
Penulis: Imelda Melanie Agustin (Redaktur Berita LPM Ukhuwah)
Patriarki merupakan suatu sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai sosok otoritas utama, posisi laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan dalam segala aspek kehidupan sosial, budaya dan ekonomi, dimana wanita sering tidak diuntungkan dibandingkan laki-laki. Budaya patriarki ini masih berkembang ditatanan masyarakat Indonesia karena di negara ini, hubungan antara laki-laki dan perempuan masih dipengaruhi dengan ideologi gender.
Dalam kehidupan rumah tangga, laki-laki ditempatkan secara budaya sebagai kepala rumah tangga sedangkan istri sebagai ibu rumah tangga dimana posisinya selalu berada di bawah dominasi laki-laki. Perempuan dipandang lebih utama untuk berkiprah di sektor domestik, membersihkan rumah, memasak, mencuci, dan mengasuh anak. Jika ia bekerja di sektor publik, ia harus memilih pekerjaan yang sesuai dengan kodratnya, dia tetap sebagai pembantu suami dalam memenuhi kebutuhan nafkah keluarga.
Baca juga: Akar Masalah Kekerasan Seksual Pada Perempuan
Masyarakat beranggapan bahwa yang namanya budaya harus dilestarikan turun temurun. Tetapi hal ini juga menuai banyak kontra, terlebih pada era digital saat ini lebih banyak perempuan yang memiliki karir sehingga harus mengesampingkan peran perempuan yang dituntut harus bisa memasak dan melakukan pekerjaan rumah lainnya. Padahal perempuan kan juga berhak memilih pilihan terbaik dalam hidupnya, tanpa paksaan.
Selain itu juga, Ada yang beranggapan bahwa “buat apa perempuan sekolah tinggi-tinggi, ujungnya juga di sumur, di dapur dan dikasur juga” padahal dengan memiliki pendidikan yang tinggi dan berkualitas akan membuat karir seorang perempuan semakin bagus, perempuan akan menjadi lebih mandiri, kuat, dan tangguh, walaupun tidak luput dari kodratnya.
Refleksi akan lahirnya hari Kartini pun belum mampu menjadi cahaya dalam memperjuangkan emansipasi perempuan. Hari Kartini hanya dianggap isapan formalitas semata, bukan menjadi wajah refleksi untuk memperjuangkan hak yang sama. Terbukti dengan masih bergulirnya tindakan yang menyudutkan perempuan, yakni perlakuan buruk terhadapnya.
Hal ini sudah membudaya di masyarakat yang harus dituntaskan, mengingat setiap manusia memiliki hak yang sama serta wajib menghormati atas kepribadian. Dalam Islam pun, perempuan dimuliakan. Tidak ada sekat di antara laki-laki, terkecuali jika mereka melakukan perbuatan keji. Hal ini mengindikasikan bahwa pola dan budaya masyarakat yang patut dibenahi, bukan karena perempuannya.
Budaya patriarki semacam ini, haruslah menjadi cerminan untuk terus memperjuangkan hak perempuan. Menghilangkan sebuah budaya bukan hal yang mudah, akan tetapi untuk menguranginya masih bisa menjadi harapan, mensubtitusikan budaya yang lebih baik, mencitrakan perempuan sebagai sosok yang mulia, serta memperbaiki akhlak pribadi manusia bisa menjadi langkah kecil yang nyata untuk menumpaskan paradigma patriarki bila hal ini dilakukan.
About Post Author
Marshanda
More Stories
Mahasiswa dan Harga Sebuah Idealisme
[caption id="attachment_5964" align="aligncenter" width="1402"] Ukhuwahdesain/Tanya Zalzalbilla[/caption] Penulis: Jimas Muamar (Redaktur Berita periode 2026) Opini-Ukhuwahnews| Munculnya fenomena mahasiswa yang ikut demonstrasi...
Piring Kosong Birokrasi atau Rekayasa Sosial?
[caption id="attachment_5933" align="aligncenter" width="711"] Sumber/bgn.go.id[/caption] Penulis: M Rachmad Handika (Mahasiswa S1 Hukum Pidana Islam, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden...
Kenaikan BBM, Beban Rakyat di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
[caption id="attachment_5918" align="aligncenter" width="1290"] SumberInstagram/@pst0re[/caption] Penulis: Ahmad Malik Akbar (Kabid PTKP HMI Komisariat Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah...
Alat Politik: Soft Propaganda Bisa Dikemas Melalui Lagu
[caption id="attachment_5880" align="aligncenter" width="2560"] Ukhuwahdesain/Tanya Zalzalbilla[/caption] Penulis: Nabilla Kartika Wiranti (Pemimpin Redaksi LPM Ukhuwah 2026) Opini-Ukhuwahnews| Dalam sepekan terakhir laman...
Ketimpangan Infrastruktur dan Beban Logistik terhadap Ekonomi Daerah
[caption id="attachment_5835" align="alignnone" width="2560"] Ukhuwahdesain/Tanya Zalzalbilla[/caption] Opini – Ukhuwahnews | Pemerintah Indonesia pada awal tahun 2026 memprioritaskan pemerataan pembangunan infrastruktur...
Program Studi Dianggap Tidak Relevan: Apakah Pendidikan Dituntut untuk Sebatas Memenuhi Kebutuhan Industri?
[caption id="attachment_5809" align="aligncenter" width="1280"] Ukhuwahdesain/Tanya Zalzalbilla[/caption] Penulis: Manda Dwi Lestari (Redaktur Online LPM Ukhuwah) Opini – Ukhuwahnews | Peringatan Hari...

Average Rating