Palembang – Ukhuwahnews | Melalui sentuhan tangan yang terampil, dari setiap benang yang menganyam kain warisan budaya yang tak lekang oleh waktu, di pinggiran kota Palembang terdapat sebuah kampung Sunan, sebuah kelompok pengrajin kain Sulam Angkinan yang sudah terkenal hingga mancanegara.
Dengan menempuh jarak satu jam, kampung Sulam Angkinan ini berada di Jalan Mayor Zein, Kelurahan Sungai Lais, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang.
Sulam Angkinan merupakan warisan turun menurun dari nenek moyang sejak zaman kerajaan Sriwijaya, memiliki ciri khas yang terbuat dari benang emas dengan kain berbahan beludru, dan anyam menggunakan tangan sendiri.
Ketua perajin sulam Angkinan, Ayu menjelaskan perjuangannya dalam melestarikan Sulam Angkinan tidaklah mudah, ia harus melewati beberapa rintangan dan kurangnya dukungan dari orang-orang disekitarnya. Namun hal tersebut, tidak membuat ia pantang menyerahnya untuk terus memperkenalkan warisan budaya ciri khas Palembang.
Baca juga: UKMK MMKR Datangkan Gitaris Lokal sebagai Pemateri di Gerasimu Finale
Kini Ayu memiliki 50 karyawan di bawah naungannya sendiri yang mengelola Sulam Angkinan, hingga menciptakan berbagai macam motif yang sudah di perjual belikan ke luar kota, terutama Malaysia, Yogyakarta, dan jakarta.
“Alhamdulillah sekarang saya bisa merangkul saudara dan kerabat untuk ikut melestarikan Sulam Angkinan ini, dan di kenal banyak orang,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya pada Kamis (5/12/2024).
Kelompok perajin Sulam Angkinan tidak hanya di geluti oleh para orang tua, akan tetapi anak-anak muda juga ikut menyulam kain Angkinan Sebagai bentuk pelestarian warisan budaya.
Dikenal dengan motif yang rumit dan warna-warna yang kaya, serta proses pembuatan dengan cara manual melalui tangan. Harga kain Angkinan terbilang cukup murah.
“Harga yang diberikan untuk satu set sarung bantal kursi Rp 750 ribu dengan pengerjaan waktu dua bulan. Sementara untuk satu set pakaian pengantin dikasih harga Rp 500-jutaan,” tuturnya.
Adapun selain pembuatan sarung bantal dan baju pengantin, Ayu dan perajinnya juga membuat souvenir, tanjak, dengan 15 macam motif. Diantaranya bintang, sulur-sulur, kuku kelabang, papan jari lima, burung, kembang-kembang , kipas lurus, kipas miring, biji pala dan lainnya.
Ayu berharap, Sulam Angkinan ini terus dapat berlanjut di lestarikan sampai kapanpun. Karna jika bukan kita, siapa lagi yang akan meneruskan warisan yang ada di Kota Palembang ini.
“Mari kita lebih semangat lagi untuk terus melestarikan warisan budaya kita, agar dikenal oleh dunia. Terutama anak-anak muda yang akan menjadi penerus bangsa ini,” ungkapnya.
Reporter: Marshanda
Editor: Hanifah Asy Syafiah
About Post Author
Marshanda
More Stories
Mahasiswa Jurnalistik Gelar Pameran Foto “MELEK”, Kenalkan Makna di Balik Jurnalisme Foto
[caption id="attachment_5910" align="alignnone" width="1080"] Potret foto bersama dosen dan mahasiswa yang hadir dalam pameran fotografi "Melek" di Blok Semanggi, Palembang,...
Implementasi Ilmu Komunikasi: Hari Terakhir FesMarkom Belajar dan Bermain Bersama Anak Disabilitas
[caption id="attachment_5903" align="aligncenter" width="1280"] Potret Volunteer foto bersama di acara belajar bahasa isyarat bersama anak disabilitas di Kampus B UIN...
Kenal Hutan Kenal Masa Depan, Edukasi Lingkungan untuk Generasi Muda
[caption id="attachment_5872" align="alignleft" width="1280"] Foto bersama usai pembukaan Festival Kehutanan bertema 'Kenal Hutan, Kenal Masa Depan'di Kampus B Universitas Islam...
Mahasiswa UIN RF Dorong Siswa SMKN 1 Pemulutan Kuasai Fotografi dan Media Sosial
[caption id="attachment_5866" align="alignright" width="1280"] Sambutan dari dosen mata kuliah Public Relationship M. Mifta Farid di SMKN 1 pemulutan, Rabu (20/05/2026)....
Ghompok Gelar Pemutaran Film Dokumenter “Halaman Terakhir” dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026
Potret pengunjung yang menyaksikan film dokumenter Halaman Terakhir, Minggu (17/5/2026). Ukhuwahfoto/Jimas Muamar Palembang-Ukhuwahnews | Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional...
Aliansi Sumsel Resah Tuntut Pemerintah Prioritaskan Pendidikan
[caption id="attachment_5821" align="alignnone" width="1080"] Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Selatan (Sumsel) Alwis Gani Menandatangani Surat Tuntutan...


Average Rating