
Penulis: Nia Purnamasari (Staf Pengembangan Sumber Daya Manusia LPM Ukhuwah)
Artikel – Ukhuwahnews | Saat ini sarung tangan plastik sekali pakai, banyak digunakan sebagai alat untuk menikmati berbagai makanan. Terutama makanan berminyak, seperti seafood, ayam goreng, makanan bakar hingga jajanan pasar.
Selain karena praktis dan mudah didapatkan, menggunakan sarung tangan saat makan dianggap lebih higienis karena dapat mencegah kontaminasi langsung antara tangan dan makanan. Namun, yang tidak banyak orang sadari ada banyak resiko dan bahaya bagi kesehatan yang bersembunyi dibalik kepraktisanya.
Dibalik kemudahanya, menggunakan sarung tangan saat makan memiliki risiko yang perlu kita perhatikan. Karena tidak semua sarung tangan cocok, digunakan saat menikmati makanan dan jika digunakan secara tidak tepat atau berasal dari bahan yang tidak aman untuk kontak dengan makanan, sarung tangan plastik dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Tak hanya itu, sarung tangan yang kita pakai juga berpotensi terkontaminasi dengan benda dan bakteri yang tidak kita sadari jika cara penyimpanan dan kondisi penggunaannya tidak tepat.
Perpindahan Zat Kimia ke Makanan
Kita menganggap sarung tangan plastik adalah alat cepat dan praktis ketika ingin menikmati makanan. Padahal, ada beberapa jenis plastik mengandung bahan tambahan, seperti pewarna, pelunak, atau zat kimia lain yang berpotensi berpindah ke makanan, terutama jika makanan dalam keadaan panas.
Paparan zat kimia tertentu dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, meskipun jumlah yang berpindah biasanya sangat kecil. Risiko ini menjadi lebih besar apabila sarung tangan yang digunakan bukan produk khusus untuk makanan.
Oleh karena itu, perlu kita memastikan produk sarung tangan plastik yang digunakan memiliki lebel food Grade atau yang aman dimakan karena itu tidak semua sarung tangan plastik dirancang untuk kontak langsung dengan makanan.
Banyak juga sarung tangan yang dibuat untuk keperluan umun, sepeti kebersihan rumah tangga atau aktivitas industri, sehingga bahan yang terkandung didalamnya belum tentu memenuhi standar keamanan pangan.
Baca Juga: Kabut Asap Kembali Menjadi Ancaman bagi Masyarakat Sumatera Selatan
Sebagaimana dikutip dari artikel rsum.bandaacehkota.go.id yang berjudul” Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan.” Plastik yang tipis dan berkualitas rendah dapat mengalami kerusakan atau pengelupasan saat digunakan. Partikel kecil yang terlepas berpotensi tercampur ke dalam makanan dan tertelan tanpa disadari.
Meskipun penelitian mengenai dampak jangka panjang mikroplastik terhadap kesehatan masih terus berkembang, para ahli menilai bahwa mengurangi paparan mikroplastik merupakan langkah yang bijak.
Rasa Aman yang Keliru
Menggunakan sarung tangan tidak berarti kita aman dari kuman dan bakteri karena sarung tangan memiliki potensi besar untuk tersentuh berbagai permukaan apa bila kita tidak memperhatikan cara penyimpanannya. Hal tersebut jelas membuat sarung tangan tidak terhindar dari kuman dan bakteri.
Selain itu, sarung tangan plastik sekali pakai sering digunakan tanpa memperhatikan kualitas, kita menganggap makan menggunakan sarung tangan itu higienis tetapi tidak memperhatikan bagaimana cara penyimpanan dan kondisi penggunaanya.
Faktor-faktor tersebutlah yang sering tidak kita sadari, sehingga membuat risiko menggunakan sarung tangan saat makan menjadi meningkat dan tanpa sadar menjadi bahaya bagi kesehatan.
Contohnya Ketika seseorang memegang uang, gagang pintu, ponsel atau benda lainnya, lalu tangan yang sama langsung menggunakan sarung tangan dengan kondisi tangan yang sudah jelas berkontak langsung dengan benda lain, kontaminasi tetap akan terjadi. Lalu apa bedanya dengan tidak menggunakan sarung tangan sama sakali.
Mencuci tangan Jauh lebih Efektif
Oleh Karena itu, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik merupakan cara yang lebih efektif untuk menjaga kebersihan sebelum makan dibandingkan memakai sarung tangan plastik sekali pakai. Dan menurut Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ), penggunaan sarung tangan tidak menggantikan kebiasaan mencuci tangan. Sebagaimana dikutip dari artikel cnnindonesia.com(09/06/2026).
Tangan yang dicuci dengan benar dapat menghilangkan sebagian besar kuman, virus, dan kotoran yang menempel. Sebaliknya, sarung tangan yang digunakan tanpa prosedur kebersihan yang tepat justru dapat menjadi media perpindahan kuman dan bakteri.
Editor: Manda Dwi Lestari
About Post Author
Nia Purnamasari
More Stories
Kabut Asap Kembali Menjadi Ancaman bagi Masyarakat Sumatera Selatan
[caption id="attachment_6155" align="aligncenter" width="557"] Sumber/KementerianKehutanan[/caption] Kontributor: Daffa Hanifuddin Rauf (Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Sriwijaya) Artikel – Ukhuwahnews |...
Dakwah Kultural: Merawat Keberagaman, Membangun Moderasi
[caption id="attachment_6136" align="aligncenter" width="1599"] Ukhuwahdesain/Maharani[/caption] Penulis: Maharani (Staf Kearsipan LPM Ukhuwah) Artikel – Ukhuwahnews | Indonesia memiliki keberagaman suku, budaya,...
Permainan Tradisional pada Pendidikan Modern: Kenapa Anak SD Perlu Bermain Kembali?
[caption id="attachment_6131" align="aligncenter" width="1069"] Doc/Kelompok 2 KTIP Mahasiswa Universitas Sriwijaya[/caption] Artikel – Ukhuwahnews | Perkembangan pesat teknologi belakangan ini telah...
Mahasiswa KKN Gelar Seminar Digitalisasi UMKM Menjadi Langkah Strategis Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Cambai
[caption id="attachment_6059" align="aligncenter" width="2560"] Dok/Mahasiswa KKN Kelompol 1, Kelurahan Cambai[/caption] Prabumulih – Ukhuwahnews | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan...
Mahasiswa KKN UIN RF Kenalkan Pestisida Alami kepada Masyarakat Prabumulih
[caption id="attachment_6052" align="aligncenter" width="1280"] Doc/Mahasiswa KKN Kelompok 24, Kelurahan Sukaraja[/caption] Prabumulih – Ukhuwahnews | Daun pepaya yang selama ini lebih...
Bentengi Remaja dari Pernikahan Dini, Mahasiswa KKN UIN RF Edukasi Siswa SMP Tunas Bakti
[caption id="attachment_6043" align="aligncenter" width="483"] Doc/Mahasiswa KKN Kelompok 24, Kelurahan Sukaraja[/caption] Prabumulih – Ukhuwahnews | Upaya mencegah pernikahan dini di kalangan...

Average Rating