
Ukhuwahfoto/Ranidwioktafidiya
Penulis: Marshanda (Pemimpin Umum LPM Ukhuwah)
Palembang-Ukhuwahnews | Di sebuah gang sempit di kawasan 3 Ulu, Palembang, aroma khas daun kering bercampur asap belerang kerap tercium. Itulah tanda rumah Siti Aminah (63), salah satu pengrajin daun nipah yang masih setia mempertahankan tradisi membuat rokok pucuk di kampung yang dikenal warga sebagai ‘Kampung Nipah’.
Bagi sebagian orang, daun nipah hanya dianggap bahan pelengkap untuk ketupat atau atap rumah. Namun, bagi Aminah, nipah adalah bagian dari hidupnya. “Saya sudah bersama nipah sejak kecil. Dari orang tua, sampai sekarang, tetap ini yang jadi jalan hidup,” ujarnya sambil merapikan daun nipah di kediamannya. Sabtu, (20/9/2025).
Baca juga: Kampung Nipah Palembang: Sentra Pengrajin kulit Rokok Daun Nipah dengan Tradisi yang Terjaga
Warisan yang Bertahan Melintasi Zaman
Siti Aminah bukan sekadar bekerja untuk bertahan hidup. Ia merasa menjadi bagian dari rantai panjang penjaga tradisi di tepi Sungai Musi. Sejak remaja, ia terbiasa membantu ibunya memilih, menjemur, dan melinting daun nipah menjadi rokok pucuk. Kini, setelah puluhan tahun, ia masih tekun mengulang proses itu, meski sebagian tetangganya sudah memilih beralih ke pekerjaan lain.
“Kalau ditanya kenapa saya masih bertahan, jawabannya sederhana. Karena ini bukan sekadar pekerjaan, tapi warisan. Sayang kalau hilang,” tutur perempuan berumur 63 tahun itu.
Perempuan dan Ekonomi Keluarga
Di balik kesederhanaannya, Siti Aminah menyimpan kisah tentang peran perempuan dalam menjaga tradisi kerajinan turun-temurun keluarganya. Ia masih setia membuat rokok pucuk, meski kini hanya segelintir orang yang melakukannya.

“Di sini tinggal beberapa orang yang masih membuat rokok pucuk. Dari saya tidak ada lagi penerus, anak saya satu tidak bisa membuat ini,” tuturnya lirih.
Menyulam Harapan dari Daun Nipah
Kini, usia Aminah tak lagi muda. Namun tangannya masih lincah melipat nipah, memotong sesuai ukuran, lalu menyusunnya rapi. Ia sadar, pasar rokok pucuk mungkin semakin sempit dibanding masa lalu. Tapi ia percaya, kerja kerasnya tidak sia-sia.
Baginya, nipah bukan hanya soal ekonomi, tapi juga tentang identitas kampung. “Kalau semua orang berhenti, siapa lagi yang akan mengenal kampung ini sebagai kampung nipah,” tambahnya.
Meski sederhana, suara Siti Aminah merekam betapa perempuan di Kampung Nipah memegang peran besar menjaga tradisi yang hampir terlupakan. Bagi mereka, daun nipah bukan sekadar bahan baku, tapi juga simbol ketekunan, kebersamaan, dan warisan hidup yang layak dikenang.
Editor: Vivin Noor Azizah
About Post Author
Vivin Noor Azizah
More Stories
Bahan Evaluasi, Uji Coba CFD Kota Palembang Timbulkan Kemacetan
[caption id="attachment_5740" align="aligncenter" width="1280"] Suasana jalan pagi masyarakat Kota Palembang di atas Jembatan Ampera dalam mengikuti program uji coba CFD...
BEMNUS Sumsel Demo di Kodam II Sriwijaya: Perjuangkan Keadilan untuk Andrie Yunus
[caption id="attachment_5710" align="aligncenter" width="1080"] Ilham (kiri) dan Anggono (kanan) seusai penandatanganan surat tuntutan dari Bemnus Sumsel, di Jalan Sudirman depan...
Demonstrasi Aliansi BEM Sumsel sebagai Bentuk Solidaritas Mahasiswa terhadap Korban Kekerasan Kepolisian
[caption id="attachment_5656" align="alignnone" width="1280"] Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas PGRI Palembang sedang melakukan orasi di hadapan massa demonstran dan polisi,...
11 Aliansi BEM Sumsel Demo di Polda, Ajukan 9 Tuntutan Reformasi Polri
[caption id="attachment_5651" align="aligncenter" width="1280"] Demonstran membentangkan spanduk dan berkumpul di depan gedung Polda (Polisi Daerah) Sumatra Selatan, Kamis, (12/3/2026). Ukhuwahfoto/Kiranty.[/caption]...
Ribuan Pengunjung Padati Pulau Kemaro, Aparat Pastikan Perayaan Aman
Penulis: Jimas Muamar (Pengurus LPM Ukhuwah) Palembang - Ukhuwahnews | Lampion merah bergantungan, memancarkan cahaya hangat di tengah gelap malam...
Cap Go Meh: Momen Pedagang Meraup Rezeki
[caption id="attachment_5612" align="alignleft" width="1920"] Potret Efendi seorang pedang penjual mainan di Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, pada Sabtu...

Average Rating