Read Time:2 Minute, 54 Second

 

Potret Khaulah bersama kedua orang tuanya, Sabtu (27/06/2026). Ukhuwahfoto/Eka Farel

Penulis: Hidayahni (Anggota LPM Ukhuwah) 

Feature-Ukhuwahnews| Pagi itu rasa bangga membubung tinggi di gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG). Para wisudawan dan wisudawati mengisi penuh kursi yang disusun rapi dari ujung ke ujung ruangan. Dalam momen sakral pengesahan wisuda, panitia memanggil satu demi satu langkah kaki wisudawan dari setiap Program Studi (Prodi)

Saat prosesi, Prodi Psikologi Islam menjadi yang terakhir dihantarkan ke podium. Satu persatu nama disebutkan, sampai satu nama terdengar nyaring ke seluruh ruangan. Khaulah Nabilah, wisudawati Prodi Psikologi yang lulus meraih predikat dengan pujian (cumlaude), dan masuk kategori 3 besar berprestasi non-akademik.

Keberhasilan itu diraihnya dengan perjalanan yang panjang. Sejak semester satu sampai semester akhir, ia aktif di berbagai organisasi, terutama di Fakultas Psikologi. Ia memulai perjalanannya di organisasi dari BSO Senada terlebih dahulu. Lalu di semester 3, ia melanjutkan ke Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Psikologi Islam sebagai Sekretaris Jenderal.

Langkahnya tak berhenti di sana; ia kemudian dipercaya menjadi Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas, dibarengi dengan menjadi koordinator vokal di BSO Senada. Dan terakhir, di DEMA UIN Raden Fatah Palembang, ia mengemban amanah sebagai Menteri Kesehatan.

Selain itu, ia juga mengikuti Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) untuk rapat kerja nasional yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang.

Tak hanya matang di organisasi, ia juga beberapa kali mengikuti perlombaan dan membawa pulang penghargaan, seperti di KIMPSI IV, IMCOM, serta Pekan Seni dan Ilmiah Mahasiswa. Puncaknya, ia lulus dengan IPK 3,78 meraih predikat dengan pujian.

Caranya menentukan prioritas dan mengatur waktu berperan penting dalam keberhasilannya ini. Ia mengaku kadang organisasi dan kuliah banyak tumpang tindihnya, namun pada akhirnya hanya perlu diseimbangkan saja.

“Misalnya udah tau ada tugas. Terus udah tau ke depan juga bakal ada acara. Berarti aku prioritasin tugas dulu gitu loh. Aku kerjain dulu entah malem-malem, nggak masalah begadang,” ujar Khaulah, Sabtu (27/06/2026).

Khaulah menyampaikan rasa bangga terhadap dirinya, ia bahkan tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Namun baginya, inilah buah dari hari bahagianya yang sudah diusahakan sejak semester satu, dan selalu ia langitkan dalam sujudnya.

Khaulah tidak berjalan sendirian. Di balik keberhasilannya, ada ruang kerja sama yang hangat bersama kedua orang tua yang selalu mendukung dan memastikan Khaulah selalu dalam keadaan baik dalam mencapai apa yang ia perjuangkan.

Khaulah mengungkapkan bahwa kedua orangtuanya termasuk strict parents, tetapi seiring berjalannya waktu, kekhawatiran itu melunak menjadi pengertian.

Hal ini juga diakui oleh sang ibu, Sri Emiyanti. Pada awalnya, ia mengaku berat hati setiap kali putrinya harus keluar malam. Sempat ada banyak larangan yang mengganjal, namun pada akhirnya ia sadar bahwa tugas orang tua bukan mengekang, melainkan memberi pemahaman. Izin pun mengalir, bersambut dengan pembuktian dari sang anak.

Sang ayah, Herliadi Malkan, ikut mendukung dengan menanamkan prinsip hidup bahwa di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Jika suatu hal bisa dikerjakan oleh orang lain, artinya hal itu bisa kita kerjakan juga, selama arahnya tetap menuju yang dicita-citakan.

Dalam kesibukan Khaulah yang kerap tumpang tindih antara kuliah dan organisasi, kedua orang tuanya hadir sebagai penjaga di garis belakang. Mereka rajin mewanti-wanti Khaulah untuk menjaga pola hidup dan makan.

Mulai dari mengingatkan untuk mandi dan salat sebelum subuh ketika tidak berhalangan, hingga menjaga asupan dengan tidak banyak mengonsumsi makanan siap saji atau Ultra-Processed Foods (UPF).

Ini merupakan sebuah bentuk kerja sama dari orang tua, dalam menjaga raga sang anak agar tetap tangguh menjemput mimpinya.

Editor: Nabilla Kartika Wiranti

About Post Author

Hidayahni

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Pernikahan Dini: Ketika Masa Depan Anak Dipertaruhkan oleh Tekanan Sosial
Next post LP2M UIN RF Berangkatkan 914 Mahasiswa KKN Reguler 2026