Read Time:3 Minute, 45 Second
Mahasiswa sedang mengantri pencoblosan PEMIRA di Lapangan Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, Kamis (05/02/2026). Ukhuwahfoto/Kiranty Dwi Novitasari

UIN – RF Ukhuwahnews| Pemilihan Raya mahasiswa (PEMIRA) telah berlangsung sejak pukul 09:30 di lapangan bola Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang pada, Kamis (05/02/2026).

Andi Gilang selaku Wakil Juru Bicara Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M), menjelaskan persiapan untuk pencoblosan yang dilakukan pada hari ini.

“Untuk persiapan hari ini, seperti bilik suara dan kotak suara kami meminjam dari Komisi pemilihan umum (KPU) Kota Palembang. Sementara surat suara dan kebutuhan lainnya dibantu oleh pihak kampus,” jelasnya.

Lebih lanjut, Andi mengatakan ada beberapa pihak yang terlibat pada PEMIRA 2026.

“Pihak yang terlibat ada KPU-M sebagai penyelenggara dengan pengawasan dari panitia pengawas pemilu (PANWASLU), kemudian KPU-M membentuk Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPUM) yang bertugas menjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS),” tambahnya.

Sistem pencoblosan PEMIRA masih sama seperti biasanya, pencoblos masuk terlebih dahulu melakukan registrasi dengan membawa Kartu Rencana Studi (KRS) atau (Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sebagai bukti validasi. Setelah itu, mengambil surat suara sesuai dengan prodi masing-masing, lalu baru bisa melakukan pencoblosan.

Upaya dari KPU-M dalam meningkatkan partisipasi pencoblos tahun ini difokuskan melalui pemanfaatan platform digital.

“Kami memaksimalkan sosialisasi lewat sosmed seperti memposting edukasi tentang pencoblosan PEMIRA. Setiap kandidat pasti akan menyebarluaskan secara otomatis, guna mencari dukungan,” ungkapnya.

PEMIRA kali ini, seluruh Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas/Fakultas (DEMA-U) dan (DEMA-F), serta sebagian Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) mengalami aklamasi.

Baca juga: Aklamasi PEMIRA UIN RF 2026: Visi Misi Bukan Nilai Prioritas

Jadinya pencoblosan hari ini hanya untuk 18 dari total keseluruhan 32 HMPS yang ada di UIN RF, yaitu:
1. Pendidikan agama Islam PAI
2. ‎Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)
3. Pendidikan Biologi
‎4. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
‎5. Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
‎6. Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
‎7. Hukum Pidana Islam (HPI)
‎8. Hukum Ekonomi Syariah (HES)
‎9. Perbandingan Mahzab
‎10. Jurnalistik
‎11. Komunikasi dan Penyiaran islam (KPI)
‎12. Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)
‎13. Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI)
‎14. Ekonomi syariah (EKSYA)
‎15. Sejarah Peradaban Islam (SPI)
‎16. Kimia
‎17. Biologi
‎18. Perbankan Syariah (SPS)

Andi menegaskan bahwa sejak awal, pihak KPU-M menargetkan seluruh tahapan pemilihan dilakukan melalui pencoblosan.

“Dari KPU-M sejak awal menargetkan seluruhnya melalui pencoblosan, namun ketika pendaftaran dibuka, yang mendaftar hanya satu calon dari DEMA-U dan DEMA-F sehingga otomatis aklamasi. Terpaksa hanya 18 HMPS jalur pencoblosan,” katanya.

Pencoblosan PEMIRA 2026 dilaksanakan saat sebagian mahasiswa sedang masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Magang Perkuliahan.

“Pencoblosan ini di lakukan secara offline, otomatis hanya mahasiswa di sekitar kampus yang mencoblos. Hak suara yang tidak hadir tak bisa diwakilkan, mereka harus setuju dengan hasil dan keputusan pencoblosan hari ini, karena memang sudah ditetapkan timeline,” ujarnya ketika ditanyai terkait jadwal pencoblosan yang bersamaan dengan kegiatan di luar Mata Kuliah.

Di tempat yang sama, reporter LPM Ukhuwah bertemu dengan Wakil Rektor III, Syahril Jamil sedang memantau pencoblosan. Ia mengatakan bahwa pihak kampus memberi bimbingan agar kegiatan berjalan lancar.

“Kami sudah membekali seluruh panitia agar melaksanakan kegiatan secara profesional, jujur, dan terbuka. Seluruh mahasiswa memiliki akses dan mahasiswa yang memiliki hak suara dipastikan bisa menyalurkannya,” ucapnya.

Jamil turut menanggapi perihal pelaksanaan pencoblosan dilangsungkan saat sebagian mahasiswa tidak berada di lingkungan Kampus Biru.

“Hari pelaksanaan layanan administrasi dan layanan akademik masih berjalan. Pencoblosan tetap dilakukan karena memang tidak ada masa libur di kampus,” tanggapnya.

Selain itu, ia menjabarkan bahwa jadwal PEMIRA UIN RF menyesuaikan dengan tahun fiskal.

“Selama ini keterpilihan Presiden Mahasiswa sering melampaui tahun fiskal, baik secara kalender akademik, maupun kalender fiskal. Semuanya sudah disesuaikan,” tambahnya.

Seharusnya PEMIRA diwarnai oleh pertandingan antar Kandidat Calon, ia mengaku telah menghimbau kepada DEMA-U untuk menghindari terjadinya aklamasi.

“Idealnya harus ada kontestasi. Kami sudah meminta kepada semua pihak, termasuk DEMA-U saat rapat penetapan agar menghindari kondisi aklamasi. Namun, tentu persoalan administrasi harus dipenuhi sesuai dengan TAP yang telah disepakati oleh mahasiswa itu sendiri,” ujarnya.

Bagi Jamil, ada sedikit peningkatan, yakni 18 HMPS yang melewati jalur pencoblosan. Ia turut memberi harapan untuk tahun selanjutnya.

“Kita patut bersyukur karena ada 18 HMPS yang melakukan pemilihan. Ini sebuah kemajuan, karena tingkat partisipasi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan organisasi di kampus mulai muncul dan semakin banyak. Mudah-mudahan ke depannya, pada setiap lini mampu menorehkan prestasi,” tutup Syahril Jamil.

Terdapat 6 bilik suara yang disediakan oleh KPU-M. Pada pukul 13:00 panitia telah bersiap untuk melangsungkan penghitungan suara.

Reporter: Kiranty Dwi Novitasari
Editor: Jimas Muamar

About Post Author

Kiranty Dwi Novitasari

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Penguatan Partisipasi Masyarakat Lahat Melalui Pelatihan Berbasis AMDAL
Next post Penghitungan Suara PEMIRA UIN RF Tuntas, Sempat Terjadi Keributan di TPS 03