Mimpi, dan Keberanian Bertarung dalam Satu Medan”
[caption id="attachment_4038" align="aligncenter" width="739"] Sumber/Youtube[/caption] Penulis: Annisa Meidiani Resensi-Ukhuwahnews | Film berjudul Believe merupakan adaptasi buku biografi Jenderal Tentara Nasional...
Resensi film Doea Tanda Cinta : Kisah Cinta Segitiga Seorang Prajurit Akademi Militer
[caption id="attachment_3987" align="alignnone" width="739"] Sumber/liputan 6[/caption] Penulis : Annisa Meidiani Film berjudul Doea Tanda Cinta mengambil genre drama dan action...
Resensi Film I Leave My Heart in Lebanon: Profesionalisme dan Kisah Cinta yang Rumit
[caption id="attachment_3938" align="alignnone" width="725"] Sumber/Moverek[/caption] Penulis : Annisa Meidiani Resensi-Ukhuwahnews | Film berjudul I Leave My Heart in Lebanon merupakan...
Resensi: Sang Prawira, Kesungguhan dan Ketulusan untuk Mengejar Cita-Cita
[caption id="attachment_2980" align="aligncenter" width="640"] Sumber/Tegar.Id[/caption] Penulis: Annisa Meidiani Resensi - UKhuwahnews | Film berjudul Sang Prawira diangkat dari novel bergenre...

Average Rating