
Penulis : Viana Julita (Pengurus LPM Ukhuwah)
Pendidikan merupakan fondasi yang sangat penting dalam membentuk karakter dan pengetahuan individu, serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di masa depan. Tujuan utama pendidikan adalah untuk mengembangkan potensi setiap murid, baik secara akademis maupun sosial, sehingga mereka dapat berkontribusi positif bagi masyarakat. Proses pendidikan tidak hanya melibatkan transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan nilai-nilai moral dan etika yang akan membimbing perilaku murid. Dalam hal ini peran guru sangat krusial, mereka bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing dan teladan yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung.
Pentingnya sikap saling menghormati dan menghargai serta menjalankan konsekuensi atau hukuman yang dapat diterima akibat kesalahan dalam lingkungan pendidikan, serta bagaimana seharusnya guru dilindungi dari kemungkinan kriminalisasi akibat tindakan mendisiplinkan murid yang dianggap penting. Memang, tindakan kekerasan yang terjadi dalam dunia pendidikan bukanlah hal yang kita semua inginkan, karena seharusnya dunia pendidikan diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang ada secara edukatif.
Sudah banyak kasus kriminalitas dalam ranah pendidikan, seperti yang terjadi pada guru yang dipenjarakan, di mutasi dan pembalasan hal yang setimpal dari orang tua ke guru. Salah satu contoh kasus pada April 2024 melibatkan seorang guru, seperti kasus yang masih populer dari Konawe Selatan tepatnya di Sekolah Dasar Negeri 4 Baito. Dalam kasus ini, terdapat tanda kekerasan fisik berupa luka di paha seorang murid berinisial MC, yang merupakan anak seorang anggota polisi. Pihaknya menuduh mengalami kekerasan oleh gurunya yang disebut sebagai S. Guru S membantah semua tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa ia tidak pernah berhubungan langsung dengan murid MC, namun proses hukum tetap berlanjut.
Penangkapan guru S di bulan Oktober 2024 memicu reaksi publik dan perdebatan tentang perlindungan untuk guru dan etika dalam pengajaran. Kasus ini menjadi viral di media sosial dengan tagar #SaveIbuS, memperlihatkan dukungan dari banyak orang yang merasa guru tersebut telah dikriminalisasi tanpa bukti yang jelas. Banyak orang mempertanyakan apakah tindakan hukum ini adalah langkah yang benar atau justru menciptakan kriminalisasi terhadap profesi guru.
Baca juga: Perempuan Bukan Untuk di Dapur
Membahas pendidikan saat ini, sangat penting untuk disadari bahwa guru mempunyai kewajiban mendidik dan membimbing peserta didik. Namun, batasan hukumannya harus jelas dan tegas, tanpa menggunakan kekerasan fisik atau verbal. Tentu saja, ada batasan dalam menghukum murid tanpa menggunakan kekerasan; misalnya, guru dapat mempraktikkan disiplin positif dengan memberikan pendidikan yang mengedukasi kepada murid, memberikan pekerjaan rumah tambahan, dan melibatkan orang tua jika metode pendidikan tidak lagi efektif.
Dalam konteks yang kita bahas, pendekatan tersebut harus dilandasi oleh kasih sayang dan empati sebagai landasan utama interaksi guru dan murid. Pendidikan tidak hanya sekedar pembelajaran akademis tetapi juga tentang pembentukan karakter dan nilai moral peserta didik di sekolah. Peran guru harus menjadi teladan bagi murid, agar bisa menunjukkan kepada mereka bagaimana bersikap baik dan hormat satu sama lain.
Kasus-kasus seperti diskriminasi guru karena dugaan kekerasan terhadap murid menunjukkan perlunya peninjauan menyeluruh terhadap sistem pendidikan di zaman sekarang. Guru harus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung agar tidak melanggar hak-hak pribadi murid atau guru itu sendiri. Batasan hukuman juga harus dinyatakan dengan jelas agar semua pihak yang terlibat memahami perannya sebagai seorang guru. Selain itu, kurikulum perlu memberikan pendidikan tentang kekerasan di sekolah sehingga siswa dapat mengenali perilaku buruk dan melaporkannya tanpa rasa takut.
Dengan langkah-langkah tersebut, kita berharap masa depan pendidikan Indonesia akan lebih cerah, dengan hubungan guru dan murid yang dibangun atas dasar saling menghormati dan menghargai. Hanya dengan cara inilah kita dapat melahirkan generasi pelajar yang tidak hanya mempunyai prestasi akademis yang unggul, namun juga mempunyai budi pekerti yang baik. Mari kita dukung para pendidik kita dan beri mereka ruang dan pemahaman yang mereka butuhkan untuk memenuhi tugas mulia mereka tanpa takut akan dampak hukum atau stigma sosial.
About Post Author
Marshanda
More Stories
Mahasiswa dan Harga Sebuah Idealisme
[caption id="attachment_5964" align="aligncenter" width="1402"] Ukhuwahdesain/Tanya Zalzalbilla[/caption] Penulis: Jimas Muamar (Redaktur Berita periode 2026) Opini-Ukhuwahnews| Munculnya fenomena mahasiswa yang ikut demonstrasi...
Piring Kosong Birokrasi atau Rekayasa Sosial?
[caption id="attachment_5933" align="aligncenter" width="711"] Sumber/bgn.go.id[/caption] Penulis: M Rachmad Handika (Mahasiswa S1 Hukum Pidana Islam, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden...
Kenaikan BBM, Beban Rakyat di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
[caption id="attachment_5918" align="aligncenter" width="1290"] SumberInstagram/@pst0re[/caption] Penulis: Ahmad Malik Akbar (Kabid PTKP HMI Komisariat Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah...
Alat Politik: Soft Propaganda Bisa Dikemas Melalui Lagu
[caption id="attachment_5880" align="aligncenter" width="2560"] Ukhuwahdesain/Tanya Zalzalbilla[/caption] Penulis: Nabilla Kartika Wiranti (Pemimpin Redaksi LPM Ukhuwah 2026) Opini-Ukhuwahnews| Dalam sepekan terakhir laman...
Ketimpangan Infrastruktur dan Beban Logistik terhadap Ekonomi Daerah
[caption id="attachment_5835" align="alignnone" width="2560"] Ukhuwahdesain/Tanya Zalzalbilla[/caption] Opini – Ukhuwahnews | Pemerintah Indonesia pada awal tahun 2026 memprioritaskan pemerataan pembangunan infrastruktur...
Program Studi Dianggap Tidak Relevan: Apakah Pendidikan Dituntut untuk Sebatas Memenuhi Kebutuhan Industri?
[caption id="attachment_5809" align="aligncenter" width="1280"] Ukhuwahdesain/Tanya Zalzalbilla[/caption] Penulis: Manda Dwi Lestari (Redaktur Online LPM Ukhuwah) Opini – Ukhuwahnews | Peringatan Hari...

Average Rating