Read Time:2 Minute, 31 Second
Ilham (kiri) dan Anggono (kanan) seusai penandatanganan surat tuntutan dari Bemnus Sumsel, di Jalan Sudirman depan Kodam II Sriwijaya pada Senin (06/04/2026).Ukhuwahfoto/Muhammad Alvan Tio Wahyudi

Palembang – Ukhuwahnews| Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (Bemnus) Sumatra Selatan (Sumsel) menggelar aksi demonstrasi di depan Kodam II Sriwijaya, pada Senin 06/04/2026.

Aksi unjuk rasa ini menuntut keadilan terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus, dan terdapat beberapa rincian tuntutan lainnya yang dibacakan oleh Ilham, selaku Koordinator Bemnus Sumsel sebagai berikut:

1. Mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap saudara Andrie Yunus yang merupakan tindakan brutal dan pembungkaman kebebasan berpendapat.
2. Meminta pengusutan secara tuntas dan transparan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sampai ke aktor intelektualnya.
3. Meminta negara menjamin perlindungan maksimal terhadap aktivis, pegiat Hak Asasi Manusia (HAM), serta masyarakat sipil agar tidak terjadi lagi tindakan teror dan intimidasi terhadap suara kritis di Indonesia.
4. Mendesak pemerintah untuk membuat tim investigasi independen terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).
5. Menolak pelaku diadili dalam peradilan militer.
6. Meminta pelaku diadili dalam peradilan umum.
7. Meminta Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) II Sriwijaya mengambil sikap dan meneruskan tuntutan kami kepada Panglima TNI, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI, dan pihak terkait dalam penanganan kasus penyiraman ini.
8. Mengecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap mahasiswa.

Baca Juga: Julukan Indonesia Di Mata Dunia: Negara Nyiur Hingga Heaven of Earth 

Lebih lanjut, Ilham mempertegas jangka waktu dalam proses penyampaian surat tuntutan, untuk diterima dan ditanggapi oleh pihak yang berwenang.

“Kami beri waktu 3×24 jam untuk surat ini diteruskan ke Puspom TNI, yang katanya sudah menangkap empat pelaku,” tegasnya.

Saat orasi ia menyampaikan, bahwa tindakan aksi hari ini bukan untuk ajang kebencian, melainkan bentuk perjuangan meminta keadilan untuk Andrie Yunus, sebab tidak ingin ada korban lainnya lagi.

“Kami tidak benci TNI, di sini kami hanya menuntut keadilan. Hal yang disayangkan adalah adanya oknum dari TNI yang menyiram air keras kepada aktivis. Kami tidak mau kejadian seperti itu terjadi lagi,” ucap Ilham saat menyampaikan orasi di hadapan jajaran TNI dan Polisi.

Setelah orasi dan pembacaan delapan poin tuntutan di hadapan aparat, aksi demo ditutup dengan diterimanya surat tuntutan oleh Anggono, selaku Intelijen cabang Lebong Siarang Palembang, yang mewakili daripada Pangdam II Sriwijaya.

“Saya hanya akan menyampaikan, karena bukan kewenangan saya untuk memutuskan hal ini. Nanti akan saya sampaikan secara berjenjang,” kata Anggono saat menerima dan menandatangani surat tuntutan di hadapan massa aksi.

Massa unjuk rasa mulai bergerak dari Kampus A UIN Raden Fatah Palembang pada pukul 12:56 WIB. Setibanya di Jalan Sudirman, depan Kodam II Sriwijaya sempat terjadi keributan dikarenakan perizinan titik lokasi demo yang diberikan dari Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang adalah di Simpang Lima DPRD Sumsel, namun situasi perlahan kembali kondusif seraya dengan massa melanjutkan orasi, serta sikap sportif dari demonstran dan pihak aparat. Akhirnya, aksi selesai pada pukul 13:59 WIB dan massa membubarkan diri.

Reporter: Nabilla Kartika Wiranti

Editor: Jimas Muammar

About Post Author

Nabilla Kartika Wiranti

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Julukan Indonesia Di Mata Dunia: Negara Nyiur Hingga Heaven of Earth
Next post Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Resmi Diberlakukan